Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Monday, 14 December 2015

Kampung Terapung di Tengah Kota Balikpapan



 
Hari ini berkat akun line @anakmudabpp di tempat kerja mulai ada pikiran untuk liat sunset di daerah dermaga yang terletak di belakang pasar kebun sayur kelurahan rapak kecamatan Balikpapan selatan kota Balikpapan Kalimantan timur. Karna kehausan saya untuk melihat tempat wisata sederhana namun tetap berkesan, saya pun langsung searching di google. Ternyata saya menemukan sejenis dermaga yang mirip seperti yang di share akun tersebut. Tentunya dengan model gambar dengan citra satelit. Lebih tepatnya dermaga tersebut terletak di titik koordinat -1,238416, 116,815168. Coba googling aja masukin titik koordinat tersebut, maka langsung akan muncul destinasi wisata yang saya sebutkan tadi.

Sebenarnya destinasi ini perkampungan nelayan yang disulap oleh warga kampung tersebut menjadi destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi untuk sekedar melepas penat seharian bekerja atau untuk berpariwisata di hari libur. Bagi warga Kalimantan mungkin perkampungan seperti ini akan lumrah untuk dilihat, namun berbeda cerita bagi kaum perantau seperti saya. Apalagi ngerantaunya dari jawa. Apalagi ditambah dengan kondisi jembatan kayu ulin seakan menambah kesan “kayak difilm”.
Akses untuk menuju dermaga ini cukup mudah dilalui jika anda membawa kendaraan roda dua. Jika anda membawa kendaraan roda empat anda bisa memarkirnya di jembatan cor yang terletak sekitar 200 meter dari dermaga. Karna dermaga ini terbuat dari kayu ulin dan lebarnya juga tidak memungkinkan jika anda memasuki area destinasi dengan mengendarai kendaraan roda empat. Jika anda membawa putra putri anda diharapkan memberikan pengawasan yang lebih ekstra. Selain tidak adanya pagar dikanan kiri jembatan ini dan juga cukup dalamnya laut yang ada di bawahnya ditambah banyaknya kayu ulin yang berlubang dan keropos seakan menjadi ancaman kecelakaan jika anda berjalan kaki.

Disini sangat disarankan untuk membawa cemilan dari rumah dan juga minuman pendamping seperti kopi, teh atau minuman lain yang dapat memberikan efek piknik bagi anda dalam menyimak detik-detik matahari tenggelam. Karna di sekitar area ini susah untuk menemukan took atau warung yang menjual makanan ringan. Dan saran paling akhir nikmati liburan anda dengan tidak membuang sampah sembarangan karna kondisi laut dibawah dermaga ini sudah cukup banyak dengan kombinasi sampah plastik yang dibuang oleh pengunjung dan penghuni kampung terapung ini.

0 comments:

Post a Comment