Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Sunday, 13 October 2019

Resensi Buku Allah Tidak Cerewet Seperti Kita


Maiyah versi cetak
Maiyah Versi Cetak
Cak Nun adalah Mbah Nun yang susah ditebak kemana arahnya. seakan menjadi inisiator bagi kawula muda saat maiyahan. Lebih tepatnya hanya seorang katalisator yang membantu kita berpikir lebih jauh terkait prinsip hidup di dunia. Berkali-kali Cak Nun berbicara bahwa beliau bukan apa-apa, ini hanya diskusi belaka. Yang dikatakan bisa benar bisa pula salah.
Kenyataan yang membingungkan ini tercermin jelas dalam buku berjudul "Allah Tidak Cerewet Seperti Kita". Judulnya saja sudah membuat bingung apa maksud yang terkandung di baliknya. Namun jika anda sering mengikuti forum maiyah yang tidak menyediakan kursi, pasti mengetahui bahwa ini merupakan sindiran halus kepada kita sendiri. Bukan untuk orang lain tapi kepada kita sendiri.
Seperti biasanya beliau mengusung tema yang pelik namun dengan analogi ringan. Tema terkait menyikapi sebuah fenomena kehidupan. Seperti contohnya asal mula judul buku ini. Berasal dari beliau saat sholat dan diimami oleh seorang kyai. Sang imam beberapa kali menggaruk punggung. Dan benar saja, seorang Emha Ainun Nadjib yang kurang sabar tersebut merasa terganggu. Secara wajar beliau berkata di dalam hati, "wah ini sholat imamnya pasti batal, karena bergerak lebih dari tiga kali". Kira-kira saya jika menjadi Cak Nun juga akan memikirkan hal yang sama.
Singkat cerita setelah selesai berjamaah sang imam langsung berbicara kepada Cak Nun. "Nun, Allah itu tidak cerewet kyk kamu saat sholat tadi". Entah sang Kyai memang merasa atau orang sakti. Kurang lebihnya seperti itulah cerita yang menjadi inspirasi atas judul buku tersebut.
Sebetulnya dari 15 bab di dalam buku ini merupakan isi dari maiyahan di beberapa tempat. Rasanya bagi teman-teman yang rajin berangkat ke forum Maiyah pasti akan bosan dengan buku ini. Tapi bagi saya yang tidak di setiap Maiyah datang, buku ini menjadi Maiyahan versi tertulis. Apalagi kalau anda merupakan follower akun Maiyahan, pasti akan merasa "klik" dengan redaksional analogi yang ditulis di buku ini.
Setiap frasa dan bab dalam buku ini perlu sedikit berhati-hati dalam menerjemahkan. Saya baru selesai membaca dalam satu bulan. Karena saya tidak mau terbuai dalam rangkaian frasa. Maka saya memilih untuk membaca sembari memikirkan maksud yang diharapkan dari seorang Cak Nun.
Setidaknya jika anda membaca buku ini pasti akan muncul pertanyaan "lho kok gini?". Setelah pertanyaan itu muncul di bagian selanjutnya biasanya akan muncul jawaban atas pertanyaan tersebut. Ritme pembawaannya mirip seperti Maiyah. Makanya sekali lagi saya tegaskan bahwa buku ini adalah Maiyah versi cetak.

Monday, 7 October 2019

Gandeng Tangan P2P Semi Lembaga Amal


P2p gandeng tangan
Gandeng Tangan 
Hayooo siapa yang udah gajian? Mungkin bagi seorang pegawai seperti saya menyimpan gaji dalam bentuk uang bukanlah pilihan tepat. Mengingat inflasi yang kian tahun kian ganas menggerus nilai uang. Tapi jika diinvestasikan juga bingung mau investasi kemana? Jika salah investasi alih-alih harta kita bertambah nilai, malah rugi gak karu-karuan. Memang paling benar adalah memasukkan uang di deposito perbankan. Namun ada sebagian dari kita yang tidak setuju dengan mekanisme perbankan.
Nah buat kamu yang berada di dalam kondisi seperti yang saya sebutkan di atas, bisa melihat peer to peer (P2P) landing. biasanya P2P ini memakai aplikasi digital, sejenis financial technology (fintech). Sebetulnya P2P ini sistematikanya sangat mirip dengan bank. Yaitu menyalurkan dana dari mereka yang kelebihan uang kepada mereka yang membutuhkan uang. Tentunya dengan mekanisme simpan pinjam, karena jika dengan mekanisme pemberian cuma-cuma maka bukan termasuk lembaga keuangan tapi amil zakat.
Setidaknya P2P ini sudah memangkas biaya perbankan yang biasanya dibebankan kepada peminjam maupun pemberi pinjaman. Ada sebuah pengalaman saat saya mencari platform P2P ini. Awalnya saya menginvestasikan uang untuk membeli saham. Tapi ditengah perjalanan terbesit pikiran saham ini risikonya besar, dan saya merasa tidak kuat dengan risiko tersebut. Jadinya saya mulailah searching tempat investasi yang sekiranya ada kebaikan dan risikonya tidak terlalu besar. Saat masa pencarian tersebut saya merasa mendapat inspirasi dari acara reality show Kick Andy.
Seperti biasanya Andy F. Noya selalu menghadirkan beberapa orang baik dengan program-program yang baik pula. Salah satu orang baik dengan program yang baik tersebut adalah Gandeng Tangan. Namanya memang sangat mirip dengan lembaga amal. Karena memang tujuannya untuk membiayai bisnis mikro. Meskipun begitu lembaga ini adalah fintech dengan fokus pada P2P kepada lembaga mikro.
Dari sanalah saya tertarik untuk mengikuti program yang diselenggarakan oleh Gandeng Tangan. Awalnya saya hanya iseng untuk mendaftar, tapi lama kelamaan sepertinya ini adalah bisnis yang cukup menjanjikan. Selain kita bisa beramal dan membantu mereka yang tidak berdaya, juga sembari berinvestasi. Ya, memang tidak semewah investasi di P2P lain. Tapi pendapatan yang didapat lebih besar daripada bunga deposito.
Sistem P2P Gandeng Tangan ini bisa disebut mirip dengan Kitabisa.com. Jadi kita dapat memilih untuk memberikan modal kepada siapa. Sebagian besar mereka yang mengajukan modal adalah pengusaha toko kelontong. Namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa usaha mikro yang mengajukan pinjaman. Seperti Sopir truk, petani, peternak, dan berbagai usaha lainnya.
Selain penerimanya yang bisa dipilih, jangka waktunya juga dapat dipilah. Mulai dari 1 bulan sampai beberapa minggu. Saya bedakan bulanan sama mingguan karena di Gandeng Tangan ini kita dapat memilih cara cicilannya. Kita bisa menerima cicilan perminggu atau perbulan. Jadi kita sebagai pemilik modal dapat melihat kebutuhan kita sendiri.
Sebetulnya di Gandeng Tangan ini kita sangat disibukkan dalam memberikan pinjaman. Sebagai pemilik modal biasanya malah menyerahkan sepenuhnya investasi ke pihak ketiga. Tapi disitulah menurut saya keberkahan dalam menempatkan modal. Kita tau betul modal dijalankan untuk apa dan uang kita akan kembali berapa bulan. Sehingga kita tidak lepas tangan begitu saja.
Seperti halnya kita memberikan hutang kepada orang lain. Kita memberi hutang berapa, untuk usaha apa, jangka waktu berapa hari, kepada siapa. Jadi Gandeng Tangan bukan hanya melipat gandakan uang kita. Tapi juga menghubungkan kita dengan calon peminjam. Meskipun tidak dapat bercengkrama secara langsung, tapi seluruh informasi sudah tertulis jelas.
Nah dari keribetan ini saya merasa cocok dengan Gandeng Tangan. Maka dari itu saya sangat merekomendasikan anda yang sangat ingin berinvestasi tapi bingung mau kemana. Apalagi sekarang juga ada asuransinya. Untuk fasilitas satu ini saya masih belum mencoba, yang diasuransikan apa. Yang jelas pasti berhubungan dengan modal yang kita investasikan kepada pelaku usaha.
Mungkin segini dulu ya rekomendasi saya terkait investasi. Rekomendasi ini saya buat bukan karena ada lomba tulis atau bayaran. Tapi murni karena pengalaman saya berinvestasi di Gandeng Tangan.

Saturday, 28 September 2019

Catatan Harian Selama Kerusuhan di Manokwari (Selesai)


7 September 2019

Syukurnya hari ini merupakan hari sabtu, jadi saya tidak perlu ke kantor. Meskipun suasana di Manokwari tetap kondusif, tapi tetap merasa bersyukur. Saya bingung hari ini mau menghabiskan waktu kemana, yang jelas saya hari ini wajib untuk cuci pakaian ke Mas Tomo.
Kondisi air di kos juga sudah mulai menipis, jadi untuk cuci pakaian saya harus mengungsi ke rumah mas Tomo.

8 September 2019

Hari ini sebetulnya sama sekali tidak ada planning jalan. Tapi berhubung diajak mas Husen jalan, maka saya memilih untuk jalan mengikuti kehendaknya. Karena bertepatan dengan hari minggu, maka saya meluangkan waktu untuk liburan tipis-tipis. Pertama saya diajak untuk ke Amban Pantai. Karena niat awalnya mengunjungi rumah Mas Ubas. Tapi dia sangat susah dihubungi. Akhirnya saya berjalan-jalan saja ke Amban Pantai.
Setelah dari Amban Pantai mas Husen saya ajak ke Bakaro. Di pertengahan jalan saya menemukan petunjuk ke Pantai Petrus Kafiar. Pada jalan masuknya terlihat aspal mulus, tapi di pertengahan jalan malah menemukan aspal rusak. Saya memilih untuk mengurungkan niat ke Pantai Petrus dan melanjutkan perjalanan ke pantai Bakaro.
Singkat cerita sampailah kita di Pantai Bakaro dengan aman sentosa. Mas Husen sepertinya senang sekali melihat pantai Bakaro yang tertata rapi. Untuk menambah kesenangannya saya memilih untuk mentraktir Mas Husen di Bakso Solo. Lengkap sudah liburan saya hari ini.

9 September 2019

Hari ini saya berencana untuk masuk kerja, kondisi memang dapat dikatakan hampir stabil. Tapi siapa yang tahu bila sewaktu-waktu kondisi berputar 180 derajat. Apa mau dikata, namanya juga takdir. Maka saya memilih untuk berpasrah diri dan siap-siap mati saja. Jika sewaktu-waktu meninggal biar tidak kaget.
Kabarnya juga besok akan ada demo damai dari berbagai suku. Tadi waktu di kantor ada orang-orang yang berbicara terkait demo damai. Banyak suku yang ikut, suku asli papua dan suku pendatang semuanya diundang. Banyak juga orang kantor yang ikut demo ini. Bu Yuli malah mendapat plot untuk masak. Padahal Bu Yuli adalah orang Toraja.
Mbak Suci juga diajak oleh kasubagnya. Berarti besok kantor akan terlihat sepi dan saya memilih untuk melihat kondisi terkini tanpa ikut aksi. Sepertinya memang menyenangkan mengikuti aksi dan makan bersama suku asli. Tapi takutnya ada chaos di tengah-tengah aksi, saya malah terjebak di tengah kerusuhan.

10 September 2019

Hari ini dapat dikatakan hari yang sangat menegangkan. Bagaimana tidak? Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, jika aksi ini benar-benar damai maka internet akan segera aktif kembali. Tapi jika aksi ini chaos, dapat dikatakan banyak pendatang yang terkena dampak.
Siang itu saya lewati dengan rasa was-was sesekali saya melihat grup FB Info Manokwari. Aksi yang diawali dengan longmarch dari Jl. Percetakan sampai lapangan Borasi ini dimulai pukul 8 hingga pukul 12. Jadi semua unsur pegawai negeri di provinsi diwajibkan ikut. Toh nanti jam 12 siang hingga sore masih bisa bekerja. Makanya mbak Suci diajak untuk mengikuti acara ini. Namun Mbak Suci enggan untuk mengikuti. Jadinya dia berangkat siang, seakan-akan ikut.

11 September 2019

Hari ini saya mengantor seperti biasa, sepulang kantor ada Bang Najib yang main ke rumah. Niatnya untuk bermain wifi di kos. Jadi kos saya ini bukannya free wifi, tapi kios di depan kos yang menyewakan wifi dengan tarif 5000/8 jam. Jadi saat jaringan mati seperti ini sangatlah membantu. Di kios merah milik Om Timur depan kos sangat ramai.
Jaringan ini sampai ke kamar saya yang berada di sisi paling depan dari kos Kuning. Jadi niat hati Bang Najib ini tidur di kos untuk bermain wifi. Tapi sebelum bermain wifi, dia mengajak makan dahulu. Karena Bang Najib ini tadi baru pulang dari kampus langsung menuju ke kos. Jadi tidak sempat makan, mandi, dan berganti baju.
Sekali jalan saya diajak juga untuk makan, tentunya Bang Najib yang traktir. Saya pun ikut saja ke warung Mokwam di depan sebuah pondok pesantren di Irman Jaya. Setelah beres untuk menyantap santapan sore itu saya diajak untuk ke kos Bang Najib dulu untuk menunaikan sholat Maghrib.
Di tengah-tengah saya menunggu Bang Najib menunaikan sholat Maghrib tiba-tiba ada WhatsApp masuk. "Lha kan kos ini gak ada wifi". Cepat-cepat lah saya lihat sinyal, eh ternyata sudah ada tulisan 4G yang berarti sinyal sudah stabil kembali. Wuaaaahhhh, sudah ada internet. Girang tak karuan rasanya hati ini, setelah sekian lama berburu internet ke sana kemari sampai di usir mahasiswa saat ada demo.
Akhirnya Bang Najib mengurungkan diri untuk bermain wifi di kos. Dan melanjutkan menyusun bahan ajar untuk esok hari. Rasanya separuh nyawa ini kembali dengan hadirnya internet. Komunikasi kembali terjalin dengan keluarga yang ada di Jawa sana. Mungkin semua kenikmatan akan kembali hadir setelah kenikmatan tersebut hilang sesaat.
Dengan hadirnya internet saya menyatakan catatan harian ini saya akhiri. Mungkin dalam konflik panjang ini dapat diambil pelajaran bahwa bhineka tunggal itu ya harga mati. Tidak boleh saling mencaci atau mau menang sendiri. Satu nusa satu bangsa jangan saling mangsa.

Monday, 16 September 2019

Info Lomba Blog Deadline 30 September 2019


lomba blog informa
Poster Lomba Blog Informa

Kompetisi blog lagi cuy, dari PT Home Center Indonesia atau biasa kita kenal dengan Informa dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke 15. Buat yang suka memiliki angan-angan akan rumah, kompetisi ini sangatlah cocok. Karena tema yang dilombakan gak jauh dari rumah impian. Hadiahnya juga gak nanggung-nanggung, ada satu ponsel Iphone X untuk satu blogger dengan tulisan terbaik dan ada 10 voucher belanja Informa senilai 200 ribu rupiah untuk 10 artikel terfavorit.

Syarat dan Ketentuan

  • Judul harus memuat kata "Inspirasi Rumah" atau "Ruang Tamu";
  • Pilih salah satu Tema dekorasi rumah berikut:
    • Glamorous Deco: Gaya mewah, anggun, sekaligus menyenangkan untuk hunian lebih menawan;
    • Neo Deco Candy: Ceria dan kekinian dengan sentuhan warna pastel membuat ruangan semakin chick dan Fresh;
    • Graphical Pop; Sentuhan artistik dengan warna terang memberikan suasana ruang semakin riang;
    • Solid Harmony: warna kuat tapi tetap memikat, memberikan kesan aktif dan dinamis pada ruangan.
  • Artikel wajib menyertakan kata kunci "Informa", "Inspirasi Rumah" atau "Ruang Tamu". kedua kata kunci tersebut wajib ditempel link ke https://informa.co.id/thematic-promotion;
  • Artikel wajib menjelaskan tiga keunggulan Informa yaitu Mudah, Lengkap, dan Banyak Hadiahnya;
  • Minimal artikel memuat 500 kata dilengkapi dengan foto/video/infografik yang menarik;
  • Blog harus TLD alias bukan blog gratisan;
  • Blog Berumur lebih dari 1 tahun:
  • Tulisan wajib karya sendiri (Bukian Plagiat);
  • Peserta wajib mengikuti akun sosial media Informa:
  • Peserta wajib mendaftarkan diri sebelum tanggal 30 September 2019 di formulir pendaftaran ini
  • Peserta wajib submit link postingan di formulir submit ini sebelum tanggal 30 September 2019


Sunday, 15 September 2019

Cara Ampuh Menjaring Pembeli di Facebook Marketplace


Facebook Marketplace
Facebook Marketplace
Setelah saya melihat Google Question Hub, ternyata masih banyak orang yang tidak bisa memahami algoritma Facebook Marketplace. Jujur saja saya awalnya juga tidak memahami bagaimana cara menyaring banyak pembeli dari platform jual beli besutan Facebook ini. Namun lama kelamaan mulai terbaca alur algoritma Facebook Marketplace.
Maka dari itu kali ini saya ingin menyalurkan cara untuk menjadi seller jagoan melalui Facebook Marketplace.

Posting dengan Benar

Tidak jarang saya menemui postingan dengan kalimat yang tidak wajar atau membuat bingung. Bagaimana akan laku jika penawaran kita saja sudah membuat calon pembeli bingung. Bukannya laris malah akan diacuhkan orang.
Maka dari itu posting hal yang tidak membuat bingung calon pembeli. Terlebih pada harga dan judul. Usahakan postingan ini membuat orang tertarik dan calon pembeli mengirimkan pertanyaan melalui DM.

Buat Calon Pembeli Bertanya

Kalau saya pada awalnya memang merusak harga. Karena memang harga beli saya sangat jauh lebih murah dari harga pasaran. Sehingga dari harga yang menarik tersebut bisa menjadi daya magnet untuk pembeli. Meskipun hanya bertanya saja tanpa membeli, penjual akan mendapat keuntungan.
Kok bisa? Iya bisa. Karena semakin sering ada orang bertanya, postingan anda akan semakin sering tayang. Penjual lain pasti kalah dengan anda yang dagangannya sering dilihat orang lain. Bahkan saya sampai download Facebook Messenger. Karena saya mengusahakan interaksi tidak melalui media selain Facebook Messenger.

Selalu Fast Response

Ini juga menjadi pertimbangan penting bagi Facebook. Karena waktu rata-rata membalas anda akan dihitung oleh Facebook. Semakin cepat anda membalas maka semakin unggul postingan anda. Biasanya setiap satu bulan sekali -kalau memang anda sangat aktif- Facebook akan mengirimkan rata-rata waktu balasan anda.
Kunci pokoknya jangan sampai ada pesan yang tidak anda balas. Lebih baik pesan anda yang tak terbalas daripada anda tidak membalas pesan. Karena jika lebih dari satu jam anda tidak membalas pesan siap-siap saja postingan anda akan tertutup oleh postingan orang lain.

Buat Postingan Banyak

Jika postingan awal anda sudah kalah alias tertimbun oleh postingan orang lain, maka solusi paling tepat adalah membuat postingan lagi. Nantinya postingan ini bisa anda manfaatkan untuk menjaring calon customer yang tidak sempat melihat postingan awal.
Trik mudah untuk membuat postingan baru yaitu siapkan foto yang berbeda. Saya biasanya hanya memposting satu foto di setiap postingan. Satu foto ini untuk berjaga-jaga jika postingan awal saya sudah kalah masih ada stok foto berikutnya. Karena tidak akan bisa terposting jika memposting dengan kalimat yang sama, judul yang sama serta foto yang sama. Facebook akan mendeteksi postingan SPAM.
Jika postingan awal anda sama sekali tidak ada yang bertanya, sebaiknya hapus postingan dahulu. Seminggu kemudian posting lagi.

Inti dari algoritma Facebook Marketplace adalah semakin anda sering berinteraksi melalui DM Facebook maka semakin naik postingan anda. Cara menyiasatinya adalah setiap 3 hari sekali anda harus follow-up calon pembeli yang hanya bertanya-tanya saja. Meskipun pertanyaan anda diacuhkan pasti akan berefek pada postingan anda.
Sekian tips dan trik berjualan di Facebook Marketplace. Semoga membantu. Jika ada pertanyaan terkait jualan di Facebook bisa tanya di kolom komentar. Nanti pasti akan saya buatkan artikel untuk membalasnya.

Saturday, 14 September 2019

Info Lomba Blog Deadline 20 Oktober 2019


Sumber: IG akun InfoLombaBlog
Kali ini lomba blog berasal dari Aceh untuk warga Aceh. Namun tidak diwajibkan ber KTP Aceh. Lomba ini diadakan dalam rangka Estafet Budaya Aceh. Terselenggaranya Estafet Budaya Aceh ini dimaksudkan untuk mempublikasikan budaya Aceh oleh remaja Aceh sendiri. Tentunya dengan pemasaran bisnis digital seperti layaknya promosi bisnis lainnya. Jadi buat kamu pemuda Aceh rasanya wajib berpartisipasi dalam lomba blog kali ini. Selain bisa mempromosikan budaya daerah, kamu juga berkesempatan memenangkan hadiah sebagai berikut:
Juara 1: 6.000.000 + trofi + sertifikat
Juara 2: 5.000.000 + trofi + sertifikat
Juara 3: 4.500.000 + trofi + sertifikat
Juara harapan 1: 3.000.000 + trofi + sertifikat
Juara harapan 2: 2.000.000 + trofi + sertifikat
Juara harapan 3: 1.000.000 + trofi + sertifikat

Tema lomba blog kali ini sesuai apa yang saya jelaskan di atas, yaitu : Budaya Aceh di Mata Milenial. Sedangkan Sub Temanya adalah unsur pokok kebudayaan yang ada di dunia menurut Kluckhon. Religi, bahasa dan sastra, sistem pengetahuan, sistem sosial masyarakat, sistem ekonomi, peralatan dan teknologi, serta kesenian.

Langsung saja kepada syarat lomba:
  • Usia blog minimal 6 bulan dan memiliki 3 artikel;
  • Blog yang diikutkan bisa blog berbayar atau blog gratis (Kompasiana, Blogger, atau Wordpress), bahkan dapat menggunakan note Facebook dengan setting public;
  • Panjang artikel 700-1000 kata;
  • Di dalam judul wajib menyertakan kata kunci "Budaya Aceh";
  • Artikel wajib menyertakan 2 foto. Jika mengambil dari sumber lain wajib menyertakan sumber foto;
  • Wajib share link postingan di Facebook dan Twitter, bukti berupa rekam layar yang dikirimkan ke email panitia (estafetbudayaaceh@gmail.com);
  • Peserta maksimal bisa mendaftarkan 3 karyanya;
  • Pendaftaran bisa dilakukan di https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe4QZCHjK124KZm0prtWGfhPdZPvCQXZ2ZaqeXrsMOwl7W6lA/viewform
  • Artikel wajib menggunakan bahasa Indonesia, jika menggunakan kalimat asing wajib untuk dijelaskan dalam bahasa indonesia;
  • Lomba dibuka sampai 20 Oktober 2019.


Aspek yang dinilai
  1. Kesesuaian tulisan dengan tema;
  2. Kualitas pesan yang disampaikan;
  3. Kreatifitas tampilan blog;
  4. [Nilai tambah] postingan menggunakan Video, Infografis, atau musik yang dibuat sendiri.


Sekian info lomba blog yang dapat saya sampaikan. Semangat ikut lomba yaaa, semoga menang dan dapat mempublikasikan Budaya Aceh.

Thursday, 12 September 2019

[Resensi] Buku Perihal Cinta Kita Semua Pemula


Mohammad Ali Ma'ruf
Cover Nyentrik

Sebuah buku yang dapat dikatakan mboh yang dikeluarkan mojok. Penulisnya biasanya muncul di video besutan mojok, siapa lagi kalau bukan Ali Ma'ruf. Ia dengan nekat mengeluarkan buku berjudul "Perihal Cinta Kita Semua Pemula". Sangat unik memang judulnya. Seakan menyadarkan mereka yang menyombongkan perilaku pacaran beberapa kali.
Awal beli buku ini saya kira ini buku dengan rentetan sarkasme khas mojok. Lha kok ternyata cuma kumpulan kata-kata bijak yang cenderung menyerupai status sosial media. Kecewa pastinya, jika buku yang saya idam-idamkan itu isinya tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Mungkin benar salah satu quote yang berbunyi "Yang menyakitkan bukanlah cinta
Tapi, Harapan yang terlalu tinggi dan tidak terkontrol". Mungkin harapan saya pada isi sebuah buku ini terlalu tinggi, jadi sangat susah untuk dikontrol.
Isinya hanya berbagai status yang dikumpulkan di tiap lembarnya. Entah buku genre apa lagi seperti ini. Karena saya baru menemui buku yang bisa dihabiskan dan pasti masuk di otak hanya saat ini saja. Setidaknya buku yang berbonus permen lolipop dan pembatas buku ini sukses membuat saya tertawa terbahak-bahak di tengah internet Manokwari yang masih mati. Mungkin karena memang tidak ada hiburan lain, jadi saya berusaha menikmati secercah kenikmatan dari buku Ali de Praxis ini.
Quote yang ditulis rasanya dapat mengundang kalimat "cieeeee" yang bersemayam di dalam dada. Deretan quote khas Ali ini memang sangat singkat namun jleb. Susah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Hanya sebuah senyum saja rasanya yang bisa menggambarkan betapa kocak namun romantisnya jajaran kalimatnya. Sangat remeh namun memiliki kelasi sastra yang sangatlah tinggi.
Tapi kembali lagi, untuk saya yang tidak pernah menikmati buku seperti ini pasti sangat shock. Biasanya menikmati buku paling cepat hanyalah seminggu, ini hanya kurang lebih dua jam saja sudah selesai. Hanya desain dan kata-katanya saja yang dapat ternikmati. Lagi-lagi dari sisi saya -yang baru membaca buku kumpulan quote-  ini belum bisa dinyatakan sebagai buku. Lebih kepada status pendek yang tersaji secara offline berupa kertas.
Lain halnya jika anda suka memoto kalimat saat membaca buku. Pasti akan banyak sekali quote yang dapat difoto dari buku ini. Menggambarkan kerinduan, kasmaran, maupun kesedihan. Jika itu tujuan anda membeli buku maka saya sangat merekomendasikan buku ini. Saya jamin tidak ada quote kodian yang sudah awam di khalayak ramai.