Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Pencarian

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Sunday, 2 October 2016

Romantisme Perjalanan dengan Si Pitung Episode 1


Hai all. Kemaren saya ada kesempatan jalan-jalan ke Surabaya untuk menghadiri acara diskusi investor yang diadakan oleh Investor saham pemula Surabaya. Acaranya sebenernya hari sabtu namun saya dari pada jauh-jauh ke Surabaya datengin satu acara mending berangkat jum’at dan bersenang-senang di jalan dengan si pitung dulu. Pitung ini merupakan sebutan Honda 70 milik bapak yang (sementara) saya pakai ngalor ngidul. Pitung ini mesinnya masih original Honda 70 yang memiliki 3 gear, klo ccnya mungkin 80an kali ya? Soalnya gak pernah searching juga soalnya.

Petualangan dengan pitung dimulai dari rumah. Setelah selesai sholat jum’at sayapun mulai berkemas dah bawa pakaian satu setel (baju dan celana santai) sekaligus sandal. Packing udah selesai sayapun langsung jalan. Sebelum cerita dimulai untuk informasi saya hari itu juga dapet panggilan psikotest di sawojajar. Dan sayapun mulai memulai perjalanan menuju sawojajar dengan si pitung tentunya. Dalam perjalanan si pitung masih terlihat sehat wal afiat. Biasanya si pitung ini lampunya suka tiba-tiba mati biasanya masalah kelistrikannya yang gak stabil. Setelah satu jam perjalanan saya  sampai juga di sawojajar. Dan anda tahu kantor outsourchingnya kosong mlompong hanya ada 3 orang pria memakai kaos dan ngobrol santai.

Dalam hati berteriak “sial, telat nih kayaknya”. Setelah dipanggilkan bagian psikotestnya yang berupa mbak-mbak berkerudung dan benar juga feeling saya. Damn gak professional nih perusahaan, masak di undangan jam 13.00- 17.00 saya datang jam set 3 di kata telat. Pukulan keras tersebut membuat kepala nyut-nyutan.  Seperti ada kalimat “hari ini saya bakal sial nih” yang teriak di hati besar saya. Lebay kan??? Memang itu lebay itu adalah konsep tulisan saya kali ini. Setelah mendapat pukulan keras tersebut saya mulai kelimpungan keluar kantor tersebut menemui si pitung. Mesin di nyalakan dan mulai cus deh. OTW Surabaya cuy, eh bukan Surabaya sih tapi transit di sidoarjo dulu.

Dan kamipun bertolak menuju sidoarjo dengan perjalanan yang memang saya set slow motion dengan kecepatan tidak lebih dari 40 Km/jam. Untuk menambah efek romantisme perjalanan saya dan pitung saya memberikan jeda waktu untuk pitung menghela nafas dan setiap putaran gas yang ada di setir merah itu. Sekian dulu deh dibuat berepisode aja kali ya biar blog saya gak sepi. Dua minggu lagi saya apdet dah. Ini udah jadi tulisan tapi di waktunya saya set 2 minggu lagi. (iseng banget ya?). oke trima kasih atas kesediaan anda membaca tulisan saya.

0 comments:

Post a Comment