Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Tuesday, 18 April 2017

Pindah Nyoklat dikampung Coklat




Hi readers.... kemarin akhir bulan maret saya sempatkan jalan-jalan sama keluarga kekampung coklat. Sedikit buka rahasia deh, sebernernya saya sudah lama mendengar nama kampung coklat ini. kalo gak salah dari tahun 2015. Tapi yah karena kendala tidak ada yang mau di ajak ngeluyur kesana, maka baru kesampean kemarin. Tuh sedikit curcol tentang cita-cita saya ngunjungin kampung coklat.


Jika kita sampai di Jl. Banteng Blorok No. 18 Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Pasti mulai rame tukang parkir yang dengan sigap mengarahkan kendaraan anda ke tempatparkir yang mereka sediakan. Saya kasih sedikit saran “jangan gegabah untuk memarkir kendaraan anda!” jika anda salah tempat parkir bisa-bisa anda harus jalan jauh. Mendingan anda liat-liat dulu tempat parkir terdekat dari lokasi wisata.

Setelah memarkir kendaraan, anda diwajibkan untuk memasuki lorong dengan hiasan dinding yang berbeda dari biasanya. Hiasan dengan keterangan sejarah coklat dari suku maya sampai masuk indonesia ini sengaja di tata berdasarkan scene. Dan scenenya itu ditata berdasarkan kronologis, yah bisa dibilang mirip relif di candi-candi gitulah. Jika anda tertarik menyimak sejarah coklat wajib hukumnya buat jalan pelan-pelan di dalam lorong ini.


Setelah keluar dari lorong yang bisa disebut lorong sejarah tersebut anda barulah menemui loket penjualan karcis masuk. Untuk masuk ke kampung wisata coklat ini hanya dikenakan 5.000. setelah membeli tiket anda dapat meluncur ke dalam. halnya paling membuat saya terkesan adalah rapih dan bersihnya tempat ini. tempat yang menurut saya seperti pujasera di kebun coklat berpaving ini punya banyak stok tempat duduk yang banyak banget. Jadi jangan takut kehabisan tempat duduk.

Di sisi kanan kampung coklat ada panggung musik dan pendopo yang dapat membuat anda duduk santai sembari menikmati berbagai olahan coklat yang di jual di setiap counter. Disetiap sisi ada beberapa titik yang menyediakan terapi ikan. Cukup membayar sejumlah uang anda dapat menikmati terapi ini sepuasnya. Di sisi kiri kampung coklat juga tetap ada kursi dan meja untuk pengunjung, disisi ini sepertinya difokuskan untuk pengunjung yang membawa anak-anak. Terbukti dengan adanya playzone dan kolam renang yang siap memanjakan putra putri anda. Disini juga ada istana buatan yang disediakan untuk anda yang ingin foto narsis dengan background istana. Dijamin seru deh buat anda para pecandu selfie.


Fasilitas buat pecandu kuliner sudah ada, pecandu terapi sudah terwadahi dengan adanya terapi ikan, buat yang bawa putra putri sudah ada juga. Satu lagi buat anda para pembaca yang tergolong ibu-ibu pecandu shoping oleh-oleh anda bisa berburu oleh-oleh tentang pernak pernik coklat ataupun coklat itu sendiri. Produk turunan coklat pun juga ada di dalam minimarket yang terletak di sudut pintu keluar. Disini juga ada oleh-oleh yang tidak ada sangkut pautnya dengan coklat ataupun kampung coklat, seperti ikan, tumbuhan buah-buahan dan lain sebagainya.Jadi buat anda yang belum ke kampung coklat harus mengunjungi kampung yang dapat predikat (dari saya sendiri) sebagai kampung bebas jorok dan sarat akan aura refreshing ini.hehehehe.

0 comments:

Post a Comment