Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Friday 7 September 2018

Nasib Pengais Adsense Dikala Rupiah Melemah



By: Luerat Satichob

Akhir-akhir ini nilai tukar rupiah semakin terpuruk. Berbagai pakar dadakan pun muncul bak bara api di tengah padang pasir. Bukannya memberikan hawa sejuk malah memberikan hawa panas. Ditengah kebutaan informasi tersebut, saling tuduh antar tim sukses calon presiden malah terjadi. Sekali lagi, tidak mencerahkan malah mengeruhkan.
Pelemahan nilai tukar merupakan hal yang sangat menyakitkan memang. Mengutip pernyataan pak Dahlan Iskan yang menyatakan pelemahan nilai ini seperti pencopet yang tak berwujud. Beliau menganalogikan demikian karena telah tercopet beberapa ratus juta. Karena uang yang harusnya dapat dijadikan uang saku malah terdepresiasi gak karuan larinya.
Bila sudah begini yang diuntungkan adalah mereka yang pernah menukar uang (dari rupiah ke dollar) dengan nilai yang lebih murah. Bayangkan saja, bila menukar dollar saat nilainya Rp. 12.000 /dollar terus sekarang naik seharga Rp. 14.900/dollar. Pasti akan “laba” 2.900 per dollarnya.
Tak hanya penyimpan dollar saja yang diuntungkan. Beberapa orang yang kerjanya bersinggungan dengan dollar juga akan menikmati manisnya pelemahan rupiah. Saya ambil contoh blogger seperti saya ini. Dalam sebuah blog pasti akan mencantumkan adsense untuk penghasilannya. Bila penghasilan tersebut harga per kliknya dihitung dengan dollar pasti akan legit juga hasilnya. Memang harga per kliknya tidak naik, bila sudah ditetapkan 1 dollar maka tetap 1 dollar. Tapi bila nilai tukar rupiah lemah seperti saat ini pasti nilai tukarnya dalam dollar tersebut akan tinggi. Hal ini berujung pada nilai per kliknya tinggi juga (bila sudah dikonversi ke rupiah).
Memang ilmu seperti ini dapat dikatakan berpesta di atas tangisan traveler yang akan jalan-jalan ke luar negeri. Tapi apa boleh buat, biarkan traveler mengurungkan tertawanya, dan kita para blogger, youtuber, dan semua pekerja di depan layar menikmati pelemahan nilai tukar yang melemah, lesu, dan lunglai ini.

0 comments:

Post a Comment