Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Tuesday, 3 December 2019

Genjotan Menuju Produktivitas Negeri



SDM Unggul Indonesia Produktif
Genjotan Menuju Produktivitas Negeri

Dulu jaman saya kecil pernah diajak kakak untuk berkeliling kios menawarkan keripik usus, setiap senin malam saya dan kakak mengedarkan keripik tersebut. Lain dahulu lain sekarang, di era teknologi 4.0 ini saingan usaha kian ketat, berbagai Negara dapat menjadi pesaing dengan sekali klik di gawai saja. Sejalan dengan adanya internet untuk bisnis, kini jualan dapat dikatakan semakin mudah pun juga sah saja jika kita mengatakan semakin sulit.
Awalnya saingan penjual eceran hanya tetangga kecamatan, kini pesaingnya langsung dari tempat antah berantah yang tidak kita ketahui. Tapi tunggu dulu, meskipun pesaingnya lintas negara, kita bisa memenangkan persaingan usaha dengan berbagai ilmu. Ibarat kata kita akan berperang di dunia internet dalam menawarkan barang, bagaimana caranya agar dapat menjangkau setiap orang yang ada di seluruh jagat melalui dunia maya? Ada ilmu bahasa yang harus kita kuasai dahulu, agar komunikasi lancar. Pun juga ada ilmu-ilmu lain yang seharusnya kita kuasai untuk memenangkan pertarungan. Setidaknya berikut adalah beberapa ilmu yang wajib dikuasai selain bahasa.

Search Engine Optimization (SEO)

Mesin pencari ibarat traktor ladang internet, semua orang pasti akan menanyakan berbagai hal di internet. Jika sudah menang di mesin pencari (katakanlah Google) kita sudah dikatakan separuh memenangkan pertarungan. Tinggal bagaimana kita memenangkan setengahnya lagi, dengan cara memberikan kualitas yang bagus dan pelayanan yang baik saja.
Mesin pencari yang saya maksut adalah mesin pencari yang hingga saat ini masih belum tergantikan, ya benar Google. Sekali tayang di halaman pertama Google dengan strategi yang tepat pasti akan membuat produk lebih dikenali. Menjadi terkenal hanya butuh strategi yang ampuh, lain halnya dengan jaman dahulu kita harus beriklan di televisi dahulu baru produk kita dapat dikenali masyarakat luas. Meskipun akhir-akhir ini juga ada penawaran untuk beriklan di Google, tapi tetap jika berangkat tanpa strategi akan sia-sia.
Hal ini terbukti ampuh untuk mendatangkan pesanan yang lebih banyak. Karena mayoritas milenial (sebutan untuk anak kekinian) sebelum membeli barang pasti akan bertanya ke Google dahulu. Mulai dari jenis, kualitas, sampai pada ujungnya dimana membeli barang tersebut. Pasti akan banyak sekali pembeli jika kita menjual pada website yang dibangun dengan bungkus SEO. Websitenya akan semakin terkenal dan produknya pun juga akan laku keras. Sekali lagi meskipun tidak ada jaminan.

Internet Marketing

Sebetulnya internet marketing ini sangatlah luas. Semua hal yang menjadi prospek bisnis untuk berjualan di internet dapat dikatakan internet marketing. Seiring berjalannya waktu cara berjualan di internet semakin berkembang, tidak hanya menawarkan barang saja tapi hingga pada taraf membuat influencer baru lalu mempromosikan barang dagangannya sendiri.
Berbagai macam strategi untuk menggaet pembeli di internet hendaknya sudah dikuasai penjual sebelum meluncur ke pasar daring. Banyak negara yang saat ini sudah membuka diri untuk mendatangkan mentor bisnis dalam hal internet marketing. Hendaknya jika Indonesia mengikuti jejak langkah negara-negara tersebut untuk menjadi maju. Banyak negara sudah meyakini ilmu yang satu ini memang sangat fleksibel, sehingga mereka tidak cukup mendatangkan pakar hanya sekali saja. Setiap ada update informasi mereka undang pakar untuk belajar. Memang terlihat akan menghabiskan uang besar, tapi jika tidak mengikuti perkembangan jaman Indonesia akan ketinggalan jaman.

Expor-Impor

Setelah memberikan pembelajaran dalam hal berjualan hendaknya SDM Indonesia diberikan informasi terhadap hukum ekspor maupun impor. Karena seperti yang sudah saya tuliskan di atas, SDM kita seharusnya diberikan ilmu tentang berjualan di pasar global. Dengan menggunakan internet tak ayal SDM Indonesia akan dapat menjual produknya ke benua lain.
Mungkin tidak hanya dicukupkan dalam ilmu hukum impor yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia saja, tapi hendaknya juga mempelajari cara ekspornya juga. Bukankah negara akan maju jika bisa menjadi penjual, neraca perdagangan akan menjadi surplus bila kita terus-terusan ekspor barang ke luar negeri. Maka dari itu sangat mengherankan bila ilmu untuk step by step dalam berjualan di luar negeri tidak diajarkan.
Mungkin juga pemerintah baru dapat mendorong ekspor dengan cara bekerjasama dengan toko online yang berskala international. Seperti Alibaba, Amazon, dan toko online lain. Menjadi keuntungan besar sepertinya jika kita dapat bekerjasama dengan toko online lain, sembari membangun toko online yang berskala Internasional seperti yang dilakukan Bukalapak. Menurut saya dukungan penuh pemerintah dalam menembus kerjasama internasional ini dapat lebih cepat, dari pada setiap perusahaan swasta membuat kerjasama sendiri-sendiri.

Memang ketiga pengajaran ataupun eksekusi tersebut akan hanya menjadi angan-angan tidak nyata secara online saja. Karena memang dunia saat ini sudah bertransformasi semenjak adanya internet. Semua hal akan dipaksa untuk bersentuhan dengan ilmu online yang dapat saja berubah setiap saat. Mulai dari ilmu SEO sampai Internet marketing pastilah akan bersinggungan langsung dengan hal yang dapat disebutkan dengan daring.
Risiko pemerintah baru jika mengeksekusi ide dan gagasan yang saya sebutkan adalah menyiapkan anggaran yang lumayan besar. Karena setiap waktu ilmu perinternetan berkembang, perkembangan ilmu tersebut berjalan secara lebih cepat, dan otomatis setiap waktu harus ikut perkembangannya dengan berinvestasi ilmu secara rutin. Tidak bisa dengan cara pengajaran sekali saja lantas tidak menghadirkan mentor lagi karena berharap ilmu yang sudah dikuasai saat ini sudah cukup.
Jika boleh mengambil contoh nyata pembekalan SDM yang nyata seperti kebijakan Kadin dalam sosialisasi Paspor Barang ke daerahyang tercetus dalam rapimnas yang tersenggelenggara kemarin di Bali. Dengan sosialisasi seperti yang dilakukan Kadin Indonesia ini rasanya akan memperoleh dampak nyata pada daerah-daerah di  Indonesia. Pasalnya selama ini pembangunan SDM dalam hal perdagangan International hanya berpusat pada Jawa Sentris. Sehingga potensi 40% Populasi ASEAN ada di Indonesia, 36% GDP ASEAN ada di Indonesia, dan 42% Wilayah ASEAN ada di Indonesia ini menjadi kurang maksimal. Karena pembangunan SDM saat ini hanya berpusat di Jawa. Jikalau dari 40% populasi ASEAN yang ada di Indonesia tersebut pemerintah dapat menyiapkan SDM sekitar 30%  saja, negeri ini sudah dapat dikatakan sangat maju.
Karena jika 30% populasi sudah bisa dimaksimalkan untuk menguasai pasar dagang ASEAN, pastilah sekitar 50% perputaran uang di ASEAN akan berfokus di Indonesia. Dengan syarat tidak adanya Jawa sentris dalam share ilmu maupun pasar. Katakanlah setiap daerah di Indonesia sudah menguasai ketiga ilmu yang saya katakan di atas, ditambah adanya kerjasama dari pemerintah dengan toko online yang sudah mendunia pasti akan menjadi kombinasi jitu dalam membangun SDM Indonesia.

Sebagai pesan penutup saya ingin mengatakan bahwa Indonesia sudah memiliki wilayah yang luas dan penduduk yang banyak. Secara kuantitas kita sudah menang banyak, hanya mendobrak kualitas yang dapat dibangun dengan cara daring. Sayang rasanya jika hanya menjadi pembeli saja tanpa memanfaatkan potensi yang kita miliki. Toh dengan online sudah bisa memangkas ongkos transportasi dalam mengembangkan SDM. Hanya butuh silabus pendidikan yang digarap secara serius dan tidak hanya berhenti di teori saja. Karena jika SDM Unggul Indonesia Produktif. 


Info Grafis Indonesia Di Banding Asia Tenggara
Info Grafis Peluang Indonesia Di Mata ASEAN
*Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog yang diadakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)

23 comments:

  1. Ini yang paling mendasar menurut gw dalam pembangunan sebuah bangsa, SDM. Kalo SDM-nya maju, kita jadi tau cara merubah barang mentah menjadi barang jadi, jadi lebih kreatif. Termasuk semngat dan etos kerja juga dibangun. Ana-anak jaman dulu dibentak sama guru mah biasa. Lah jaman sekarang, dibentak guru bentar langsung lapor polisi. Cape dehhh

    Hasil akhirnya? Noh, anak-anak baru lulus, suruh kerja mentalnya letoy banget. Pengen gw gebuk, tapi anak orang. Kalo gak gw didik, nanti mereka gak bisa kerja. Duh, abang pusing deh jadinyahhh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget, teriak kerjaan susah pas ada kerjaan malah gak mau ngerjain.

      Delete
  2. Internet Marketing ini seru sih ya, cuma sepertinya perlu strategi yg lbh tepat aja supaya target yg kita tuju bisa relate dan tidak merasa terganggu.
    Meskipun sebenarnya permainan alam bawah sadar untuk meningkatkan hasrat konsumtif ini so far so efektif dan kemajuan teknologi tentu tidak dapat dibendung lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya itu bos, kita harus tingkatkan pendidikan terkait internet marketing

      Delete
  3. Pemahaman tentang internet marketing sudah menyentuh hampir semua lapisan masyarakat. Dalam hal ini google sudah memainkan peran besar yg secara tdk langsung memberikan minat dan edukasi terkait internet marketing.Bukan saja soal google sebagai search engine, tapi inovasi-inovasi yg semakin berkembang sejak ada google Adsense yg semakin mengembangkan potensi YouTube sebagai sarana kreativitas para content creator (yg sekarang sudah mampu menyaingi chanel TV konvensional),AdMob dan lain-lain.

    Untuk berbicara dalam skala Nasional, dalam hal ekspor impor sebagai penopang pemasukan negara tentu merupakan hal yg berbeda,karena melibatkan banyak unsur di dalamnya, politik dan ekonomi baik internal maupun internasional. Isu lingkungan, ditambah aturan dan kebijakan investasi dan kerja sama internasional.

    Saran saya pembahasan ini harus dibuat terpisah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suiap bang, benang merahnya sebetulnya cara ekspor melalui digital marketing sih. Jadi SDM indonesia lebih siap untuk ekspor dimanapun hanya bermodalkan internet.

      Delete
  4. Bagus entrinya. Salam kenal dari Malaysia.

    ReplyDelete
  5. Baru pertama mampir ke blog ini. Salam kenal ya Mas hehe. Mikirin SEO pas mau post tulisan gak ada ruginya memang, bisa naikin views dan unggul di mesin pencarian. Btw have a good luck for you Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiinnn makasih kunjungannya.
      Memang untuk sekarang SEO adalah koentji

      Delete
  6. Yess..setuju bgt. Entrepreneur ship, jiwa untuk menjadi perintis, bukan jiwa kuli, harus dimasukkan ke lini pendidikan.
    Bersyukur di kurikulum k13 sekarang, sudah mulai ada muatan kewirausahaan, bahkan untuk sma umum, bukan hanya smk saja.
    Hanya saja memang fokus ke pengenalan pengembangan perdangangan online belum banyak di mapel kewirausahaan tersebut.
    Masukan bagus nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mungkin dengan peluang yang sudah saya sebutkan di atas, dapat menjadi sedikit senjata sehingga dapat menjadi koreksi untuk pemerintah dalam menumbuhkan keunggulan sdm.

      Delete
  7. Mungkin nanti bisa direview mas, gimana hasil internet marketing lewat FB Ads soalnya, dengan 50 ribu saja iklan kita sudah bisa tayang mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suiap... Saya sudah coba. Segera tayang ya mas bro.

      Delete
  8. Sekarang memang sudah eranya digital marketing. Internet untuk bisnis dan edukasi sudah menjadi kebutuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya saya followed blog ini ya. Thx

      Delete
    2. Betul, era 4.0 ini kayaknya masih jakarta sentris saja. Sehingga potensi masih belum tergenjot maksimal.

      Suiap pak vicky, terimakasih atas followingnya.

      Delete
  9. jaman sudah berubah ya, kita harus selalu belajar dan belajar, untuk itu kita tidak boleh sedikitpun merem terhadap teknologi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indonesia memiliki pptensi yang lumayan hebat, apalagi bila dibungkus dengan teknologi.

      Delete
    2. Ibu-ibu sekarang juga lagi ngehits2nya belajar internet marketing bahkan sampek funneling! keren banget emang...

      Delete
  10. Negeri kita luas emang satu modal. tapi kayaknya terlalu luas juga karena SDA kita tidak cukup sebagai modal ut membangun semua wilayah.

    Ya setuju dimulai juga dengan SDM.
    Semoga sukses lombanya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih pak, iya luas wilayah akhir-akhir ini masih bisa dikalahkan dengan komunikasi dengan internet pak. seperti komunikasi kita kali ini, saya bisa komunikasi dari papua dengan mudah.

      Delete