Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Friday, 9 April 2021

Mal pertama di manokwari




Masih ingat dalam ingatan saya, saat kami yang di manokwari ini ikut diklat online ditanya "apa di Manokwari ada mall pelayanan publik?" Oleh widyaiswara saat mata pelatihan Whole of Government. Dengan lantang dan sedikit bercanda saya jawab, "jangankan mal pelayanan publik pak, mal buat belanja saja masih belum ada". Lantas seluruh siswa diklat yang mengikuti zoom pada waktu itu tertawa. Sedikit lucu memang tapi banyak mirisnya. Di saat semua daerah bertransformasi membuat mal pelayanan publik, di Manokwari sendiri mal biasa pun tak ada.

Tapi kemirisan tersebut pertanggal 3 April 2021 kemarin sudah putus. Manokwari city mal hadir di Manokwari. Seakan menjadi sebuah telaga di tengah keringnya padang pasir. Mal yang digagas oleh Hadi dan bertempat di belakang Swissbell hotel ini menjadi barang baru yang wajib disaksikan semua orang. Husen dan Mas Mallangi hari itu juga turut meramaikan pembukaan mal dengan sekedar jalan-jalan ke sana. Pun juga firman yang dosen FKIP itu juga sudah memajang status berfoto di lantai atas dengan background langit biru disertai awan putih.

Perlahan saya mengingat ciri khas swissbel yang biasanya pasti di samping mal. Awalnya Manokwari menjadi pengecualian ciri khas hotel itu. Namun kini lagi-lagi pengecualian tersebut tercerabut. Ternyata ada rekor yang terukir pun juga ada rekor yang terhapus dalam waktu bersamaan.

Sebetulnya banyak juga yang didobrak dari pembangunan mal yang sebetulnya sudah mau grand opening pada tahun lalu. Selain menjadi mal pertama di Manokwari, juga menjadi gedung bioskop pertama di Manokwari. Namun gedung bioskop itu masih belum dioperasikan. Entah memang masih belum siap atau menunggu tuan covid parlente dari negeri cina itu lenyap. Yang penting ini menjadi angin segar bagi saya yang memiliki circle pecandu film terbaru. Biar tidak ada drama menunggu film tersebut tayang di layar batik air lagi saat ada film baru.

Semoga saja mal ini dapat awet, tidak seperti fasilitas pemerintah lainnya. Meskipun mal ini bukan fasilitas pemerintah. Dan juga semoga mal ini dapat menjadi saingan yang seimbang untuk toko nurati dalam hal "The Real Toserba On Manokwari"

0 comments:

Post a comment