Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Wednesday, 27 December 2017

Sumber Jeruk Bersama Keponakan


Keluarga tak akan memiliki makna jika kehilangan kata keluar, sengaja saya mengutip status IG yang saya buat tepat setelah berlibur bersama para keponakan. Meskipun usia berbeda jauh rasanya sangat nikmat untuk spending time bersama mereka. Karena jarang-jarang juga para keponakan yang berasal dari 3 ibu ini mau diajak liburan bersama.

Berliburnya pun hanya untuk mengetahui tempat liburan baru yang tak satupun dari kelompok ini mengetahui. Nama tempat yang kami tuju yaitu Sumber Jeruk, nama sebuah sumber yang terletak tak jauh dari Sumber Maron. Jarak dari Sumber Maron sekitar 50 meter. Jika anda pernah ke Sumber Maron pastilah mengetahui lapangan di kanan jalan tepat di samping SD. Di belakang lapangan tersebut ada sebuah sumber yang masih jarang orang mengetahui.

Awal mula kami mengetahui sumber ini karena Yudis anak pertama dari kakak kedua saya pernah mendengar dari temannya. Menurut info yang dihimpun olehnya di samping Sumber Maron ada sebuah sumber yang masih sepi. Disusunlah rencana liburan bersama beberapa bocah lainnya, setelah berkumpul kami berangkat bersama 4 anak lainnya.

Di sebuah lapangan kami menanyakan nama sumber tersebut dan benar saja abang parkir yang ada di lapangan tersebut mengetahuinya. Saya menduga disana ada sumber karena sudah melihat di Google Map, ada titik hijau yang bertuliskan Pemandian Sumber Jeruk.

Setelah menuruni satu persatu anak tangga ada sebuah kolam yang airnya bening dan ber-plengsengan batu seperti sungai. Mungkin ini air yang berasal dari atas dan dibendung dan berubah menjadi kolam. Sangat segar rasanya jika para pembaca berkunjung ke sini pada siang hari yang panas. Sangat menunjang bagi anda yang menyukai olah raga air seperti renang atau freedive.
Disini jumlahnya ada 3 kolam, 2 kolam kecil yang memiliki kedalaman selutut orang dewasa dan 1 kolam besar yang memiliki kedalaman sekitar 2 meter. Maka dari itu Bima yang masih belum bisa berenang cukup keceh di kolam kecil. Tak lupa juga menjadi objek foto amatiran saya di kolam kecil tersebut.
Ngomong-ngomong tentang foto di kolam cetek, ketika saya asyik foto dengan anak-anak ada sepasang pemuda yang meminta tolong untuk di fotokan. Foto -pasangan yang membawa kertas bertuliskan married soon secara terpisah- tersebut untuk foto prewed katanya, sangat unik memang untuk pamer akan nikah. Pada waktu itu hanya satu doa yang terucap, semoga tak ada kebaperan di hasil jepretan saya. Heuheuheu.
Momen ini dialih fungsikan pula oleh para ponakan untuk meminjam cover underwater yang dibawa pasangan dari Sidoarjo ini. Dan kami pun bermain video -yang hasilnya bisa dipastikan kacau- ini di bawah beningnya air Sumber Jeruk. Setelah sekitar 5 menit kami pun mengembalikan cover tersebut. Dan melanjutkan sesi foto dengan menggunakan kamera DSLR-nya fafas.
Tak terasa matahari mulai condong ke peraduannya, tanda hari mulai sore. Entah kenapa berlibur dengan keponakan tak ada yang bisa mengalahkan. Meskipun ke Marlion Park kalau gak sama mereka rasanya masih kalah rasanya melihat canda mereka walau di Sumber Jeruk. Long life my family.

0 comments:

Post a Comment