Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Tuesday, 16 April 2019

Sexy Killer yang Sangat Berbahaya


Kubu prabowo dan jokowi
Diagram Oligarki Batu Bara (sumber: Film Sexy Killer)

Sexy Killer rasanya memang sang pembunuh yang sangat seksi, setidaknya dengan penegasan dalam film tersebut bahwa efek beruntun dari pembangunan PLTU baru yang akhir-akhir ini marak. Mungkin karena memang target kerja berlandaskan nawacita yang digaungkan 5 tahun lalu, menjadikan kebut sana kebut sini dengan tujuan mencukupi kebutuhan listrik yang ada di negeri ini.
Sedikit melenceng dengan kebutuhan energi tersebut, ternyata ada pihak yang dirugikan. Mulai dari batu bara sebagai bahan bakar PLTU, sampai pada abu PLTU yang mencemari masyarakat yang tinggal di sekitar PLTU. Tidak sampai penambangannya saja, tapi dalam film besutan Watchdoc ini menggambarkan satu rangkaian kerusakan yang timbul.
Mari saya ajak berasumsi bila pembangkit listrik tenaga uap dikurangi. Mungkin saya terlalu naif bila menuntut hal ini hilang, makanya lebih baik berasumsi untuk dikurangi saja. Energi alternatifnya bisa dari angin, panas bumi, panas matahari dan energi yang tak harus repot membakar-bakar atau biasa disebut green energy.
Bagaimana bila energi alternatif tersebut dibuatkan landasan hukum yang jelas sehingga bisa menjadi insentif bagi pemakainya. Sedikit berkaca pada Uni Eropa yang mewajibkan seluruh negara anggota memakai minimal 30% energi hijau dari total kebutuhan listrik di negeri tersebut. Kalau tidak bisa menyediakan? Ya terpaksa impor energi hijau dari negara lain. Ini menurut saya konsepnya menarik.
Selain dapat memaksa pengguna energi konvensional untuk berinovasi dengan energi hijau, juga dapat menjadikan insentif lebih bagi mereka yang sudah mau beralih dengan memproduksi energi hijau. Selain adanya ekspor impor energi ini dapat menjadi udara lebih baik, juga dapat menambah devisa negara dengan menjual listrik.
Rasanya hal ini yang perlu dikritisi, bukan tentang siapa pengusahanya yang berujung dengan inisiasi golput karena yang jadi itu-itu saja. Tapi apa yang bisa dilakukan setelah kita tahu banyak korban akibat ulah PLTU. Terus menghujat yang salah atau kita ikut berbenah. Rasanya bila saya ikut diskusi film ini, saya akan mengatakan hal ini. Bagi anda yang baru tahu Sexy Killer setelah booming di Youtube mungkin juga baru tahu kalau ada nonton bareng yang diakhiri diskusi. Sebelum dirilis di Youtube, film ini sudah diedarkan untuk ditonton bersama. Dan mayoritas nonton bareng ini diakhiri diskusi yang mendatangkan organisasi lingkungan hidup.
Mungkin pihak Watchdoc terlebih mas Dandhy Laksono sudah menyadari akan terjadi pro-kontra dari film ini. Maka dari itu diadakanlah skenario diskusi setelah nonton bareng, agar setidaknya ada pro dan kontra yang bertemu secara tatap muka, bukan hanya sekedar menjadi story WhatsApp.

0 comments:

Post a Comment