Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Monday, 5 August 2019

Ria Richis dan Prediksi Saya


Ria ricis dan netizen
Caption Pamit
Beberapa hari yang lalu saya mendengar kabar melalui Line Today bahwa Ria Richis pamit dari Youtube. Insting saya mengatakan ini Youtuber tidak akan mungkin melakukan hal seperti Reza Arab. Karena selain dia subscriber- nya sangat banyak, pun sepertinya Ria ini tergolong Youtuber yang tidak nekat. Seringkali kontennya mengikuti trend dan sangat membosankan. Meskipun Reza Arab juga membosankan tapi si Reza juga sebelumnya sudah mulai merambah industri musik.
Dan beberapa hari setelah berpamitan muncul kabar lagi bahwa Ria kembali melakukan aktivitas seperti layaknya Youtuber lainnya. Ya benar, dia kembali meng-upload videonya. "Lho ya kan, sesuai prediksi saya", kalimat ini meluncur secara spontan setelah Line Today memberikan kabar terbaru itu. Kurang lebih 2-3 hari yang lalu setelah saya memberikan prediksi.
Netizen pun langsung menyerang kanan kiri depan belakang kepada Ria. Level damage-nya sejenis dengan serangan warganet kepada Revina saat pamer tas mahal. Saya yakin Ria tidak akan menanggapi hingga makan tidak enak dan tidur tidak nyenyak. Untuk sekelas Ria yang sudah mengalami manis pahitnya dunia kolom komentar, pasti akan menanggapi ini secara lumrah. Saat itu prediksi saya seperti itu.
Lha kok ujug-ujug Line Today saat siang ini tadi mengirimkan berita bahwa Ria menuju ke Polres terdekat. Seperti seorang prediksi yang gagal saya pun mengumpat. Prediksi saya salah atas respon Ria. Ternyata ini membuktikan bahwa saya bukan cenayang sejati. Prediksi pertama benar tapi prediksi kedua salah.
Tapi saya sekarang ini juga menyayangkan Ria yang berangkat ke Polres untuk melaporkan netizen julid unfaedah. Pun juga yang saya sayangkan bukan hanya Ria tapi juga warganet yang seakan tertipu. Kok ya mereka itu percaya-percaya saja dengan Ria. Padahal sebelum-sebelumnya juga sudah ada si Awkarin yang anggun lengkap dengan kuda bertopengnya.
Awkarin dulu pernah menyatakan bahwa akan menjual akunnya. Entah saya lupa karena memang tidak penting untuk diingat dia berbicara dimana. Entah di Twitter, IG atau jangan-jangan saya juga hanya lihat di Line Today. Setelah dia mengatakan akan menjual akun, eh malah posting lagi. Ternyata dia menjual akunnya ke dirinya yang baru. Terlihat wagu dan membingungkan memang.
Dari peristiwa ini kok ya masih ada warganet yang percaya dan mem-bully Ria. Ibarat kata warganet yang terlanjur percaya kemarin itu mirip kyk squishy, udah dipencet sana dipencet sini masih balik lagi. Seakan tidak membekas sama sekali peristiwa "jual akun"-nya Karin Novilda. Maka kalau kata kalimat bijak anak aktivis Organisasi Mahasiswa Ekstern Kampus sih Jas Merah.
Dari sekian peristiwa khas artis non TV ini, sepertinya malah memberikan dampak yang sangat signifikan kepada sang artis. Sampai-sampai tidak kuat dan memilih untuk memasukkan cercaan itu ke ranah pidana. Lain halnya dengan artis TV, karena memang tidak ada kolom komen di TV ataupun acara entertainment, sehingga interaksi antara penonton dan yang ditonton tidak dapat terfasilitasi dengan baik.
Mungkin hikmah bagi saya atas pamit yang kembali khas Ria ini adalah saya mengetahui makna dari akun Line. Karena memang hampir semua teman saya tidak menggunakan fasilitas chat di Line, jadi hanya dapat melihat kabar di Line Today atau membagikan link blog di Line Square.

4 comments:

  1. Nah.. akhirnya agan bahas ini juga.. btw saya udah menduga dr awal, krn enggak mungkin 16 M Subs nutup akunnya gt aja. Kecuali dy sengaja kasi hasil adsensenya ke org2 yg kekurangan. Inilah sedikit keluh kesah saya gan. Hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuuu, lama-lama artis non TV juga ikut-ikut an populer dengan berita yang sensasional

      Delete