Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Thursday, 12 September 2019

[Resensi] Buku Perihal Cinta Kita Semua Pemula


Mohammad Ali Ma'ruf
Cover Nyentrik

Sebuah buku yang dapat dikatakan mboh yang dikeluarkan mojok. Penulisnya biasanya muncul di video besutan mojok, siapa lagi kalau bukan Ali Ma'ruf. Ia dengan nekat mengeluarkan buku berjudul "Perihal Cinta Kita Semua Pemula". Sangat unik memang judulnya. Seakan menyadarkan mereka yang menyombongkan perilaku pacaran beberapa kali.
Awal beli buku ini saya kira ini buku dengan rentetan sarkasme khas mojok. Lha kok ternyata cuma kumpulan kata-kata bijak yang cenderung menyerupai status sosial media. Kecewa pastinya, jika buku yang saya idam-idamkan itu isinya tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Mungkin benar salah satu quote yang berbunyi "Yang menyakitkan bukanlah cinta
Tapi, Harapan yang terlalu tinggi dan tidak terkontrol". Mungkin harapan saya pada isi sebuah buku ini terlalu tinggi, jadi sangat susah untuk dikontrol.
Isinya hanya berbagai status yang dikumpulkan di tiap lembarnya. Entah buku genre apa lagi seperti ini. Karena saya baru menemui buku yang bisa dihabiskan dan pasti masuk di otak hanya saat ini saja. Setidaknya buku yang berbonus permen lolipop dan pembatas buku ini sukses membuat saya tertawa terbahak-bahak di tengah internet Manokwari yang masih mati. Mungkin karena memang tidak ada hiburan lain, jadi saya berusaha menikmati secercah kenikmatan dari buku Ali de Praxis ini.
Quote yang ditulis rasanya dapat mengundang kalimat "cieeeee" yang bersemayam di dalam dada. Deretan quote khas Ali ini memang sangat singkat namun jleb. Susah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Hanya sebuah senyum saja rasanya yang bisa menggambarkan betapa kocak namun romantisnya jajaran kalimatnya. Sangat remeh namun memiliki kelasi sastra yang sangatlah tinggi.
Tapi kembali lagi, untuk saya yang tidak pernah menikmati buku seperti ini pasti sangat shock. Biasanya menikmati buku paling cepat hanyalah seminggu, ini hanya kurang lebih dua jam saja sudah selesai. Hanya desain dan kata-katanya saja yang dapat ternikmati. Lagi-lagi dari sisi saya -yang baru membaca buku kumpulan quote-  ini belum bisa dinyatakan sebagai buku. Lebih kepada status pendek yang tersaji secara offline berupa kertas.
Lain halnya jika anda suka memoto kalimat saat membaca buku. Pasti akan banyak sekali quote yang dapat difoto dari buku ini. Menggambarkan kerinduan, kasmaran, maupun kesedihan. Jika itu tujuan anda membeli buku maka saya sangat merekomendasikan buku ini. Saya jamin tidak ada quote kodian yang sudah awam di khalayak ramai.


0 comments:

Post a Comment