Pengalaman Tahun Baru 2026 di Malang: Kuliner, Mall, dan Resort Asri
![]() |
| Pagi hari pertama di tahun 2026 |
Tahun baru bagi sebagian orang merupakan hari yang istimewa, bagaimana tidak? setiap setahun sekali semua orang berbondong-bondong untuk menikmati liburannya. Hal ini dicerminkan dengan harga akomodasi yang naik, tiket transum yang susah didapat, dan wana wisata yang ramai dengan pengunjung yang ingin merasakan sensasi liburan. Begitu pula dengan saya dan keluarga kecil ini, saya begitu ingin merasakan liburan ditengah keramaian seperti kebanyakan orang-orang. Biasanya kami suku jawa akan merayakannya dengan acara keluarga dan membakar makanan seperti halnya berbeque party. Hal ini lumrah ditemui meskipun di luar jawa yang saya temui seperti dalam cerita tersebut. Namun tahun baru kali ini saya ingin mendapatkan nuansa yang berbeda, tidak pula berlibur jauh seperti yang saya lakukan pada tahun 2024 saat ke Jogja. Saya kapok untuk bermacet-macetan dengan wisatawan lain yang naik bus sedangkan saya naik motor.
Saya di tahun baru 2026 kali ini memilih untuk menghabiskan waktu di dalam kota dan staycation. Namun sebelum menuju hotel, saya ingin berwisata keliling kota Malang seperti kebanyakan wisatawan. Saya mulai perjalanan jam 8 pagi dari rumah, dengan jarak tempuh 20 Km saya ingin menikmati kuliner kota. Maklum saya sangat jarang jalan-jalan ke kota, karena takut hujan mengingat kami hanya menaiki roda dua. Sehingga di malam tahun baru ini saya ingin menikmati bagaimana sarapan nasi lemak di warung Jasa Ayah, dapat memenuhi rasa penasaran kami sekeluarga. Setelah beres sarapan, kami bergeser ke pusat perbelanjaan Mall Olympic Garden. Mungkin akan sangat aneh untuk memasukkan mall ke intinerary, tapi seumur hidup istri saya belum pernah berkunjung ke mall ini, di sisi lain saya memiliki keyakinan bahwa pengelola mall akan memberikan kejutan saat tahun baru dengan memberikan atraksi atau dekorasi tertentu. Tak disangka, anak dan istri ternyata suka sekali berkunjung ke mall ini, pun juga tak disangka pula minat saya untuk mengeluarkan uang untuk jajan di mall ini juga besar. Sehingga kunjungan ke mall ini praktis membuat dompet saya lebih tipis, mirip dengan perjalanan ke luar kota. Namun tak mengapa, namanya juga liburan.
Rampung berjalan-jalan di mall, kami langsung bergeser ke resort yang sudah kami pesan. Pas saat pukul 2 siang kami melakukan check-in. Kami menginap di Padi Heritage yang lebih asri namun tidak terlalu jauh dari pusat kota, letaknya pas di belakang Unisma. Saya memilih kamar yang ada bathtubnya, agar anak kami dapat merasakan kemewahan yang jarang didapatkan di rumah. Rencana awal, setibanya di hotel kami langsung berenang dan jalan-jalan malam menikmati keramaian kota. Namun saat check-in kami diberikan voucher makan malam, sehingga kami membatalkan rencana untuk menikmati keramaian kota di malam hari dan memilih untuk menikmati santapan malam di hotel. Rencana untuk berenang juga musnah, karena ada bak kamar mandi yang membuat anak kami mengalihkan fokus dari kolam renang kepada berenang di bak kamar mandi. Ditambah juga cuaca saat sore hari hujan deras, sehingga sangat tidak memungkinkan untuk mengajak berenang. Padahal kolam renangnya sangat estetik, di lingkungan hotel ada dua kolam renang. Pertama kolam renang seperti layaknya kebanyakan hotel, dengan keramik berwarna biru. Dan kolam renang kedua adalah kolam renang outdoor dengan aksen batu yang lebih natural dan estetik.
Selain memilih kamar yang memiliki bak mandi, saya juga memilih kamar yang memiliki balkon untuk melihat kembang api. Seperti foto dalam tulisan ini, posisi balkon menghadap ke sungai dan sedikit tertutup dengan bangunan. Meskipun begitu saat menjelang perayaan tahun baru telihat letusan-letusan kembang api di balkon kamar. Sayangnya setelah saya memakan pizza untuk kudapan pendamping kopi dalam menikmati tahun baru, sakit gigi saya mulai kambuh. Jadinya saya memilih untuk tidur bersama anak saya yang sudah capek seharian jalan keliling mall, yang menikmati tahun baru di balkon hotel hanya istri saya sendiri.
Dari perjalanan liburan kami yang seharian menghabiskan waktu berjalan bersama keluarga ini, saya mendapatkan pelajaran berharga bahwa yang sudah kita rencanakan tidak akan berjalan dengan mulus. Minimal kita harus menyisakan keikhlasan dari perjalanan yang tidak akan seindah bayangan kita di awal. Atau kalau memungkinkan sebaiknya menyediakan waktu lebih dari satu hari untuk melakukan perjalanan sesuai itinerary. Semoga dengan adanya perjalanan di awal tahun ini dapat menjadi pengingat, bahwa tidak semua yang kita bayangkan akan terjadi persis dengan bayangan kita. Ada faktor lain yang mempengaruhi perjalanan hidup ini.


0 comments:
Post a Comment