![]() |
| buku ekologi administrasi negara (sumber: OPAC UT) |
Sebelum saya meminjam buku ini, saya beranggapan bahwa isi buku ini adalah korelasi antara administrasi negara dengan sebuah ekologi (yang berhubungan dengan lingkungan hidup). Ternyata anggapan saya salah. Bila anda beranggapan yang sama dengan saya, sebelum membaca lebih dalam dan berujung kekecewaan, saran saya bacaan anda selesaikan sekarang saja di paragraf pertama ini.
Ekologi oleh prof. S. Pamudji diartikan sebagai lingkungan hidup dimana administrasi negara sendiri adalah bagian dari lingkungan yang hidup dan berkembang. Secara awam saya memahami ekologi yang dimaksut adalah lingkungan yang memiliki berbagai sistem di dalamnya, sehingga administrasi negara merupakan bagian dari sistem yang menaungi dan saling berkaitan.
Keterkaitan tersebut diulas dari berbagai aspek, mulai dari dasar hukum dan politik yang mempengaruhi sistem administrasi. Meskipun begitu masih diberikan batasan yang jelas antara politik dan administrasi sebagai wujud dari dikotomi administrasi-politik. Sehingga tidak ada ketidak jelasan antara tanggung jawab administratur dan politikus, yang kini kerap membingungkan warga negara.
Seperti halnya buku teori penelitian lainnya, buku ini sebelum membahas hasil dari penelitiannya ia melakukan pembahasan tentang metode yang ia pakai. Berbagai model yang membentuk sistem administrasi yaitu: jaringan administrasi; struktur sosial; dasar ekonomi; sistem politik; dan pola ideologi, diulas satu persatu dengan persamaan terhadap negara lain.
Administrasi pula sebagai sebuah sistem, diterangkan memiliki alur sebagai mana yang sudah dipahami saat ini. Yaitu: Lingkungan menghasilkan input, dari input tersebut dilakukan proses konversi oleh sistem administrasi sehingga menghasilkan output terhadap lingkungan dan selanjutnya memberikan umpan balik atas output tersebut. Sehingga dalam buku ini diulas berdasarkan alur antara sistem dan lingkungan dengan alat pembentuk sistem administrasi yang saya jelaskan di paragraf sebelumnya.
Lantas sistem apa yang dijadikan subjek penelitian? Adapun subjek penelitian dalam buku ini mengangkat sistem dari Indonesia, Amerika Serikat dan Thailand yang akan diulas mengenai lingkungan yang membentuk administrasi di masing-masing negara. Sebagai konteks, buku ini merupakan laporan penelitian yang terjadi pada tahun 1981. Sehingga kondisi dari masing-masing negara akan sangat berbeda dengan kondisi saat ini.
Mungkin pemilihan Indonesia dan Amerika Serikat masih masuk akal, karena memperbandingkan antara indonesia dan negara maju. Namun bagaimana dengan pemilihan Thailand? Menurut penulis, Thailand merupakan negara yang unik. Karena dapat mempertahankan ke-tradisionalan-nya ditengah gempuran modernisasi teknologi. Mungkin akan sangat menarik bila meninjau sistem administrasi negara pada Thailand, yang saat itu masih kental sistem kerajaannya.
Thailand pula dipilih karena menjadi jembatan antara agraris dan industrialis, dimana saat orde baru Indonesia masih menjadi negara agraris dan Amerika diangkat sebagai negara Industri sedangkan Thailand pada 1981 berusaha untuk menggeser dari pertanian menjadi eksportir dan Industri. Salah satu produk industri Thailand yang terkenal adalah Charoen Phokphand. Maka dari itu dapat dimaklumi, Thailand menjadi subjek penelitian pada buku ini.
Secara keseluruhan, buku ini sangat teoritis, sehingga dapat dikatakan layak untuk menimba ilmu teori namun tidak layak untuk mengerti aplikasinya pada saat ini. Karena lingkup waktu yang terpaut 40 tahunan. Sehingga banyak hal yang diulas pada buku ini kurang relevan pada saat ini. Seperti Indonesia yang dinilai kurang mobilitas karena terbatasnya alat komunikasi antar daerah. Hal ini sudah tidak terbukti lagi pada masa sekarang. Dimana fans K-pop sudah dapat melihat keseharian artis korea dari bilik kamarnya.

Komentar
Posting Komentar