| Logo mojok.co |
Mojok.co adalah media daring yang berasal dari Yogyakarta yang memilih cara bercerita khas narasi dan gambar yang membuat sendiri. Saat awal mojok berdiri ia mengusung media yang santai namun tetap kritis terhadap segala fasilitas yang kurang pas. Salah satu konten yang ditayangkan dengan judul “Tupperware dan Pusaran konfliknya”. Pembuat kontennya pun juga tidak main-main khas blogger terkenal pada tahun tersebut sekelas Puthut EA, Agus Mulyadi, Arman Dhani, dan Prima Sulistya yang meskipun kontennya tidak lucu, dapat dibuat lucu dan santai.
Sejarah dan Perkembangan
Awal mojok tayang dengan websitenya yang mirip blog, menyasar
mahasiswa yang ingin membaca website santai dengan konten yang agak berat. Pada
waktu itu tahun 2014 banyak media daring lahir dan juga pada tahun tersebut
media dengan komunitas besar bernama kaskus mulai perlahan meredup.
Entah ini kebetulan atau memang disama persiskan, tone warna
yang mencolok khas kaskus tergambar jelas di mojok. Gaya kepenulisan yang biasa
di kaskus disebut thread, juga ditiru oleh mojok. Namun gaya konten menyala
bertabur stiker di kaskus tidak serta merta ditiru oleh mojok. Maka sejak itu
mojok memiliki ciri khas dengan slogan “Sedikit Akal Banyak Akal”.
Dalam mengelola media daringnya, mojok memiliki berbagai
kanal yang memberikan informasi yang tidak terlalu penting namun bersifat
kultural. Seperti malam jumat, kilas, otomotif dan konter. Namun karena media
kecil dan berada di Jogja, konten yang dibuat mojok merupakan konten lokal
jogja, dengan celetukan khas jawa.
Pada tahun 2017 Mojok mulai merambah konten
video yang
menggunakan platform Youtube namun tetap menayangkannya di platform mojok.co.
Dari tahun ini mulai ada konvergensi media, yang awalnya hanya berbasis tulisan
kini mulai merambah ke media video. Tentunya dengan ciri khas mojok yang sangat
jawa namun masih terbatas di konten Jogja.
Di tahun yang sama juga mulai memulai bisnis event pertama
dan langsung besar. Dengan event pertama dan langsung besar bernama Festival
Mojok. Hal ini juga menegaskan bahwa mojok akan merambah ke bisnis dengan
format lain, namun masih sejalan dengan bisnis utamanya. Sejak 2017, mojok
rutin menggelar event sejenis dan berhasil mengedarkan produknya yang
sebelumnya sudah di edarkan.
Konvergensi
Semenjak 2017 mulai muncul konsep konvergensi dari Mojok,
selain event fesmo yang menegaskan mojok mulai mencoba berbagai bisnis yang
dapat terintegrasi dengan media yang ia miliki. Seperti penerbit buku mojok
yang menerbitkan konten-konten menarik di mojok.co dan konten video yang akan
dikaji lebih dalam berbentuk sebuah buku. Tak jarang buku yang akan diterbitkan
oleh BukuMojok sebelumnya dipromosikan di konten video dengan format
podcast membicarakan isi buku tersebut.
Bisnis lain untuk mewadahi buku yang diterbitkan buku mojok
dan penerbit lain yang layak untuk dijual maka dibuatlah MojokStore, sebagai toko buku daring yang siap
menjadi hilir dari produk-produk mojok. Memang ini tidak termasuk konvergensi
media tapi patut untuk diulas karena memang terintegrasi dengan berbagai lini
bisnis Mojok. Karena tak jarang dalam event yang diadakan mojok, brand Mojok
Store juga tayang dan berjualan secara luring di bawah panggung.
Mengenai konsep bisnis event yang saya ulas di bagian
sejarah, Mojok tidak berhenti di event besar tahunan, namun juga membuat acara
kecil seperti kelas menulis, kelas bertanam, dan kelas literasi lain dibawah
bendera MojokInstitute. Kelas-kelas kecil ini juga menawarkan pembaca dan penonton
Mojok.co untuk melihat langsung proses produksi dengan mendaftar secara gratis.
Sehingga Mojok Institute ini selain menawarkan sedikit profit untuk Mojok juga
berfungsi untuk ruang komunitas bagi pembaca dan penonton konten Mojok.
Bisnis terakhir yang tidak begitu besar namun bisa bertahan
adalah Terminal Mojok. Terminal Mojok merupakan User Generated Content yang
dimiliki Mojok. Meskipun mengklaim bahwa UGC ini berbayar, namun masih jauh
dari kata layak. Karena memang Mojok tidak menargetkan kualitas konten di sini.
UGC ini terlihat kaku dan masih setengah-setengah (tidak seperti Kompasiana),
namun masih dapat mendulang pembaca Mojok.co sebagai konsumen medianya.
Pendapatan dan Produk
Dengan banyaknya cabang usaha yang dimiliki oleh Mojok
tersebut, dapat membuat Mojok masih dapat bertahan dengan konten media
daringnya. Jika dianalisa, pendapat dari konten yang diedarkan di berbagai
platformnya berasal dari:
- Iklan
di berbagai media yang dimiliki
- Hasil
menerbitkan buku di BukuMojok
- Hasil
menjual buku di MojokStore
- Pendapatan
dari tiket event
Komentar
Posting Komentar