Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Tuesday 9 October 2018

Impian Susah Tapi Sederhana


Nalarku akhir-akhir ini sudah mulai tumpul, web sebelah sudah tak terurus beberapa hari ini. Mungkin karena beberapa karya yang tak terunggah hanya sebatas menjadi naskah. Berujung pada penghitungan upah yang tak terkira. Kemalasan demi kemalasan kini bertubi-tubi mendera. Maksud hati ingin berkarya namun apa daya otak sudah tumpul tak terarah, niat sudah hilang entah kemana.
Dengan menulis serampangan seperti ini semoga dapat menjadi pengembali gairah, yang semoga tak akan punah. Atau malah menambah kemalasan yang saat ini mulai menumpuk di relung jiwa. Semakin meninggi dan tak tak terhingga.
Masak aku kalah dengan nenek Ratna, yang sudah dapat membuat kreasi dengan sempurna. Puluhan elit politik terkelabui, dengan ujung yang pasti masuk bui. Aku tak mungkin kalah kreatif dengan beliau, karena aku masih belia. Memang kreatifitas tak ada batas, namun setidaknya aku masih memiliki waktu lebih untuk memburu inspirasi.
Tak terkira memang sampai kapan aku seperti ini, mandul karya sampai minim inspirasi. Memang masih sangat susah berkarya tanpa inspirasi, bermodal niat saja tidak mungkin jadi. Dewa inspirasi tolonglah hambamu ini. Maaf agama saya juga tidak mengenal dewa ataupun dewi. Jadi kemana harus ku buru ide ini?
Hamparkan sajadah duduk dan berdzikir beberapa jam tak dapat membuatku mendapat inspirasi. Mungkin saja imanku yang masih newbie. Sehingga aku tak mendapatkan inspirasi.
Bukan aku menyalahkan metode dzikir. Karena aku masih belum sempat mencoba sampai titik nadir. Dzikir sebentar saja aku masih mikir-mikir, bagaimana nasib pekerjaanku yang kata orang dapat membuat tajir.
Ini hanya coretan untuk mencari atau malah membuat cair. Entah aku sedang mencari atau mencairkan. Yang penting kutulis dulu dan menjadi postingan baru. Jelas ini tak bermanfaat bagi pembaca dan tak bermartabat bagi penulis. Sangat mirip catatan harian yang mengalir, untuk menjadi wadah bagi hati yang khawatir.
Gundah? Pasti. Resah? Sudah jelas. Yang jelas aku hanya ingin membuat karya. Berkarya...Berkarya… Ingin merdeka dalam berkarya saja nampaknya masih susah. Ingin mandiri dalam bekerja saja masih harus berpikir keras. Impianku hanya sesederhana itu. Sederhana tapi susah, susah tapi sederhana.

0 comments:

Post a Comment