Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Thursday 24 April 2014

Efek tidak adanya perencanaan dalam perjalanan



Beberapa perjalanan memang seharusnya terencana dengan baik baru melakukan eksekusi. Beberapa perencanaan perjalanan yang harus dilakukan yaitu berhubungan dengan 5W+1H. perencanaan tersebut sangat dibutuhkan oleh calon turis yang akan melakukan rekreasi atau perjalanan. Perencanaan tersebut sangat berfungsi untuk menentukan tujuan, budget yang harus dikeluarkan, dan alat dokumentasi yang harus di bawa. Banyak dari para turis yang tidak melakukan perencanaan dengan baik dan langsung mengeksekusi liburannya. Dan hasilnyapun ada yang baik dan ada juga yang sebaliknya. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa liburan tanpa perencanaan itu dapat menghasilkan surprise yang tak dapat kita tebak. Dengan adanya niat untuk mendapat kejutan dari sesuatu tersebut maka mereka berpendapat untuk tidak merencanakan liburan tersebut.
Hal ini saya tuliskan karna berbagai pengalaman yang saya alami pada liburan yang tanpa perencanaan ini. Saya biasanya melakukan perencanaan dari berbagai aspek yang dapat membantu dalam perjalanan. Dari segi aspek budget, tempat ataupun aspek dokumentasi yang akhirnya dapat menghasilkan dokumentasi dan dapat di share ke beberapa orang yang akan melakukan kunjungan ke tempat tersebut. Tapi kali ini saya tidak melakukan perencanaan yang hasilnya menurut saya sendiri sangat mengejutkan.
Pada hari itu saya melakukan perjalanan dengan konsep hanya sebatas lokasi tempat. dan lucunya lagi lokasi tersebut saya lihat pada kalender yang bernama pantai kepuh yang terletak pada kecamatan tanggung gunung di kabupaten tulungagung. Tapi pada hari tersebut saya lupa kecamatan nya maka saya memutuskan untuk pergi ke pantai prigi yang berada pada kecamatan watu limo kabupaten trenggalek. Pada perjalanan saya menemui berbagai tempat wisata diantaranya gua lowo, pantai karanggongso, pantai damas, pantai pasir putih dan pantai prigi sendiri. Di perjalanan saya mulai galau untuk memilih satu di antara tempat wisata tersebut. Disinilah fungsi dari perencanaan. Karna dengan adanya perencanaan pada awal kita akan mengetahui beberapa kemungkinan alternative tempat wisata yang dapat kita tuju. Dengan kegalauan itu saya tetap memacu laju motor saya, yang menuju pantai prigi. Dalam perjalanan saya juga menemui problem dengan letak tempat, dan berakhir dengan nyasar ke pantai karanggongso.
Yah lumayan lah di pantai ini saya dapat bersantai dengan merogoh kocek Rp.10,000 per kepala dan untuk kendaraan kita dikenakan Rp. 2000 untuk motor dan Rp.4000 untuk mobil. Disini saya juga menemukan trouble yaitu uang yang saya bawa terbatas sehingga saya tidak membeli atau menyewa apapun dan juga tidak mendapatkan hal yang seharusnya bisa di maksimalkan. Hal yang dapat kita maksimalakn seperti kita dapat memasuki 2 tempat wisata atau lebih jika kita membawa uang yang pas. Pas untuk memasuki beberapa tempat wisata, karna disini sangat disayangkan dengan jarak tempuh dari tulungagung kota ke tempat tujuan yang kurang lebih berjarak 25 Km. setelah saya memasuki area pantai karanggongso dan pasir putih disini saya menemukan problem lagi.
Karna menurut saya pantai di sini sama dengan pantai di malang selatan maka saya memutuskan untuk memakai baju santai dan tidak melakukan ritual renang. Sekali lagi keputusan itu saya ambil tidak berdasarkan data tapi lebih berdasarkan perkiraan yang abal-abal. Namun pada kenyataannya meskipun di sini merupakan pantai selatan pantai disini merupakan teluk yang tidak memiliki omboh yang besar. Dan hal ini berakhir dengan penyesalan yang bertubi-tubi.  Malahan di sini cenderung seperti pantasi wisata yang berada di utara pantai jawa.
Mungkin hal ini dapat menjadi pelajaran bagi saya sendiri maupun bagi pembaca. Yaitu perencanaan sebelum melakukan perjalanan. Beberapa saran dari saya untuk perencanaan perjalanan adalah sebagai berikut:
-           dengan referensi yang memang terbukti valid.
-          Hal tersebut memang menjadi kebutuhan primer bagi kita.
-          Jika anda membutuhkan catatan yang memang bertujuan untuk membantu anda maka bawalah catatan tersebut.
Sekian keluh kesah penulis pada saat melakukan traveling without planning.

0 comments:

Post a Comment