Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Sunday, 16 January 2022

Kolam Renang di Manokwari


3 kolam renang untuk umum
Gambar ilustrasi
(Oleh: pixabay - pexels.com)

Berenang merupakan hal yang sangat mengasyikkan. Meskipun Manokwari terletak di dekat pantai, rasanya kurang enjoy bila berenang di laut lepas. Apalagi yang biasa berenang di air tawar, pasti mata akan sangat pedas bila berenang di air laut. Selain itu, warga sekitar Manokwari juga biasa berenang di laut, jadi sangat susah untuk menemukan bila bertanya ke mereka. Maka dari itu saya ingin menunjukkan beberapa tempat kolam renang di Manokwari.

Kolam Renang Hotel Aston

Kolam yang dimiliki hotel ini disewakan untuk umum juga. Beberapa orang lebih suka berenang di sini karena kolamnya lebih bersih dari pada kolam lainnya. Namun jaraknya yang dapat dikatakan jauh dari kota. Sekitar 14 kilometer dari kota, namun bila anda berangkat dari bandara kolam ini dapat dikatakan sangat dekat.
Memang untuk fasilitas kolam, di sini memang hanya berbentuk kolam renang saja. Tanpa perosotan pun juga tanpa fasilitas seperti layaknya di waterpark. Hanya seperti lumrahnya kolam renang hotel yang memiliki kedalaman sama. Jadi bila anda ingin berenang sebagai olah raga, saya menyarankan untuk memilih kolam renang yang memiliki tiket masuk 75.000 ini. Tiket masuk tidak dibayarkan melalui loket, tapi anda bisa membayarnya di resepsionis hotel.
Untuk tiket seharga 75.000 anda tidak berhak mendapat fasilitas lain selain tempat duduk dan kolam untuk berenang. Jadi semua perlengkapan seperti sabun mandi, handuk dan perlengkapan setelah berenang lainnya sebaiknya dibawa dari rumah. Sebaiknya juga membawa bekal untuk makan di pinggir kolam, karena bila membeli di resto hotel harganya sangat mahal.

Kolam Renang Bakaro

Bagi anda yang ingin berenang sekaligus dengan nuansa pantai, rasa-rasanya wajib ke sini. Mungkin dapat dikatakan konsep kolam ini adalah kolam renang keluarga, jadi ada bermacam kolam yang sesuai dengan segala usia. Mulai dari kolam balita, anak, hingga kolam untuk dewasa yang memiliki kedalam beragam.
Selain kedalamannya yang beragam, di kolam yang terletak di pantai Bakaro ini anda seakan mandi di pantai namun berair tawar. Deburan ombak pantai yang menghadap langsung ke samudera pasifik mengantarkan halusinasi anda berenang di pantai. Seperti yang saya tuliskan di artikel sebelumnya, bila anda beruntung dapat melihat ritual memberikan makan ikan di pantai Bakaro. Jadi sekaligus piknik keluarga, anda bisa memberikan pembelajaran kepada putra-putri tentang laut.
Untuk masuk ke kolam ini anda dikenakan tiket masuk seharga 20.000 rupiah. Sangat murah memang untuk kolam renang dengan pemandangan pantai ini. Seakan menyajikan kolam yang instagramable. Namun untuk faktor kebersihan sangatlah kurang, karena kolam ini hanya dibersihkan seminggu sekali pada hari sabtu. Sebelum memasuki peak season di hari minggu.

Kolam Renang Amban

Selama 2021 ada kolam renang baru di Amban. Tempatnya berada di arah Amban Pantai sebelum perumahan dosen. Kolam renang di sini lebih murah dari pada kolam renang lainnya. Meskipun belum ada plang nama, di kolam renang ini terbilang layak untuk dicoba. Dapat dikatakan kelasnya setara dengan Kolam Renang Bakaro.
Sangat disarankan untuk membawa anak-anak. Karena kedalaman kolam ini terbilang sangat dangkal. Tidak cocok untuk dipakai olahraga berenang. Kedalamannya hanya setinggi perut orang dewasa.

Dari ketiga kolam renang di Manokwari tersebut, sebenarnya masih ada satu kolam renang yang belum saya ulas. Karena lokasinya yang sangat jauh (45 km dari kota manokwari), pun juga saya sangat minim data. Sehingga saya sengaja tidak ulas kolam renang yang terletak di SP tersebut.
Usai sudah pembahasan saya tentang kolam renang di Manokwari. Semoga bermanfaat bagu anda yang berkunjung ke Manokwari. Bila ada informasi yang masih belum di ulas dapat bertanya di kolom komentar. Saya akan menulisnya untuk anda ataupun pengunjung lainnya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Saturday, 8 January 2022

Bolos Ngeblog




Sudah sekitar dua mingguan ini saya bolos untuk menulis blog, tak terasa tagihan domain tahunan sudah muncul lagi. Ngeblog seminggu sekali sebagai resolusi tahun 2021 kemarin sudah tercapai. Maka dari itu saya sementara libur ngeblog dulu, agar seperti resolusi orang lainnya. Masak resolusi nggak ada yang bolong wah ya mustahil. Saya nggak sesuper pak Dahlan Iskan yang bisa tercapai nulis di Disway hingga diswaynya sendiri punya koran.

Kegiatan Akhir Tahun

Akhir tahun kemarin saya habiskan dengan menatap langit sembari barbequean bersama tetangga dan istri tercinta. Kebetulan kemarin itu tetangga samping rumah persis sudah mempersiapkan bakar-bakar. Jadi saya dan istri tinggal nimbrung saja dan bermodalkan sosis sebagai bentuk partisipasi. Tanpa adanya partisipan acara ini sama sekali tidak ramai.

Istri meskipun dalam keadaan hamil tetap saya perbolehkan merasakan gurihnya bakaran. Dari bakaran sosis, pentol hingga daging yang diiris tipis-tipis seperti layaknya daging di resto yang bakar sendiri. Saya pikir memang sesekali tidak mengapa, toh orang tua dulu juga tidak ada pantangan untuk makan bakar-bakaran tapi kondisi bayi juga baik-baik saja. Jabang bayi juga yang biasanya bikin perut kaku pada malam itu terlihat tenang-tenang saja. Rewelnya dia saat ada kembang api meletus. Perut langsung kencang dan mulai menendang-nendang. Mungkin ia kaget dengan letupan kembang api.

Saya sendiri pas tahun baru kemarin juga sedang asyik mengerjakan kompetisi urun daya dalam wikidata. Seperti biasanya proyek wiki ini saya kerjakan dengan sangat serius. Gelaran kompetisi ini dimulai tgl 30 Desember 2021 hingga tanggal 3 Januari 2022. Hasil akhirnya sampai saat ini masih belum muncul, tapi hasil tidak resminya setelah saya telusuri melalui alat outreach dapat dikatakan saya menang. Tinggal menunggu hasil resmi dari panitia saja. Pun kemenangan bukan tujuan utama saya. Tujuan utamanya hanya ingin memasukkan data sekolah dasar se-provinsi Papua Barat dalam wikidata. Selama 5 hari kemarin sudah ada 5 kabupaten yang terinput di sana.

Keanggotaan Wiki

Berbicara tentang proyek wiki, kemarin saya juga mendapat ajakan untuk memperpanjang keanggotaan di wikimedia. Jadi setiap tahunnya kita diajak untuk bergabung menjadi anggota di wikimedia.  Jika masih belum menjadi anggota kita akan diajak bergabung, dan setelah menjadi anggota kita akan diajak memperpanjang masa keanggotaan. Nantinya jika kita memperpanjang masa keanggotaan pasti mendapat souvenir. Selain itu kita lebih cepat mendapat informasi, jika ada pelatihan atau kompetisi.

Setelah ini tadi saya mencoba intip grup keanggotaan wiki, ada 94 peserta yang tergabung dalam grup WA. Ini berarti tahun kemarin sudah ada 94 anggota yang bergabung. Dalam grup isinya orang hebat semua, beberapa orang lawas wiki juga tergabung dalam grup tersebut. Kemarin saya menemui seorang biksu yang juga anggota lawas dalam wiki. Intinya tidak ada salahnya untuk membayar dan tergabung menjadi anggota wiki.

Kondisi Kantor

Ini adalah tahun pertama saya tidak pulang ke Jawa saat tahun baru. Sejak 2019 saya pasti memilih untuk pulang saat libur natal dan tahun baru. Karena di Papua ada libur fakultatif saat perayaan natal dan tahun baru. Liburnya hampir seperti libur Idul Fitri. Kantor bisa tutup selama dua minggu.

Karena penghuni Manokwari mayoritas adalah pendatang. Jadi libur sepanjang ini dimanfaatkan untuk mudik. Entah mudik ke luar Papua atau mudik ke daerah Papua. Ini menjadikan kantor sepi, banyak pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan saat kantor sepi. Kita datang pun juga hanya memakai kaos dan celana rumah yang tidak sopan itu. Lha wong kondisi kantor sepi.


Itulah berbagai keluh kesah dan cerita saya selama tahun baru, sebenarnya saya ingin libur ngeblog lebih panjang. Tapi ya namanya domain ini kan kita bayar, mau libur panjang-panjang kok saya merasakan kerugian. Setahun memang tarif perpanjang domain kemarin kurang dari dua ratus ribu. Tapi sepertinya sangat mubazir jika saya hanya membayar tapi tidak mengisi konten di blog ini. Ya sudahlah di awal tahun ini saya ingin mengucapkan terimakasih bagi para pembaca yang masih membaca blog ini. Jangan lupa klik iklannya ya. 

Friday, 24 December 2021

Titip Dolar




Akhirnya saya melakukan diversifikasi investasi. Setelah hanya berinvestasi di saham mulai tahun 2015. Kemarin dengan kesadaran penuh saya memasukkan uang di dollar. Sebetulnya penyebabnya sederhana, hanya karena membaca dan mendengar beberapa kali investasi enthusiast berbicara mengenai tapering yang dilakukan bank sentralnya Amerika. Saya mulai mendengar hal ini sejak kasus covid di Indonesia sudah mulai dapat dijinakkan. Sekitar bulan Agustus. Tapi saya masih belum berminat untuk memindahkan investasi ke dolar.

Hingga pas saya punya uang dan baru akan dipakai bulan April besok. Awalnya saya tidak ingin mengambil risiko penurunan nilai investasi dan mendepositokan uang ini. Tapi seperti yang kita ketahui, bunga deposito hanya bisa terasa jika uangnya banyak, sedangkan uang yang saya miliki ini hanya 10 juta saja. Mungkin jika memasukkan uang sekecil ini ke deposito bunga investasinya akan kalah dengan harga materai. Lantas saya mencoba mencari alternatif investasi di pasar uang. Kalau saya membeli dolar pasti akan terkena dampak tapering dan harga dolar akan naik drastis.

Sedikit gambaran bagi pembaca yang belum tahu tapering itu apa. Tapering adalah aksi serap dolar oleh The Fed yang sebelumnya mereka melakukan aksi bagi-bagi dolar untuk mensubsidi warga Amerika saat covid melambung. Kabarnya tapering dilakukan oleh bank sentralnya Amerika tersebut karena inflasi Amerika sudah mulai naik. Inflasi naik dikarenakan uang yang beredar di masyarakat tinggi, sehingga untuk menjaga inflasi mereka melakukan penyerapan dolar.

Biasanya jika dolar ditarik begini akan menaikkan nilai tukar dolar di berbagai negara. Karena meskipun yuan sudah mulai ingin menggeser dolar, tapi dolar tetap menjadi tolok ukur nilai tukar mata uang negara-negara di dunia. Jadi jika dolar ditarik oleh Amerika pasti dolar di negara lain juga akan terserap ke sana. Cara penarikan dolar tidak serta merta langsung diambil Amerika. Hal yang paling memungkinkan untuk dilakukan The Fed adalah menaikan suku bunga. Jika suku bunga tinggi maka pemilik dolar akan beramai-ramai untuk menabung atau mendepositokan dolar yang mereka miliki.

Saya mencoba meneliti kembali apa asumsi saya itu benar dengan mempelajari aksi tapering yang dilakukan Amerika pada tahun 2013. Saat itu Amerika sempat terimbas krisis ekonomi dan mereka melakukan tapering setelah melakukan aksi subsidi. Alhasil rupiah melemah dan dolar harganya naik. Kenaikan sekitar 5%. Agak riskan memang memakai data seperti ini. Bisa saja kondisi saat ini sama sekali berbeda dengan kondisi kemarin. Maka dari itu saya membatasi risiko dengan hanya memasukkan 2,5 juta saja.

Nah sekarang bagaimana saya bisa membeli dolar. Saya mencoba merenung kembali. Dan saya menemukan jawaban, dengan menitipkan uang saya pada saudara yang memiliki tabungan BCA dolar. Cara ini cukup relevan sepertinya, karena selain mudah untuk dilakukan hal ini juga cukup aman. BCA dolar ini memiliki cara semudah melakukan transfer antar rekening saja. Setelah saya melakukan transfer ke saudara, dan saudara melakukan transfer ke rekening dolarnya, maka uang 2,5 juta saya tadi sudah sukses menjadi dolar. Saat itu uang saya sudah berubah menjadi 173,9 dolar. Yang perlu dicatat jika titip dolar seperti ini adalah bukti transaksi. Nantinya bukti ini dapat digunakan sebagai bukti agar tidak ada kesalahan pahaman.

Seperti halnya transfer biasa, kita tetap akan mendapat bukti transfer dengan informasi terperinci. Saya lampirkan bukti transfer di atas ini bukan untuk pamer harta ya, tapi untuk pelajaran bagi teman-teman yang ingin memasukkan uang ke BCA dolar. Informasi yang paling berharga adalah kapan kita membeli, dengan harga dolar berapa, dan mendapat berapa dolar. Ketiga hal ini yang harus disimpan hingga uangnya kita ambil kembali dalam bentuk rupiah.

Saturday, 18 December 2021

Covid Viral Lagi


Covid Viral Lagi
by: Akira Kuwata, Kazumasa Yamada, Mutsuo Ichinomiya, Shinya Yoshikawa, Margot Tragin, Daniel Vaulot and Adriana Lopes dos Santos. Redrawn from Booth and Marchant (1987) with permission, doi:10.1111/j.1529-8817.1987.tb04132.x., CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Akhir tahun ini mulai muncul berbagai berita terkait kasus covid terbaru, semenjak membumbungnya kasus covid di pertenahan 2021 lalu, sudah hampir beberapa bulan media tidak memberitakan hal yang menyangkut covid. Tapi tidak pada akhir tahun ini. Berita carut marutnya penanganan covid dalam segi hukum mulai membanjiri media online maupun media sosial.

Omicron

Omicron adalah virus covid jenis baru, kabarnya kasus ini sudah menjangkit benua Eropa dan Amerika. Kabar terakhir rumah sakit terbesar di Zimbabwe telah lumpuh karena varian ini. Kemari nada pula berita yang menjelaskan ada lima orang yang dicurigai terpapar oleh Covid jenis ini. Empat orang terpapar diluar negeri dan terlacak saat isolasi. Satu orang lainnya tertular entah dari mana, karena orang tersebut adalah pegawai tempat isolasi wisma atlet. Desas-desusnya pula kasus ini tetap dapat menular pada mereka yang sudah vaksin.

Rachel Vennya

Rachel Vennya yang bulan November pulang dari Amerika tanpa melakukan karantina mandiri tersebut, pada bulan desember ini mendapatkan ganjaran atas kecurangannya. Masuk Indonesia tanpa isolasi mandiri dapat menyebabkan virus masuk ke Indonesia dan membahayakan Indonesia. Sialnya selebgram yang akrab disapa Buna ini hanya diganjar wajib lapor dan tanpa dipenjara. Hal ini sangatlah tidak adil, mengingat dulu saat awal PPKM banyak rakyat kecil yang tidak boleh bekerja. Bahkan untuk memenuhi periuk mereka saja mereka dilarang, lah kok malah ada orang tajir melintir liburan ke luar negeri dan tidak diganjar hukuman yang setimpal.

Mulan Jameela

Istri Ahmad Dhani yang sudah menjadi wakil rakyat ini juga bertindak curang mirip Rachel Vennya. Namun bedanya Mulan masih mau isolasi mandiri di rumah. Meskipun isolasi mandiri di rumah tetap saja tidak mematuhi aturan yang harusnya melakukan isolasi mandiri di Wisma Atlit atau hotel yang sudah ditunjuk kemenkes. Yang paling menyayat hati juga pembelaan dari fraksi dimana Mulan bersandar saat menjadi anggota dewan yaitu Fraksi Gerindra, yang menyatakan hal itu boleh-boleh saja. Karena anggota dewan kastanya setara dengan presiden. Ada-ada saja kelakuan wakil rakyat yang seakan menaikan kastanya sendiri, padahal kasta yang dimaksut tidak lebih dari kemampuan untuk menjadi pembuat undang-undang, tidak lebih.

Aturan Karantina Kedatangan Luar Negeri

Entah memang disengaja atau bertepatan, setelah kedua kasus tersebut membuat geger warga negara republik Indonesia, satgas covid pada 14 Desember 2021 mengeluarkan peraturan baru terkait karantina untuk mereka yang baru datang dari luar negeri. Ada yang aneh dengan aturan tersebut. Banyak media menyoroti pengecualian atas aturan tersebut, pihak yang dikecualikan tersebut salah satunya adalah orang terpandang dan orang terhormat. Entah akrobat apalagi yang disajikan pemerintah. Definisi yang membingungkan karena tidak berdasar itu pun juga masih membingungkan rakyat yang berkewajiban untuk menjalankan kewajiban tersebut.

Aturan yang carut marut dari keempat sub-bab ini dapat menyimpulkan bahwa penyelenggara negara masih abai terhadadap bahaya covid jenis baru. Penegakan sila kelima Pancasila yang berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” rupanya gagal mereka terapkan. Dampaknya pun juga pasti akan sangat serius. Bisa-bisa satu negara tertular virus Kembali, ibadah mulai berjarak lagi, dan ujung-ujungnya warga negara yang dibuat keteteran dengan ulah para penyelenggara negara yang sudah kaya tersebut. Semoga saja hal ini tidak terjadi.

Saturday, 11 December 2021

Bagaimana Jika Korban Kekerasan Seksual Adalah Pelaku Fitnah?


 

Gan Khoon Lay, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Akhir-akhir ini ada beberapa kasus berbasis pelecehan seksual yang mencuat di ranah sosial media. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, apapun yang ramai dibicarakan akun sosial media, pasti akan viral. Berbagai pihak menganggap ini sebagai landasan logis untuk Kembali memperjuangkan pengesahan rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual. Dahulu pernah menjadi polemik antar partai. Mirip seperti polemik yang ditimbulkan oleh peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang sempat menuai pro-kontra beberapa hari lalu.

Terlepas dari polemik yang ditimbulkan, sepertinya sangat lumrah jika peraturan menuai pro dan kontra. Karena peraturan yang baik adalah peraturan yang lahir dari partisipasi masyarakat sebagai bentuk permusyarawahan. Jika bermusyawarah tanpa ada pro dan kontra tentu tidak akan akan menjadi musyawarah yang sehat. Tidak ada kondisi saling mengimbangi jika semua pro, pun juga jika semuanya kontra pastilah akan menjadi musyawarah yang tidak memiliki kesimpulan.

Kembali ke sebuah perdebatan dari kasus kekerasan seksual. Mungkin jika kita menganggap kekerasan seksual adalah kejahatan pasti semua umat di dunia akan setuju. Tapi masalahnya sangking asiknya kita mengutuk pelaku hingga kita lupa beberapa kasus yang sampai sekarang masih belum jelas bagaimana penyelesaiannya.

Katakanlah kasusnya Gofar Hilman yang dulu sempat mencuat. Hasilnya bagaimana? Semua seakan bungkam. Jika dilihat kasus ini adalah kasus yang menggunakan sosial media untuk mempublikasikan. Semua pihak yang berkontroversi memiliki sosial media, alias memiliki medium untuk menyebarkan perkembangan kasus tersebut. Mulai dari Gofar Hilman sebagai tersangka, pemilik akun twitter Nyelaras, sampai dari Lembaga yang menaungi seperti SAFEnet dan LBH APIK Jakarta juga belum melakukan publikasi perkembangan kasus.

Saya sengaja mengangkat kasus ini sebagai contoh karena kita sepertinya terlalu sering mencari topik baru hingga lupa untuk mengawal permasalahan lama hingga tuntas. Kita hanya asyik mengikuti arus konflik yang ditawarkan oleh sosial media. Penyelesaian yang harusnya kita lakukan malah kita abaikan.

Saya juga tergelitik untuk membicarakan bagaimana tersangka diperlakukan. Seakan yang mendapat judge dari salah satu pihak akan selalu salah. Padahal seperti yang kita ketahui, hukum masih menganut asas praduga tak bersalah. Artinya jika masih dugaan dan masih belum terbukti di pengadilan, maka masih belum dapat dikatakan bersalah. Tapi beberapa orang menepis asas tersebut dengan mengatakan “dalam penanganan hukum harus berpihak pada korban”. Meskipun korban tersebut masih belum dapat pembuktian.

Hal ini lah yang harusnya menjadi titik perlindungan dalam undang-undang penghapusan kekerasan seksual. Jika semua korban dapat dengan mudah mengklaim menjadi korban, dapat dipastikan jika ada polemik fitnah dengan cara ini dapat dipastikan manjur untuk melumpuhkan korban. Terlepas dari betul atau tidaknya tuduhan tersebut, pihak yang mendapat fitnah akan lumpuh seketika dengan cercaan dari korban.

Mungkin hingga sampai saat ini saya memang masih belum menemui kasus seperti ini, satu-satunya kasus fitnah dengan kasus perkosaan yang pernah saya temui, hanya di dalam film ayat-ayat cinta. Semoga saja hal tersebut tidak terjadi dan undang-undang penghapusan kekerasan seksual tidak disalahgunakan seperti halnya UU ITE. Jika kita cerdas dalam menanggapi kasus, pasti penyalahgunaan tersebut tidak akan terjadi.

Sunday, 5 December 2021

Semeru Meletus Dan Gladak Peraknya


Jembatan Gladak Perak
Jembatan Lama dan Jembatan Baru Gladak Perak (sumber: Photomalang.com)

Kemarin sempat berseliweran kabar berita meletusnya gunung Semeru. Lintas sosial media ramai memberikan kabar bencana yang melanda Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Bencana melanda pada sabtu sore hari pukul 16.00 WIB. Pada beberapa video menerangkan bahwa pada saat letusan gunung tertinggi di pulau Jawa itu dibarengi dengan hujan lebat yang membuat kondisi cukup mencekam.

Pada video lanjutannya juga memberikan keterangan jembatan Gladak Perak putus diterjang banjir lahar dingin. Padahal jembatan ini memiliki konstruksi yang terlihat kokoh, dengan beton yang terlihat kuat. Ini adalah kesialan yang bertubi-tubi, karena dengan putusnya jembatan Gladak Perak ini maka akses dari Malang ke Lumajang otomatis terputus. Logistik bantuan dari Malang harus memutar ke Probolinggo, jarak memutar itu sekitar puluhan kilometer.

Tapi rupanya kendala tersebut tidak menyurutkan niat para sukarelawan yang didominasi oleh pelajar. Malang dengan banyak universitas ini membuat iklim sukarelawan mengalir deras di Malang. Stok sukarelawan Malang lebih banyak daripada kota lain. Alih-alih patah arang dengan putusnya Gladak Perak, mereka malah lebih bersemangat. Akhir minggu kemarin saja sudah ada serombongan relawan Malang yang meluncur ke sana.

Bagi saya Gladak Perak ini merupakan jembatan fenomenal di selatan Lumajang, dulu saat ke arah Lumajang bapak selalu menyempatkan diri untuk berhenti di jembatan fenomenal ini. Banyak orang yang menyempatkan untuk berhenti di jembatan ini. Tahun 2013 saya melewati jembatan ini pun juga masih banyak yang menyempatkan diri menikmati jembatan ini. Malah saat itu sudah ada warung kopi yang berdiri disana.

Secara pemandangan Gladak Perak ini terlihat asri dengan hutan di kiri dan kanannya, udaranya pun juga sejuk. Area ini disebutnya oleh warga sekitar adalah area piket nol. Memang perjalanan jauh dari arah Malang ataupun arah Lumajang juga terkesan harus berhenti di sini. Seakan rest area bayangan. Dengan udaranya yang sejuk seakan memaksa para pengendara untuk meminggirkan kendaraan sejenak.

Semoga lekas pulih, karena jika tidak lekas pulih dan dipulihkan oleh dinas atau kementerian pekerjaan umum. Pengendara yang menuju Lumajang dari Malang atau arah sebaliknya, wajib untuk berputar dahulu ke Probolinggo.

Friday, 26 November 2021

Resensi Buku Dari Wina Ke Yogyakarta: Kisah Hidup Herb Feith




Masih teringat awal mula saya berjodoh dengan buku ini, saat mudik dan mengunjungi Gramedia Malang mendapati diskonan buku besar-besaran di tempat parkir. Tepat setelah membeli novel Ubur-Ubur Lembur-nya Raditya Dika. Saya membeli buku biografi ini dengan harga yang cukup murah, seratus ribu rupiah untuk empat buku alias 25 ribu-an. Untuk buku dengan tebal 597 halaman harga yang saya dapat terkesan murah, tapi dari buku setebal ini saat itu saya meyakini tidak seremeh harganya.

Saat membeli buku ini saya sama sekali tidak mengenal, siapakah seorang Herbert Feith yang biasa disingkat dengan Herb Feith. Di BAB satu saya masih belum mengenal kehebatan yang dilakukan Herb, BAB pertama ini hanya mengungkap asal usul Feith. Awalnya saya mengira dia ini adalah traveler. Karena dari desain sampul saja sudah sangat traveler sekali, bagaimana tidak, gambar seorang bule dengan sepeda ditambah dengan nama buku dari Wina ke Yogyakarta. Dalam BAB pertama kesan traveler-nya juga sangat kuat, bermula dari kelahiran hingga kisah pengungsian ke Australia karena serangan NAZI kepada kaum yahudi.

Berlanjut ke BAB berikutnya yang tertata berdasarkan kronologi tahun kejadian, membuat buku ini merekam secara runut tiap kejadian yang dialami Herb. Semangat aktivisme semenjak muda yang dapat dikatakan mencuat saat BAB kedua dimulai. Berbagai hal yang diperjuangkan Herb tergambar jelas di bagian ini, apa yang diperjuangkan dan alasan dari perjuangan tersebut dijelaskan dengan gamblang di bagian ini. Sehingga orang yang sama sekali tidak mengenal karya Herb pun juga dapat menangkap arah perjuangan dan penyebab dari sebuah perjuangan yang dibuat olehnya.

Buku terjemahan dari “From Vienna To Yogyakarta” ini sepertinya menyadur banyak karya Herb, sepertinya Jemma Purdey tidak sedang bermain-main dengan biografi yang sebagian besar malah mirip buku sejarah politik Indonesia. Hal yang mencengangkan adalah beberapa fakta politik yang tertulis di buku ini, seperti sebuah teori konspirasi namun memang terjadi dan terasa di Indonesia. Seperti fakta terkait kekuasaan Soeharto misalnya, kekalutan politik dan berbagai macam kritik ilmuwan Australia dapat terbaca dengan runut di buku ini. Pun juga perlakuan pemerintah terhadap orang Australia saat itu juga dapat terlihat jelas di setiap BAB.

Decakan takjub saya tidak berhenti disana, berbagai kronologi lain mulai dari pergolakan kekuasaan orde bar uke orde lama, hingga perkembangan arah demokrasi Indonesia juga menjadi kebanggaan tersendiri saat saya membaca buku ini. Dengan membaca buku ini saya tidak hanya mengenal Herb Feith, tapi juga mengenal pemerintahan Indonesia beserta hal-hal disekitar Herb Feith. Seperti masa lahirnya jurusan politik Universitas Monash.

Berbagai peristiwa yang dihadiri Herb juga tergambar jelas di buku ini, seperti asal-usul keluarnya Timor Timur dari Indonesia. Secara historiografi buku ini sudah dapat memberikan gambaran bagaimana orang Australia yang biasa kita hakimi sebagai pencaplok kekuasaan Indonesia, memberikan pandangan mereka terkait kekuasaan pemerintah di Timor Timur. Buku ini memberikan gambaran pula bahwa di dalam internal negara kanguru tersebut juga sempat ada perdebatan mengenai dukungan atau kutukan yang akan dilontarkan kepada pemerintahan Indonesia.

Bagi anda yang belum membacanya, saya sangat menyarankan anda untuk membaca buku terbitan KPG ini. Tak hanya belajar tentang bagaimana berjuang untuk orang lain, tapi juga dapat belajar bagaimana menyikapi sebuah isu tentang kemanusiaan meskipun isu tersebut berada di negara lain.