Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Tuesday, 3 December 2019

Genjotan Menuju Produktivitas Negeri



SDM Unggul Indonesia Produktif
Genjotan Menuju Produktivitas Negeri

Dulu jaman saya kecil pernah diajak kakak untuk berkeliling kios menawarkan keripik usus, setiap senin malam saya dan kakak mengedarkan keripik tersebut. Lain dahulu lain sekarang, di era teknologi 4.0 ini saingan usaha kian ketat, berbagai Negara dapat menjadi pesaing dengan sekali klik di gawai saja. Sejalan dengan adanya internet untuk bisnis, kini jualan dapat dikatakan semakin mudah pun juga sah saja jika kita mengatakan semakin sulit.
Awalnya saingan penjual eceran hanya tetangga kecamatan, kini pesaingnya langsung dari tempat antah berantah yang tidak kita ketahui. Tapi tunggu dulu, meskipun pesaingnya lintas negara, kita bisa memenangkan persaingan usaha dengan berbagai ilmu. Ibarat kata kita akan berperang di dunia internet dalam menawarkan barang, bagaimana caranya agar dapat menjangkau setiap orang yang ada di seluruh jagat melalui dunia maya? Ada ilmu bahasa yang harus kita kuasai dahulu, agar komunikasi lancar. Pun juga ada ilmu-ilmu lain yang seharusnya kita kuasai untuk memenangkan pertarungan. Setidaknya berikut adalah beberapa ilmu yang wajib dikuasai selain bahasa.

Search Engine Optimization (SEO)

Mesin pencari ibarat traktor ladang internet, semua orang pasti akan menanyakan berbagai hal di internet. Jika sudah menang di mesin pencari (katakanlah Google) kita sudah dikatakan separuh memenangkan pertarungan. Tinggal bagaimana kita memenangkan setengahnya lagi, dengan cara memberikan kualitas yang bagus dan pelayanan yang baik saja.
Mesin pencari yang saya maksut adalah mesin pencari yang hingga saat ini masih belum tergantikan, ya benar Google. Sekali tayang di halaman pertama Google dengan strategi yang tepat pasti akan membuat produk lebih dikenali. Menjadi terkenal hanya butuh strategi yang ampuh, lain halnya dengan jaman dahulu kita harus beriklan di televisi dahulu baru produk kita dapat dikenali masyarakat luas. Meskipun akhir-akhir ini juga ada penawaran untuk beriklan di Google, tapi tetap jika berangkat tanpa strategi akan sia-sia.
Hal ini terbukti ampuh untuk mendatangkan pesanan yang lebih banyak. Karena mayoritas milenial (sebutan untuk anak kekinian) sebelum membeli barang pasti akan bertanya ke Google dahulu. Mulai dari jenis, kualitas, sampai pada ujungnya dimana membeli barang tersebut. Pasti akan banyak sekali pembeli jika kita menjual pada website yang dibangun dengan bungkus SEO. Websitenya akan semakin terkenal dan produknya pun juga akan laku keras. Sekali lagi meskipun tidak ada jaminan.

Internet Marketing

Sebetulnya internet marketing ini sangatlah luas. Semua hal yang menjadi prospek bisnis untuk berjualan di internet dapat dikatakan internet marketing. Seiring berjalannya waktu cara berjualan di internet semakin berkembang, tidak hanya menawarkan barang saja tapi hingga pada taraf membuat influencer baru lalu mempromosikan barang dagangannya sendiri.
Berbagai macam strategi untuk menggaet pembeli di internet hendaknya sudah dikuasai penjual sebelum meluncur ke pasar daring. Banyak negara yang saat ini sudah membuka diri untuk mendatangkan mentor bisnis dalam hal internet marketing. Hendaknya jika Indonesia mengikuti jejak langkah negara-negara tersebut untuk menjadi maju. Banyak negara sudah meyakini ilmu yang satu ini memang sangat fleksibel, sehingga mereka tidak cukup mendatangkan pakar hanya sekali saja. Setiap ada update informasi mereka undang pakar untuk belajar. Memang terlihat akan menghabiskan uang besar, tapi jika tidak mengikuti perkembangan jaman Indonesia akan ketinggalan jaman.

Expor-Impor

Setelah memberikan pembelajaran dalam hal berjualan hendaknya SDM Indonesia diberikan informasi terhadap hukum ekspor maupun impor. Karena seperti yang sudah saya tuliskan di atas, SDM kita seharusnya diberikan ilmu tentang berjualan di pasar global. Dengan menggunakan internet tak ayal SDM Indonesia akan dapat menjual produknya ke benua lain.
Mungkin tidak hanya dicukupkan dalam ilmu hukum impor yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia saja, tapi hendaknya juga mempelajari cara ekspornya juga. Bukankah negara akan maju jika bisa menjadi penjual, neraca perdagangan akan menjadi surplus bila kita terus-terusan ekspor barang ke luar negeri. Maka dari itu sangat mengherankan bila ilmu untuk step by step dalam berjualan di luar negeri tidak diajarkan.
Mungkin juga pemerintah baru dapat mendorong ekspor dengan cara bekerjasama dengan toko online yang berskala international. Seperti Alibaba, Amazon, dan toko online lain. Menjadi keuntungan besar sepertinya jika kita dapat bekerjasama dengan toko online lain, sembari membangun toko online yang berskala Internasional seperti yang dilakukan Bukalapak. Menurut saya dukungan penuh pemerintah dalam menembus kerjasama internasional ini dapat lebih cepat, dari pada setiap perusahaan swasta membuat kerjasama sendiri-sendiri.

Memang ketiga pengajaran ataupun eksekusi tersebut akan hanya menjadi angan-angan tidak nyata secara online saja. Karena memang dunia saat ini sudah bertransformasi semenjak adanya internet. Semua hal akan dipaksa untuk bersentuhan dengan ilmu online yang dapat saja berubah setiap saat. Mulai dari ilmu SEO sampai Internet marketing pastilah akan bersinggungan langsung dengan hal yang dapat disebutkan dengan daring.
Risiko pemerintah baru jika mengeksekusi ide dan gagasan yang saya sebutkan adalah menyiapkan anggaran yang lumayan besar. Karena setiap waktu ilmu perinternetan berkembang, perkembangan ilmu tersebut berjalan secara lebih cepat, dan otomatis setiap waktu harus ikut perkembangannya dengan berinvestasi ilmu secara rutin. Tidak bisa dengan cara pengajaran sekali saja lantas tidak menghadirkan mentor lagi karena berharap ilmu yang sudah dikuasai saat ini sudah cukup.
Jika boleh mengambil contoh nyata pembekalan SDM yang nyata seperti kebijakan Kadin dalam sosialisasi Paspor Barang ke daerahyang tercetus dalam rapimnas yang tersenggelenggara kemarin di Bali. Dengan sosialisasi seperti yang dilakukan Kadin Indonesia ini rasanya akan memperoleh dampak nyata pada daerah-daerah di  Indonesia. Pasalnya selama ini pembangunan SDM dalam hal perdagangan International hanya berpusat pada Jawa Sentris. Sehingga potensi 40% Populasi ASEAN ada di Indonesia, 36% GDP ASEAN ada di Indonesia, dan 42% Wilayah ASEAN ada di Indonesia ini menjadi kurang maksimal. Karena pembangunan SDM saat ini hanya berpusat di Jawa. Jikalau dari 40% populasi ASEAN yang ada di Indonesia tersebut pemerintah dapat menyiapkan SDM sekitar 30%  saja, negeri ini sudah dapat dikatakan sangat maju.
Karena jika 30% populasi sudah bisa dimaksimalkan untuk menguasai pasar dagang ASEAN, pastilah sekitar 50% perputaran uang di ASEAN akan berfokus di Indonesia. Dengan syarat tidak adanya Jawa sentris dalam share ilmu maupun pasar. Katakanlah setiap daerah di Indonesia sudah menguasai ketiga ilmu yang saya katakan di atas, ditambah adanya kerjasama dari pemerintah dengan toko online yang sudah mendunia pasti akan menjadi kombinasi jitu dalam membangun SDM Indonesia.

Sebagai pesan penutup saya ingin mengatakan bahwa Indonesia sudah memiliki wilayah yang luas dan penduduk yang banyak. Secara kuantitas kita sudah menang banyak, hanya mendobrak kualitas yang dapat dibangun dengan cara daring. Sayang rasanya jika hanya menjadi pembeli saja tanpa memanfaatkan potensi yang kita miliki. Toh dengan online sudah bisa memangkas ongkos transportasi dalam mengembangkan SDM. Hanya butuh silabus pendidikan yang digarap secara serius dan tidak hanya berhenti di teori saja. Karena jika SDM Unggul Indonesia Produktif. 


Info Grafis Indonesia Di Banding Asia Tenggara
Info Grafis Peluang Indonesia Di Mata ASEAN
*Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog yang diadakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)

Sunday, 1 December 2019

Setelah Posting Konten Lalu Apa?


Sumber: Searchengineland.com

Blogger menurut saya bukan hanya menulis saja. Seperti layaknya konten kreator lainnya, jika tidak bekerja di bawah manajemen kita wajib untuk merangkap semuanya. Mulai dari memikirkan apa yang akan kita buat konten, desain blognya seperti apa, hingga memasarkan konten kita seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Tujuan akhir dari semua itu hanyalah satu. Agar halaman kita banyak yang mengunjungi, konten kita banyak yang mengkonsumsi dan akhirnya adsense kita menjadi sangat berarti.
Maka dari itu kali ini saya ingin sharing apa yang saya lakukan setelah menulis konten blog. Mungkin bisa teman-teman contoh agar konten teman-teman blogger banyak yang mengkonsumsi. Masak sih pengunjung blog hanya segitu saja, kan gak asik.

Posting di Webmaster

Sebetulnya nama resminya bukan posting tapi request indeks. Webmaster yang saya maksut adalah Google Webmaster. Saya jelaskan sedikit tentang Webmaster. Jadi Google memberikan cara untuk pemilik web agar webnya dapat terindeks di Google. Sebetulnya meskipun tidak memasukkan secara manual artikel anda tetap akan terindeks, tapi biasanya lebih lama. Jadi daripada menunggu lama untuk terindeks lebih baik memasukkan secara manual.
google webmaster
Cara Posting di Webmaster

Cara memasukkannya mudah, hanya harus mendaftar akun Webmaster dan masukkan alamat page seperti contoh di atas. Jika alamat masih belum terindeks di Google lakukan request pengindekan. Setelah itu tunggu beberapa jam dan alamat page anda sudah terindeks oleh Google.

Google Question Hub

Biasanya saya mencoba-coba untuk mencari topik di Google Question Hub. Memang tidak langsung menaikan artikel yang sudah kita tulis. Minimal satu bulan artikel kita akan masuk di halaman pertama Google. Itupun jika ada pertanyaan yang jawabannya terjawab oleh artikel yang kita buat. Jika tidak ada pertanyaan yang terjawab maka kita akan sia-sia masuk Google Question Hub.
Jangan sekali-kali memasukkan artikel kita jika memang tidak menjawab pertanyaan yang sudah ada di Google Question Hub. Karena Google akan mendeteksi aktifitas kita dengan aktifitas mengganggu alias SPAM. Selain itu jika Google tetap mengindeks artikel kita, pasti akan menyesatkan pembaca. Sekedar informasi Google Question Hub diperuntukkan hasil searching yang tidak terjawab oleh Google. Kalau kita tetap memaksakan artikel kita, jelas akan menyesatkan.

Posting di Sosial Media

Jurus ampuh untuk menaikkan pengunjung sebenarnya adalah memanfaatkan sosial media. Manfaatkan grup blogger untuk share artikel yang baru dibuat. Pasti akan ada blogger lain yang saling berkunjung. Apalagi jika kita rutin mempublikasikan page yang baru kita buat. Pasti ada orang-orang tertentu juga yang senantiasa berkunjung ke website kita.
Jika sudah dikunjungi jangan lupa pula untuk berkunjung ke website anggota grup lain yang sudah mempublikasikan website-nya. Karena pasti akan menjadi circle tersendiri yang dapat menjadi pengunjung tetap website anda. Jangan sekali share langsung menghilang tanpa berkunjung ke website lain. Karena jika sekali share langsung hilang anda akan gagal menjaring pengunjung website.

Komen di Blog Orang Lain

Komen di blog lain merupakan langkah efektif lainnya. Karena dengan blogwalking dan membubuhkan komen pasti pemilik blog akan meninggalkan kesan anda sudah menghargai artikel yang sudah ia buat. Penghargaan ini tidak akan sia-sia. Pasti ada imbasnya, yaitu website anda akan dikunjungi dan dikomentari oleh blogger lain.
Setelah Komen di blog jangan langsung keluar, sebaiknya kunjungi juga mereka yang sudah komentar di blog tersebut. Jadi sekali dayung dua atau tiga pulau dapat terlampaui. Pasti orang yang komentar tersebut blog-nya aktif dan sangat berpotensi untuk diajak friend with benefit (FWB).
Setidaknya dua langkah terakhir ini dapat membawa anda ke circle blogger. Ibarat kata kolom komen di website itu sudah menjadi tempat pertemuan anda dengan teman-teman blogger lainnya. Anggap saja tempat chat anda dengan blogger lainnya. Sehingga jalinan pertemanan dapat mendongkrak rating blog anda.

Setidaknya keempat langkah tersebut yang rutin saya lakukan. Sehingga dapat membawa kita ke jejaring pertemanan dengan blogger lainnya. Memang membutuhkan kesungguhan, karena jika kita hanya sekedar menjalankan tanpa serius pasti tidak akan berdampak. Atau paling parahnya kita hanya dianggap robot, yang hanya menjalankan prosedur tanpa mau diajak interaksi.

Friday, 29 November 2019

Mabuk Agama atau Mabuk Minuman Keras?


Mabuk minuman keras
Sumber: trip101.com
Mabuk tidak akan menjadi solusi mudah setidaknya itulah prinsip hidup yang harus dipegang beberapa orang. Karena dengan mabuk akal sehat akan sangat pendek. Tidak pikir panjang langsung hajar habis apapun yang ingin dilakukan.
Secara hakikat mabuk merupakan efek dari konsumsi zat tertentu. Namun ada juga yang menganalogikan mabuk ini sebagai perusak. Sebagai efek dari pusing dan ingin maunya sendiri khas pemabuk. Lantas muncullah istilah mabuk agama. Lagi-lagi hanya sekedar menjadi analogi bahwa efek mabuk adalah merusak. Apalagi saat panasnya isu politik kemarin, demo berjilid-jilid, hingga pada puncaknya terjadi kerusuhan.
Lalu tiba-tiba muncullah ungkapan lebih baik mabuk miras daripada mabuk agama. Menurut saya orang yang mengucapkan hal itu sama sekali tidak valid. Bagaimana menjadi "lebih baik" jika sama-sama merusak. Pun juga saya semakin kesal saat kelompok tersebut dengan otak homo sapiennya mencoba menalar agama. Lah gimana bisa masuk nalar, merasakan sedikit agama saja tidak.
Tiap hari membanggakan minuman keras, lalu sok-sokan memaknai agama. Ya jatuhnya kalau menurut saya seperti dajal. Tidak sembayang, setiap hari mabuk, lalu seakan-akan berubah menjadi nabi yang maha benar. Lalu jika ada orang yang membicarakan agama langsung di-judge sok suci. Lah ini maunya gimana?
Apa maunya seluruh orang mengikuti jejaknya?
Oke kita coba mengumpamakan jika semua orang suka mabuk. Setiap pekerjaan pasti akan molor gak karu-karuan. Seperti yang dikatakan mas Erix Endank Soekamti, jika malamnya mabuk pasti siangnya ada pekerjaan yang terbelenggu. Bahkan lagi-lagi dalam salah satu konten video Diary Of Erix Soekamti (DOES), JRX sang drumer SID mengaku kesiangan karena malamnya mabuk. Lha terus kalau se Indonesia Raya ini kamu suruh seneng mabuk semua, lalu siapa yang mau membuat bir?
Pasti pabrik bir karyawannya banyak yang kesiangan. Bahkan sampai detik ini saya masih pesimis bila pemabuk akan mengerjakan sesuatu dengan beres. Pasti ada sedikit kesalahan karena minuman keras.
Saya kurang lebih menyimpulkan seperti itu juga karena pengalaman saya selama beberapa bulan ini di Papua. Setiap hal yang tidak beres di kantor pasti disebabkan orang mabuk. Mau lari pagi gak berani karena pemabuk, kantor pada datang siang karena pegawainya malamnya mabuk, bahkan kemarin pintu di kepegawaian rusak ya karena pemabuk.
Ceritanya ada salah satu pegawai mabuk, dan marah-marah di kepegawaian. Alasannya karena kenaikan pangkatnya tertunda, jadi dia mabuk dan marah-marah ke bagian kepegawaian. Filep Karma (seorang aktivis papua merdeka) mengatakan minuman keras saat ini sudah sukses merusak Papua. Mulai pemuda sampai orang tua sengaja dirusak oleh pihak tertentu dengan politik minuman keras. Maka dari itu beliau sudah berhenti mabuk untuk menghindari politik tersebut.
Dari sekian pengalaman tersebut, dapat disimpulkan bahwa mabuk tidak ada yang lebih baik. Jika disuruh memilih "lebih baik mabuk agama atau mabuk minuman keras?". Jawablah dengan singkat padat dan jelas, lebih baik mabuk perjalanan.

*Tulisan ini tidak disponsori oleh Antimo

Saturday, 23 November 2019

[Resensi Buku] Kisah Tanah Jawa


Buku Kisah Tanah Jawa dan Jagat Lelembut
Kali ini saya mencoba meresensi buku dari Kisah Tanah Jawa yang digawangi oleh Om Hao, Mada, dan Genta. Entah buku ini ditulis oleh siapa, yang jelas kedua buku ini tidak hanya berisi tulisan saja. Tapi juga berisi gambar dan juga aura yang siap untuk membuat bulu kuduk berdiri.
Bagi anda yang masih asing dengan nama Kisah Tanah Jawa, mungkin saya harus menjelaskan sedikit tentang karakter tim ini. Sebelumnya Kisah Tanah Jawa ini saya kenal dari kanal berbagi video bernama Youtube. Di kanal ini mereka rutin membuat video tentang misteri-misteri yang berada di beberapa titik di Jawa. Metode yang mereka gunakan adalah retrokognisi. Yaitu mencoba untuk merekam energi masa lalu untuk menjelaskan penyebab kejadian pada masa kini. Dari aktivitas membuat konten tersebut, lahirnya penjelasan mendalam terkait investigasi yang berbentuk kedua buku ini.
Sengaja memang saya meresensi dua buku sekaligus. Pertama, memang buku jagat lelembut (background putih) dan buku kisah tanah jawa (background hitam) ini saya beli langsung keduanya. Kedua, menurut saya kedua buku ini memang lahir untuk saling melengkapi. Meskipun ada beberapa part yang berulang, jika anda hanya membaca satu bagian saya rasa ada yang kurang.
Seperti misalnya jika anda membaca buku Kisah Tanah Jawa yang ber-background hitam akan sangat luas. Mulai dari beberapa peristiwa di beberapa lokasi investigasi, sampai beberapa sosok yang sering menampakkan diri. Nah untuk lebih detil sosoknya apa saja bentuk dan rupa sosok tersebut secara visual digambar di buku Jagat Lelembut. Seakan buku Jagat Lelembut ini menjadi kamus makhluk gaib secara visual.
Seperti yang saya ceritakan di awal, kedua buku ini bukan hanya seonggok kertas yang bergambar hantu dan bertuliskan cerita-cerita hantu. Percaya ataupun tidak, saat membaca dan melihat beberapa gambar di buku ini anda akan bergidik. Entah memang karena aura yang dipancarkan buku tersebut atau ada hal lain yang menyebabkan bulu kuduk berdiri.
Pengalaman ini saya alami sendiri dan beberapa teman yang saya pinjamkan salah satu buku ini. Kalau saya jelas saat melihat salah satu gambar pocong di buku Jagat Lelembut langsung merinding. Lain halnya dengan kawan yang lain, saat membaca cerita-cerita di buku Kisah Tanah Jawa imajinasinya seakan dibawa ke tengah-tengah peristiwa yang diceritakan tersebut.
Cerita yang ada di Kisah Tanah Jawa memang lumayan seram. Di beberapa bab mereka menceritakan peristiwa-peristiwa masa lalu di beberapa titik investigasi. Tak cukup sampai di sana, mereka juga merangkum beberapa pesugihan dengan cara yang sesat. Tim Kisah Tanah Jawa tidak mengajarkan kesesatan, karena ketika mereka menceritakan caranya pasti akan dibantah dengan beberapa risiko yang ditimbulkan.
Pun juga dalam buku Tanah Lelembut. Beberapa lelembut atau makhluk halus ternyata bisa dipanggil. Dan parahnya mereka menuliskan mantra untuk memanggil. Mantra tersebut ditulis bukan untuk dimainkan. Di beberapa bagian buku mereka menuliskan disclaimer untuk tidak mempermainkan mantra tersebut. Namun jika sudah terlanjur membaca dan makhluk halusnya memang datang jangan khawatir. Di bagian tersebut pasti mencantumkan cara untuk mengusirnya pula.
Memang aneh, ada buku yang bisa memaksa kita berada di posisi buku tersebut. Jika bukan karena kisah nyata dan ditulis oleh orang khusus, pasti buku ini tidak akan memiliki aura mistis. Jika memang tidak kuat membaca buku ini di malam hari, jangan dipaksakan. Karena resiko terberat yang akan anda alami adalah kerasukan. Penulis mencantumkan anjuran, jika sudah terasa mual sebaiknya tutup buku lalu minum air putih sebagai penawar.

Wednesday, 20 November 2019

Akreditasi Unipa


Kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai akreditasi di Universitas Papua. Universitas Papua sampai tulisan ini dibuat memang masih belum memiliki akreditasi, karena memang ada beberapa jurusan yang belum terakreditasi. Akreditasi ini bersumber dari BANPT. Pertanggal tulisan ini rilis yaitu tanggal 21 Nopember 2019. Unipa terdiri dari 10 Fakultas. Data ini saya bagi berdasarkan jenjangnya. Mungkin jika ada ketidak validan data atau memang sudah ada data terbaru bisa menuliskan dikomen.

Saturday, 16 November 2019

Kafe di Manokwari


Akhir-akhir ini Manokwari mulai marak bermunculan tukang ngopi. Mungkin untuk menuruti permintaan pasar tersebut pula bermunculan beberapa coffee kekinian yang menawarkan menu single origin secara profesional. Yang saya maksud profesional di sini adalah profesional secara alat. Meskipun dunia perkopian memang sudah memiliki standar sendiri dan dari banyak kafe yang saya sebutkan di bawah ini masih belum memenuhi. Tapi setidaknya kemasan kopi single origin yang disajikan sudah hampir memenuhi syarat.

RPM

RPM Manokwari
(sumber: Instagram RPM)
Kafe satu ini memiliki kemasan yang unik dan terkesan eksklusif. Dari tampilan furniture luarnya saja sudah mencerminkan kebenaran kafe yang menolak untuk disejajarkan dengan warung kopi. Kafe yang berlokasi di Reremi KPR tepatnya di dekat SMK Negeri 2 Manokwari ini menghadirkan pilihan baru dalam menikmati kopi di Manokwari. Setidaknya konsep kafe layak untuk berswafoto layak disematkan di kafe Ropang Plus Manokwari. Berbagai ornamen khas industri menjadi pemanis jika pengunjung ingin berfoto.
Di kafe yang berukuran kurang lebih 6x10 meter ini berornamen menu kopi khas papua. Mungkin bagi pendatang seperti saya akan sangat menikmati berbagai ornamen yang menempel di dinding kafe. Untuk sekedar informasi pula jika nama Ropang ini sepertinya berasal dari roti panggang. Jadi jika anda ke sini rasanya wajib untuk memesan roti panggang sebagai snack pendamping pahitnya kopi.

Tabea Social House

Tabea manokwari
Sumber: Instagram Tabea Social House
Jika RPM sudah layak disematkan kafe layak selfie, Tabea ini dapat dikatakan kafe yang cukup instagramable. Tak hanya desain saja yang cukup layak untuk penghias feed Instagram, tapi juga berbagai piranti yang dihadirkan seperti sengaja bertema. Jadi setiap meja dapat dikatakan matching dengan kursinya. Lain meja lain tema. Jadi bila anda termasuk pemburu foto unik dapat meminum kopi di kafe ini.
Kafe yang berada tepat di samping Hotel Triton di daerah perempatan Makalo ini memang tidak melulu menyajikan kopi. Ya dapat dibilang sajian yang dihadirkan adalah es kopi kekinian. Dengan bertabur susu dan sajian kekinian lainnya. Tertarik untuk berfoto? Langsung meluncur sudah.

Kebun Cafe

Kebun cafe manokwari
Sumber: Google Map Adefantoko
Untuk para gamer yang bingung mencari kawan teriak-teriak saat mabar, rasanya kafe satu ini sangat cocok bagi kalian. Di kafe yang berada di daerah pertigaan tugu amban ini, kamu dijamin ketemu gamer lain. Khususnya pemain game Mobile Legend. Di dalam kafe yang hanya bertembok kayu ini para gamer seakan difasilitasi. Sampai-sampai di dalam kafe ada televisi yang menayangkan mabar antar pengunjung kafe.
Kopinya juga menu single origin-nya juga lengkap. Jadi bila kamu penikmat kopi namun juga pecandu game rasanya wajib ke sini. Nikmati kopimu, menangkan game mu, dan temuilah musuh terhebatmu di sini. Mungkin juga malah bisa mendapat tim baru.

Bakaro

Bakaro kafe Manokwari
Sumber: Instagram Mangunedwin
Buat kamu yang suka minum kopi dan khawatir mengeluarkan anggaran yang besar, bisa ke Bakaro Coffee yang berada di jl. Trikora Wosi. Pasalnya di sini kamu bisa membeli berbagai varian kopi khas papua ataupun nusantara. Ada kopi mentah ada pula kopi yang sudah di-roasting pula. Mau kopi yang sudah berbentuk bubuk? Ada juga dengan kemasan besar ataupun kecil.
Kafe ini merupakan coffee store yang terbilang lengkap di Manokwari. Di beberapa kafe tidak memiliki alat roasting sendiri, tapi di Bakaro ada. Maka dari itu ada beberapa kemasan kopi yang dijual dengan merk Bakaro. Bila kamu ingin membeli alat seduh kopi juga ada. Mulai dari rockpresso hingga alat seduh sederhana seperti V60 dan vietnam.
Selain menjual berbagai kopi dan hal yang berkait dengan kopi, di sini juga bisa meminum kopi. Seperti layaknya coffee di sini menyediakan berbagai kopi dengan penyeduhan yang bervariasi pula. Namun sayangnya di kafe ini tidak bisa merokok. Jadi bila kurang menikmati kopi jika tidak merokok, rasanya tempat ini kurang cocok.

Kafe Bukit Doa

Cafe bukit bintang manokwari
Sumber: Google Map Agustinus Menteng
Kafe ini terletak di depan gereja Efata Bukit Doa. Maka dari itu nama kafe ini lebih familiar dengan nama Bukit Doa. Kelebihan dari kafe ini hanyalah pemandangannya saja yang keren. Meskipun malam hari pun asalkan tidak hujan dapat dikatakan masih keren. Karena kafe ini terletak di titik tertinggi menghadap ke arah kota Manokwari. Terbayang bukan bagaimana pemandangannya di malam hari.
Menu single origin-nya hanya ada kopi kalosi tubruk saja. Kebanyakan menunya es dan jus saja. Mungkin karena tidak memfokuskan diri ke dunia kopi, jadi hanya ada beberapa kopi saja yang menghiasi daftar menu. Tapi untuk rating layak selfie kafe ini juga termasuk layak. Karena dengan pemandangan yang memanjakan mata rasanya sudah cukup untuk mentolerir tidak adanya kopi.

JnJ Coffee

Jnj manokwari
Sumber: Google Map JnJ Journey
Kafe yang berada di pertigaan Irman Jaya ini layak disematkan kafe komunitas. Karena banyak sekali komunitas yang biasa berkumpul dan sesekali menunjukkan talentanya di sini. Salah satunya komunitas StandUp Comedy Manokwari. Sesekali para komik tersebut menunjukkan kebolehannya di kafe ini. Dan jika ada hiburan live music dari beberapa performer dadakan.
Untuk kopi yang disajikan variannya lumayan banyak, tapi untuk teknik seduhnya hanya ada V60 dan tubruk saja. Jadi tergantung kamu ingin menikmati karakter kopi atau menikmati aroma kafe yang berbau indie ini. Tapi bagi saya kafe ini sudah sukses menghadirkan panggung hiburan bagi pendatang baru. Jadi setidaknya kita bisa menikmati para pendatang baru sembari menikmati kopi tubruk yang diracik oleh barista asal Toraja.

Sunday, 10 November 2019

Muludan Khas Makassar


Adat Makassar dilakukan orang Jawa di Manokwari
Mauludan di Salah Satu Masjid Di Manoowari
Akhir minggu kemarin saya berkesempatan untuk menikmati tradisi baru, yaitu Muludan. Mungkin merayakan kelahiran nabi Muhammad ini merupakan tradisi rutin yang lumrah dilaksanakan setiap tahun. Tapi cara merayakannya yang sangat berbeda. Sewaktu saya masih mondok ada tradisi untuk bersholawat saat Maulid nabi. SHolawat diba’ dilantunkan beberapa kali mulai pagi, sore hingga malam melantunkannya dengan penuh semangat. Tentunya sholawat tersebut dilantunkan dengan disertai alat musik terbang atau rebana dalam bahasa Indonesia.
Kalau di kampung beda lagi, biasanya di mushola atau masjid setelah sholat maghrib kami mendendangkan sholawat diba’. Saat itu juga ada tradisi bertukar cobek yang berisi makanan berat ataupun buah-buahan. Lambat laun memang tradisi mewadahi makanan dengan cobek tanah liat sudah mulai punah. Mulai jarang ada yang menyajikan nasi berkat dengan cobek. Kebanyakan mulai kembali menyajikan nasi diwadahi plastik.
Ada juga tradisi luar yang mulai masuk di daerah kampung saya di Malang sana. Seperti menggantungkan berbagai makanan kecil diatas kepala saat bersholawat. Nanti setelah acara selesai makanan yang digantung tersebut bisa diambil. Tradisi ini sebetulnya berasal dari pesisir utara Jawa Tengah. Merambat melalui tetangga saya yang pernah mondok di sana. Sehingga tradisi tersebut mulai perlahan masuk dan menggantikan tradisi bertukar makanan yang diwadahi cobek tanah liat.
Lain halnya dengan tradisi di Manokwari. Meskipun mayoritas muslimnya adalah orang Jawa, saya sama sekali tidak melihat tradisi jawa yang diusung. Malahan yang marak beredar adalah tradisi Makassar. Jadi merayakan Maulid tanpa diba' tapi hanya dengan ceramah. Ada beberapa sholawat yang dibacakan, setelah ceramah agama disampaikan maka ada "mahalul qiyam" seraya membaca "thola'al badru 'alaika". Jadi tidak sampai membaca full atau membaca setengah diba'.
Waktu diadakan acaranya juga seperti halnya pengajian biasa yang mengambil waktu panjang. Tidak bisa hanya di antara sholat maghrib dan isya'. Mayoritas masjid di Manokwari memilih waktu setelah isya', karena memang waktunya lebih "longgar". Setidaknya butuh 2 jam untuk menyelesaikan pengajian dan mendapat keterangan dari ustadz yang diundang (bukan warga sekitar masjid).
Selain kemasan acaranya juga kemasan makanan yang disajikan juga berbeda. Seperti halnya orang Makassar yang suka warna warni berkilauan, kemasan berkatnya pun juga demikian. Ada telur dan berbagai hiasan yang dibungkus kertas warna-warni berkilauan. Lalu digantungkan seperti pohon yang memiliki dahan dari kayu yang dibungkus kertas warna-warni juga. Jadi lebih mirip pohon telur warna-warni yang diletakkan di pot yang berkilau juga. Nah pot ini berisi beras ketan, ditancap batang pohon pisang untuk membentuk dahan yang kokoh.
Hadiah ini disajikan untuk anak-anak kecil. Untuk orang dewasa biasanya disajikan nasi kotak. Biasanya ada beberapa masjid yang membawa masing-masing dan juga ada pula yang dikoordinir pihak masjid. Untuk bingkisan berkilau tadi jelas disediakan masjid. Mungkin akan sedikit kurang meriah, tapi ada ustadz yang datang tersebut sudah merupakan kemeriahan tersendiri.
Itulah kemeriahan yang susah dijelaskan kepada daerah dimana islam menjadi mayoritas. Bisa saling berkabar saja merupakan kebahagiaan tersendiri. Tidak perlu merayakan dengan gemerlap. Kadang feel menjadi minoritas akan lebih seru ketimbang mayoritas yang lebih mendekat kearah perayaan dengan kemeriahan yang mendekat ke arah duniawi.