Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Monday, 20 January 2020

Kamar Mewah Serba Sepeda


Salah Satu Ornamen di Kamar

Baru kali ini saya saat traveling menginap di hotel dengan harga yang terbilang tidak murah. Pasalnya di beberapa traveling sebelumnya saya pasti memilih kamar paling murah. Seperti saat ke Malaysia selama 10 hari, saya memilih menginap di hostel yang memiliki kamar dormitory. Semacam kamar asrama yang kita hanya dianggap menyewa kasur saja. Jadi kita berbagi kamar dengan orang lain.
Lain halnya dengan solo traveling kali ini, niat hati memang ke Lombok namun apa daya hari sudah malam dan perencanaan perjalanan saya juga lumayan kacau. Jadi saat masuk Denpasar saya langsung menuju Kuta dan mencari hotel di sana. Ini kali pertama pula saya sampai di sebuah kota tanpa mencari penginapan dahulu secara online. Biasanya saya mencari hotel dahulu sebelum sampai di sebuah kota. Hanya untuk mencari jujukan (tujuan).
Bahkan ini pertama kalinya saya memesan hotel secara offline. Menjadi sensasi tersendiri saat badan lesu, lemas dan pusing karena masuk angin dan menempuh perjalanan yang tidak wajar (sehari 400 km). Mungkin sebagai pengalaman pahit dan tidak akan saya ulang lagi. Apalagi saat itu menemukan hotel yang sudah penuh, di saat tubuh lemas harus melangkahkan kaki untuk mencari tempat singgah sungguh tidaklah mudah.
Singkat kata saya menemukan hotel bernama Rhadana. Bukan hotel megah nan mewah tapi terbilang cukup vintage dengan bangunan kayunya. Saat bertanya kamar yang kosong sang resepsionis menjawab hanya ada kelas mini studio saja yang tersedia. Karena saat itu uang perjalanan saya lumayan banyak, saya tanpa ragu langsung menanyakan berapa harga permalam. Ternyata lumayan fantastis, sembilan ratus ribu.
Bagi saya yang terbiasa traveling dengan paket hemat, harga hampir menyentuh angka satu juta tersebut dapat dikatakan fantastis. Biasanya kamar yang saya sewa harganya tidak sampai di atas lima ratus ribu rupiah. Di dalam atau di luar negeri saya memiliki patokan jika harga di atas pagu tersebut lebih baik mencari yang agak jauh dari destinasi.
Setelah saya membayar secara tunai, memarkir motor, dan mendapat kunci yang berupa kartu saya pun masuk ke kamar yang katanya harganya paling mahal di hotel tersebut. Dan benar saja, di dalam kamar yang bertema sepeda ini seakan dibuat untuk orang-orang kaya. Di dalam kamar tersebut ada sofa berjajar untuk tamu, meja kerja, dan juga ada balkon yang cukup luas. Semua sudut kamar dihiasi oleh pernak-pernik yang tidak jauh dari sepeda. Ada tembok yang dihiasi dengan wallpaper bergambar sepeda, ada sepeda angin juga yang ditempel di tembok, dan ada jersey sepeda juga yang dibingkai, ternyata milik rektor Universitas Indonesia.
Hari pertama yang membuat ilfeel saat pertama masuk kamar adalah kamar mandi yang airnya tidak panas dan adanya ornamen batik Universitas Indonesia yang ada di kasur. Padahal saya mencari hotel (bukan dormitory) hanya karena agar dapat mandi air hangat saat tengah malam. Karena mustahil bisa mandi dan tidur nyenyak jika mandi air dingin. Selain itu motif batik Universitas Indonesia juga cukup mengganggu. Karena saya bukan alumninya dan juga sama sekali tidak bangga dengan tidur di kamar yang ada motif batik almamater tersebut.
Motif Batik UI di Kasur

Hari kedua pagi karena kondisi saya masih belum sehat betul, saya memilih menambah waktu menginap selama semalam lagi. Saat sarapan pun saya memilih mengambil makanan sarapan dan membawanya ke kamar. Saat room service ke kamar saya meminta untuk mengambil motif batik Universitas Indonesia yang ada di kasur. Terkesan kampungan memang tapi saya memang cukup terganggu.
Baru di hari kedua saya mulai melakukan eksplorasi kamar. Hasilnya, ini memang kamar paling mewah yang pernah saya inapi. Sepeda angin yang di awal tulisan ini saya sebut, merupakan sepeda milik direktur utama Waskita. Mungkin sama sekali tidak menambah kenyamanan hotel, tapi cukup untuk menambah kebanggaan. Di depan kamar ini juga ada sofa, mungkin untuk tamu sang penginap kamar hotel, jika yang menginap adalah orang penting.
Mungkin ini adalah hal paling mewah yang pernah saya alami. Memang karena kekeliruan dalam merencanakan suatu perjalanan, sehingga saya harus mengeluarkan uang satu juta delapan ratus untuk menginap dua malam. Itu pun baru check-in tengah malam dan separuh dari waktu menginap hanya saya gunakan untuk tidur karena meriang. Tapi kesalahan ini patut disyukuri. Tanpa kerancuan dalam merencanakan perjalanan, saya tidak mungkin bisa menginap di kamar mewah seperti ini. Terimakasih kesalahan.

Saturday, 18 January 2020

Gandeng Tangan yang Tidak Erat


P2p gandeng tangan
Hati-hati dengan Gandeng tangan
Berkali-kali saya menuliskan salah satu merk P2P yang bernama Gandeng Tangan, untuk merekomendasikan beberapa orang dalam menempatkan dana. Karena kemarin sebelum saya mengalami kendala ini, saya merasa nyaman berinvestasi di Gandeng Tangan. Selain bermisi sosial, di PT. Kreasi Anak Indonesia ini juga menjanjikan timbal balik yang lumayan tinggi.
Namun semua itu seakan musnah dan hancur berantakan ketika negara api menyerang. Tepatnya ketika tanggal 30 November 2019. Saat itu ada cicilan yang harusnya dibayarkan pada 21 oktober 2019 melewati jangka waktu yang dijanjikan. Hampir dua minggu uang tersebut masih belum masuk akun dashboard yang biasa disebut dengan Dompet di Gandeng Tangan. Saat ditagih pun masih mundur-mundur tanpa ada kejelasan waktu.
Padahal pada waktu penempatan dana ada asuransi yang dapat diklaim. Namun tetap saja seakan mengabaikan ketepatan waktu dalam membayar, asuransi itu pun juga musnah tanpa ada manfaat asuransi yang dijanjikan. Memang asuransi tersebut dikatakan gratis oleh mereka. Mungkin sangat menggiurkan bagi saya yang terlanjur percaya dengan Gandeng Tangan.
Akhir cerita, cicilan tersebut kembali juga pada tanggal 2 Desember 2019. Kronologi kejadian belum berakhir di sini. Karena saya masih memiliki beberapa uang di Gandeng Tangan yang jatuh temponya pada 18 Desember 2019. Tapi sudah terasa agak ringan dan tidak was-was. Karena lebih dari separuh uang saya sudah cair di tanggal 2 Desember 2019.
Pada tanggal 3 januari 2020 kemarin saya baru menanyakan kembali uang yang seharusnya cair di tanggal 18 Desember 2019. Karena cuti bersama dan baru masuk tanggal 6 maka saya baru dilayani via chat WhatsApp tanggal 6 Januari 2020. Sesuai prediksi ini pasti molor, lebih mirip seperti memberikan utang ke teman atau kerabat. Janji esok tapi entah sampai kapan akan terbayarkan.
Alhasil sang customer service tanpa casciscus langsung memberikan janji pada tanggal 25 Januari 2020. Entah alasan apa yang mendasarinya, tapi setelah customer service berdiskusi dengan sekelompok orang yang ia sebut tim, tiba-tiba muncul tanggal tersebut. Ketika ditanya alasannya kenapa.
Lantas saya memiliki inisiatif untuk melaporkan hal ini kepada OJK. Karena PT. Kreasi Anak Indonesia merupakan lembaga yang terdaftar dan diawasi OJK. Setelah satu hari berselang saya hanya mendapatkan saran dari OJK untuk menyelesaikan dengan pihak gandeng tangan. Padahal pada waktu itu saya sudah menceritakan kronologi beserta bukti rekam layar percakapan dengan customer service Gandeng Tangan. Alih-alih memberikan solusi, pihak berwenang pun menilai kerugian saya tidak begitu besar sehingga tidak pantas untuk dimediasi.
Dari kejadian ini dapat diambil kesimpulan dan pelajaran bagi pembaca sebagai berikut:
  • Evaluasi kepercayaan anda pada instrumen investasi ataupun pada lembaga investasi, bisa jadi seperti gandeng tangan yang kian menua kian error dalam pelayanan investasi.
  • Diversifikasi investasi adalah hal mutlak yang tidak bisa dinego lagi.
  • Lambang OJK tidak akan membantu apapun jika uang anda tidak kembali atau kembalinya sangat terlambat.
  • Jangan investasi di Gandeng Tangan.
Mungkin hanya 4 poin tersebut yang dapat saya sampaikan. Sebagai investor kecil saya mencukupkan kepercayaan saya pada P2P ini. Bukan karena keterlambatan pembayaran, memang karena misi sosial jadi keterlambatan pembayaran adalah hal lumrah. Tapi yang tidak lumrah adalah kurang profesionalnya dalam mengatur peminjaman dan juga mengembalikan uang. Sekian keluh kesah saya, semoga dapat menjadi disclaimer bagi siapapun yang hendak mempercayai tulisan saya terkait saran untuk investasi.

Monday, 6 January 2020

Masjid Kuta, Cerminan Muslim Kuta


Sebelum Sholat Jumat Berfoto Dulu di Depan Pura

Akhir tahun saya sempatkan untuk menghibur diri sejenak dari rutinitas. Selain menjadi pencapaian yang sudah beberapa tahun saya idam-idamkan, liburan kali ini juga ajang melepas penat setelah beberapa bulan menjadi aparatur negara di Papua Barat. Saya sangat hobi dalam berkendara roda dua jarak jauh. Dulu ketika suntuk hiburannya hanya mudah dan cenderung murah, yaitu naik sepeda berkeliling kota sendiri. Alhasil setelah di Papua yang sangat minim aspal mulus, saya menjadi sangat ingin liburan dengan roda dua sendiri tanpa gerombolan yang suka salip kanan kiri.
Kali ini saya bermotor ke Lombok. Memakan waktu 5 hari, di hari kedua bertepatan dengan hari jumat. Menjadi kewajiban untuk saya sebagai muslim untuk sholat jumat. Meskipun traveling saya sangat jarang sekali untuk mentoleransi ibadah yang terlaksana seminggu sekali. Selain beribadah saya kerap mengamati kebiasaan-kebiasaan unik yang dilakukan jamaah sholat jumat. Seperti yang saya amati pada masjid Ar-Rahmat di Jl. Raya Kuta Bali. Berikut adalah beberapa keunikan yang saya simpulkan sendiri menjadi keunikan di masjid tersebut saat tanggal 27 Desember 2019.

Ramai Sekali

Rasanya menjadi kemustahilan untuk sepi jika suatu masjid berdiri di daerah dimana muslim menjadi minoritas. Karena sangat susahnya mencari tempat ibadah, apalagi tempat untuk sholat Jumat yang memang diwajibkan untuk berjamaah. Jika hanya ada satu masjid, maka di sanalah akan berkumpul orang muslim untuk melaksanakan panggilan beribadah.
Namun yang menjadi menarik bukan hanya ramainya orang yang memadati masjid. Tapi waktu keramaiannya. Biasanya saat menjelang sholat jumat jamaah akan memadati masjid hanya beberapa menit menjelang adzan atau malah mulai ramai saat khatib menaiki mimbar untuk berceramah.
Lain halnya dengan jamaah masjid ini, mereka sudah memadati area masjid hampir satu jam sebelum adzan berkumandang. Saya mengetahuinya karena memang saya juga datang satu jam sebelum adzan. Saat menjelang adzan saja sudah dapat dikatakan penuh. Sudah tidak ada tempat duduk lagi. Di bawah maupun di atas sudah penuh semua, sehingga tak jarang jamaah yang tidak mendapat tempat duduk akan mendengarkan khutbah dengan berdiri atau duduk di tangga.

Imam Menunggu

Saya beberapa kali kesal dengan imam masjid besar yang memerintahkan untuk meluruskan dan mengisi shaf yang kosong namun tidak mau menunggu. Sehingga terkesan seperti hanya formalitas untuk memerintah jamaah mengisi shaf kosong. Alhasil banyak jamaah yang berlarian untuk mengisi shaf sekaligus merapatkan.
Hal tersebut tidak terjadi di masjid ini. Kira-kira ada 15 menit imam menginstruksikan semua jamaah untuk masuk di dalam masjid. Tak hanya menyuruh yang belum mendapat tempat saja, namun juga meminta jamaah lain yang sudah memiliki tempat untuk sedikit berbagi tempatnya dengan jamaah yang belum mendapat tempat. Ditengah memberikan instruksi tersebut sesekali imam masjid tersebut memohon maaf atas kekurangan tempat di masjid ini.
Menurut saya ini merupakan keunikan di tengah imam masjid yang hanya memberikan waktu 3 menit untuk jamaah mengatur formasi sesuai keutamaan sholat. Meskipun harus beribadah di tengah kesempitan tersebut, saya menemukan kebersamaan dalam beribadah. Saling bersedekah tempat ibadah untuk muslim lainnya. Tidak harus memaksakan melebarkan kaki untuk merapatkan shaf.

Bagi-Bagi Makan

Mungkin di berbagai masjid akan marak ditemui membagi makanan setelah sholat jumat. Di Manokwari, Papua Barat pun saya juga menemui kegiatan seperti ini. Namun bedanya dengan masjid Ar-Rahmat Kuta yaitu yang membagikan makanan adalah ibu-ibu dan mbak-mbak di depan gerbang masjid. Lagi-lagi masjid Ar-Rahmat bertindak sebagai pengecualian. Di saat masjid lain di depan gerbang masjidnya dipenuhi dengan pengemis dan tuna wisma, masjid yang berada di Kuta ini malah mayoritas pembagi makanan ada di depan gerbang. Meskipun masih ada saja peminta-minta, itupun hanya minoritas saja.
Makanan yang dibagikan pun beragam, mulai dari nasi bungkus, gorengan, air mineral, sampai buah-buahan. Mungkin jika dikumpulkan, makanan ini bisa menjadi dessert, main course, hingga appetizer. Meskipun tidak kebagian saya tetap senang melihatnya.

Ketiga hal tersebut merupakan keunikan saat saya sholat jumat di Kuta. Mungkin pembaca juga wajib untuk merasakan sensasi beribadah di daerah lain saat liburan. Feel-nya pasti beda, dan tentunya akan menemukan berbagai keunikan jika beribadah saat liburan. Atau malah para pembaca ada cerita unik beribadah saat berlibur. Kalau ada bisa juga diceritakan di kolom komen ya.

Thursday, 19 December 2019

Korporasi Terikhlas itu Namanya BTPN


Korporasi Terikhlas itu Namanya BTPN
Akhir-akhir ini saya sering membaca beberapa quote terkait kebaikan jenius. Setidaknya sudah 3 tahun berturu-turut pasti ada saja yang menjelaskan kebaikan jenius. Mulai dari luar ataupun dalam negeri ada saja yang memuji kebaikan yang berhasil dihadirkan jenius. Saya sebagai orang yang memiliki keyakinan dan keteguhan sekeras baja, tentunya tidak akan percaya begitu saja. Maka dari itu saya memberanikan diri untuk mencoba rekening berbasis ponsel dan kartu tersebut.
Perlu diketahui saya saat ini berada di Manokwari, provinsi Papua Barat. Di tempat saya berdomisili tidak ada bank BTPN. Menjadi sangat menyusahkan jika saya harus ke BTPN terdekat yang berlokasi di Manado.  Untungnya jenius adalah tabungan berbasis aplikasi, sehingga calon pemilik rekening dapat mendaftar lewat aplikasi. Hanya bermodalkan KTP, NPWP dan ponsel android saja sudah bisa mendaftar. Semudah mendaftar akun sosial media memang.
Setelah terdaftar pengguna wajib melakukan verifikasi bisa dengan mengunjungi kantor BTPN atau jika jauh seperti saya bisa memverivikasi dengan menggunakan video call. Otomatis saya melakukan permintaan untuk video call saat jam kerja Jakarta. Setelah diberikan beberapa pertanyaan saya disuruh untuk menunjukkan KTP kedepan kamera serta menunjukkan muka saya secara jelas. Dan voila akun langsung terverifikasi.
Dengan terverifikasinya akun yang saya miliki, secara otomatis di aplikasi langsung muncul dua kartu. Pertama m-card dan kedua e-card. Namun yang saya heran kenapa yang bisa diaktifkan hanya e-card, sedangkan m-card sama sekali tidak aktif. Saat itu untuk mengaktifkan e-card hanya cukup memasukkan vcc dan membuat pin kartu sesuai yang kita inginkan. Lalu secara otomatis muncul nomor rekening BTPN kita. Pertanyaannya saat ini adalah, kapan saya bisa mengaktifkan m-card ini?
Setelah aktif saya pun masih belum mengisi rekening BTPN, takutnya nanti ada tagihan fiktif yang belum saya ketahui dan berujung dengan pemotongan saldo secara sepihak. Selama satu minggu saya gunakan untuk mempelajari produk yang dimiliki jenius. Mulai tabungan perencanaan yang dapat digunakan untuk menabung sampai pada kemudahan transfer antar bank gratisan selama 25 kali.
Decak kagum saya terhadap korporasi ini belum luntur, selang 2 minggu saya menerima kejutan lagi. Tiba-tiba ada telpon masuk dari kurir J&T, mas kurir bilang kalau mau mengirimkan paket kartu jenius. Dalam hati saya bilang, “lho kok niat sekali buat mengirim kartu”. Setelah saya menerima kartu tersebut betapa terkejutnya saya, bukan karena tampilan kemasannya yang ala kafe kekinian namun terkejut pada tarif ongkir yang menunjukkan angka 175.000. Memang niat sekali bank BTPN ini, paling minim potongan administrasi tapi mau-maunya mengirim kartu dengan tarif sebesar itu.
Selesai dengan decak kagum saya memamerkan kiriman yang baru sampai di tangan saya kepada anggota grup teman yang dulu pernah sekelas. Karena saya tahu salah satu anggota grup sudah memiliki jenius, jadi saya mencoba untuk membesarkan hatinya saja. Alih-alih berdecak kagum dan merasa sombong, kawan saya yang memiliki jenius tersebut malah membalas foto saya dengan video ini.
Namun syukurnya kelanjutan video tersebut berakhir dengan pihak jenius yang menanggung semua kerugian yang dialami Youtuber. Yang perlu digaris bawahi adalah, sistem keamanan jenius pernah dibobol. Cukup itu saja, dan sebaiknya jika kebobolan segera melakukan konfirmasi kepada pihak BTPN. Pasti akan menguras banyak pulsa tentunya jika menelpon. Pun juga tidak memungkinkan jika melakukan kunjungan langsung ke kantor BTPN yang berada di Ambon. Yang bisa dilakukan hanyalah memberikan konfirmasi melalui sosial media yang dimiliki jenius.
Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa, tidak ada korporasi yang memiliki keikhlasan dan ketulusan seperti Jenius. Hal ini memberikan dampak kepada saya jadi nggak enak kalau tidak mengisi rekening Jenius. Minimal pengisian rekening ini dapat digunakan untuk tabungan perencanaan yang sama sekali tidak memiliki potongan administrasi. Namun meskipun begitu harus tetap waspada, karena rekening berbasis teknologi seperti ini ada kemungkinan di hack seperti yang dikatakan mas-mas youtuber.

Sunday, 15 December 2019

Citra Perempuan Papua dalam Kumpulan Cerpen Cinta di Pangkalan Tempur Douglas MacArhtur Werur karya Lovernia Hay


Dari Ayu Utami ke Lovernia Hay

Kumpulan Cerpen Cinta di Pangkalan Tempur

Munculnya pengarang perempuan di akhir tahun 1990-an dalam dunia sastra memberikan warna baru bagi dunia sastra. Dipelopori  oleh Ayu Utami melalui novelnya yang berjudul Saman dilanjutkan dengan novel keduanya Larung. Melalui karyanya tersebut, Ayu berhasil menarik perhatian masyarakat. Karya Ayu selalu identik mengangkat masalah seks dan agama. Keberhasilan Ayu sebagai penulis  perempuan seolah memberikan inspirasi bagi para penulis perempuan lainnya, seperti Djenar Maesa Ayu, Fira Basuki, Dewi Lestari, Dinar Rahayu dan yang terbaru adalah Lovernia Hay.
Dilihat dari kenyataannya, para penulis perempuan menggambarkan perempuan itu kuat. Mereka cenderung menolak untuk diatur dan dinilai dari nilai-nilai yang selalu mementingkan laki-laki, para perempuan ingin diberlakukan sama seperti laki-laki. Mereka membuktikannya melalui tulisan-tulisan mereka yang lugas, bebas, terbuka bahkan terkesan vulgar. Tidak sedikit karya mereka ditulis berdasarkan pengakuan, pengalaman dengan sudut pandang diri mereka sendiri. Kajian feminis memperhatikan masalah gender, khususnya isu kesetaraan gender.  Adanya teori feminisme dan isu kesetaraan jender memberikan keyakinan pada perempuan bahwa mereka memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam segala bidang.
Kritik sastra feminis menurut Culler adalah reading as woman yang berarti membaca sebagai perempuan. Namun,  menurut Yoder kritik sastra feminis itu bukan berarti pengkritik perempuan, kritikan tentang perempuan, atau kritik tentang pengarang perempuan melainkan pengkritik memandang sastra dengan adanya kesadaran khusus, kesadaran bahwa ada jenis kelamin yang banyak berhubungan dengan budaya, sastra dan kehidupan kita. Jenis kelamin inilah yang membuat perbedaan pada diri pengarang, pembaca, perwatakan dan pada faktor luar yang mempengaruhi situasi karang-mengarang. Yoder mengumpamakan kritik sastra feminis sebagai quilt. Istilah quilt ini menjelaskan sebagai kritik sastra feminis adalah alas yang kuat untuk menyatukan pendirian bahwa seorang perempuan dapat membaca sebagai perempuan, mengarang sebagai perempuan dan menafsirkan karya sastra sebgai perempuan.(Sugihastuti dan Suharto, 2010: 5-6).
Menurut Sugihastuti dan Suharto, hal yang diinginkan oleh kritikus feminis adalah mereka tidak ingin kritik memperlihatkan konsep yang patriarkhat secara dominan, segi-segi keperempuanan yang lemah atau terlihat lemah juga pantas untuk dibicarakan. Tidak perlu adanya kekhawatiran bahwa perempuan akan mendominasi, studi adanya perbedaan seks dalam sastra bukan merupakan suatu ancaman, tetapi dapat dianggap sebagai kehidupan baru dalam kritik berdasarkan perasaan, pikiran, dan tanggapan yang keluar dari perempuan berdasarkan penglihatannya terhadap peran dan kedudukan perempuan dalam dunia sastra.
Melalui tokoh-tokoh utama dalam kumpulan cerpen Cinta di Pangkalan Tempur Douglas MacArthur Werur karya Lovernia Hay kita dapat melihat bagaimana seorang perempuan berusaha mencari pria pujaannya untuk menyampaikan salam perpisahan. Ada pula perempuan yang dengan penuh keberanian menyelamatkan seorang laki-laki yang terjatuh ke sungai. Kita juga dapat melihat seorang ibu dengan kecerdasannya mendidik anaknya dan seorang ibu guru mendidik siswanya dengan kecerdasan yang dimilikinya. Melalui cerpen yang ditulisnya, Lovernia Hay juga berusaha menunjukkan bahwa perempuan tidak lagi berada di posisi yang inferior. Tidak hanya sampai di situ, Lovernia Hay juga kembali memposisikan perempuan sebagai makhluk agung yang menjaga, merawat dan memberikan kehidupan melalui rahim yang dimiliki perempuan.


Cinta Gadis Papua mengalahkan Nyali Tentara Amerika

Cerpen berjudul “Cinta di Pangkalan Tempur Douglas MacArthur Werur” (yang selanjutnya diringkas menjadi Cinta di Pangkalan Tempur) karya Lovernia Hay bercerita tentang seorang tentara Amerika bernama Thom yang sedang bertugas di Pangkalan Tempur Douglas MacArthur Werur. Thom ternyata menaruh hati kepada seorang Gadis Byak Abun bernama Anselma. Suatu ketika Anselma menyelinap ke Pangkalan Tempur untuk mencari Thom, tujuannya adalah hendak berpamitan kepada Thom karena Anselma akan ikut bersama bapaknya melakukan pekabaran Injil di Pedalaman Abun.

Ketika itu di suatu sore, di pangkalan Douglas MacArthur Werur. Seorang gadis bernama Anselma, menyusup masuk ke dalam markas tentara Amerika. Ia hendak mencari Thom. (Hay, 208: 2-3).

Anselma masih berhati-hati untuk mencari keberadaan Thom, namun tidak bertemu. Karena takut dan putus asa, Anselma memilih kembali ke perkampungan dan meninggalkan pangkalan Douglas MacArthur. Padahal sore itu adalah hari terakhirnya, karena ia akan segera ikut bapaknya hendak melakukan pekabaran Injil si pedalaman Abun (Hay, 2018: 4).

Kutipan tersebut menunjukkan keberanian seorang Anselma untuk rela melawan rasa takutnya demi bertemu dengan pria yang ia idamkan. Tentu hal tersebut tidak berarti Anselma menurunkan derajatnya sebagai seorang perempuan. Tidak pula menunjukkan Anselma sebagai bucin atau budak cinta. Apa yang Anselma lakukan semata-mata untuk menghargai dan memperjuangkan rasa cinta yang ia miliki. Meski akhirnya harus tidak bertemu dengan Thom, setidaknya Anselma telah membuktikan bahwa perempuan juga harus memperjuangkan segala sesuatu yang ingin dicapai, termasuk perkara cinta.

Setelah tiba di pangkalan Douglas MacArthur Werur, keesokan harinya Thom pergi ke ujung pantai Warfaknik. Di sini Thom menunggu lama sambil mengeluarkan asap rokok cerutu dari mulutnya. Ia masih memandang ke laut lepas berharap Anselma akan datang menemuinya. Hari pertama ia menunggu, hingga pada hari ke sepuluh Anselma tak datang. Thom tidak mengetahui jika Anselma telah pergi jauh (Hay, 2018: 5).

Kutipan tersebut menunjukkan bahwa sepulang dari Tokyo, Thom berharap untuk bertemu kembali dengan Anselma, gadis pujaannya. Hanya saja, tidak ada usaha nyata yang dilakukan Thom untuk mewujudkan harapannya tersebut, Thom hanya menunggu dan menunggu. Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa Lovernia Hay ingin menjelaskan kepada pembaca bahwa melalui cerpen “Cinta di Pangkalan Tempur”, pembaca dapat mengetahui jika seorang Gadis Papua bernama Anselma memiliki keberanian dan usaha yang lebih besar dibandingakan seorang Tentara Amerika bernama Thom.
Hal tersebut juga mempertegas keinginan Lovernia Hay untuk menanamkan nilai-nilai keberanian kepada para pembacanya, terutama pembaca perempuan. Lovernia Hay ingin pembaca memahami bahwa pada kenyataannya tidak semua laki-laki memiliki keberanian dan usaha yang lebih besar dari perempuan. Ini berlaku untuk segala hal, entah itu dalam perkuliahan, pekerjaan bahkan hingga percintaan.


Risalah Hati seorang Asterida dan Cinta yang Tak Bersuara

    Setiap manusia memiliki masing-masing cara untuk mencurahkan isi hatinya. Bisa melalui nada, bisa juga melalui cerita ataupun sekadar melalui goresan pena. Langkah paling terakhir yang kemudian dipilih Asterida untuk mencurahkan isi hatinya dalam cerpen ”Asterida Gadis Senja” karya Lovernia Hay. Perlu jalan keluar berbeda dari tiap manusia untuk menyelesaikan masalah yang mengganjal di dada.

    Asterida adalah nama seorang gadis remaja yang saat ini masih mengenakan seragam putih abu-abu. Dia sering sekali menuliskan cerita hidupnya pada helaian kertas buku tulisnya dan menyimpan itu rapih tanpa sepengetahuan ibu atau ayahnya (Hay, 2018: 8).

Asterida dan perempuan lain tentu berhak memilih cara masing-masing untuk mengurangi beban yang ditanggung di dalam dada mereka. Hal ini bisa dipahami karena setiap perempuan memiliki tingkatan tantangan yang berbeda, memiliki tingkat kesulitan yang beragam yang tidak mungkin untuk dipaksa menjadi seragam. Kemunculan beragam cara penyelesaian masalah tentu saja menjadi hal yang sangat wajar, termasuk dengan menulis risalah hati di helaian kertas buku tulis seperti apa yang dilakuan Asterida.

Dan tanpa ada yang mengetahuinya, ternyata Asterida suka menuliskan pengalaman cintanya. Jatuh cinta pada tatapan mata di awal perjumpaan kadang membuat seseorang tak ingin melupakan saat itu, begitupun dengan Asterida gadis manis berkulit coklat ini (Hay, 2018: 8-9).

Lovernia Hay ingin menunjukkan bahwa setiap perempuan tidak harus selalu seperti Anselma pada cerpen “Cinta di Pangkalan Tempur”. Lovernia Hay ingin memberikan sebuah alternatif lain untuk perempuan yang memiliki kepribadian lain. Seperti Asterida, misalnya, ia digambarkan sebagai seorang perempuan pendiam yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Segala hal yang menyangkut tentang pertama tentu saja akan menjadi sulit, tapi Lovernia Hay dengan cerdiknya menawarkan kepada pembaca bahwa ada cara lain untuk mengungkapkan perasaan, yaitu dengan menulis risalah hati pada sebuah diary. Jika coba kita bandingan dengan kejadian dewasa ini, kita patut mengapresiai perempuan yang berani mencurahkan isi hatinya melalui tulisan bahkan status facebook sekalipun. Bahkan jika ada perempuan yang menggunakan akun anonim pada media sosialnya, itu tetap harus kita apresiasi, karena itulah salah satu cara untuk mengurangi depresi dari kisah cinta yang yang sepi. Seperti Asterida dan cinta yang tak bersuara.


Dokter Muda yang Tak Setangguh Shinta

Cerpen ”Cinta Bersemi di Sungai Kamundan” karya Lovernia Hay bercerita tentang tokoh Aku yang berprofesi sebagai seorang dokter muda yang ditempatkan di Kampung Siakwa. Lovernia Hay melalui cerpen ini coba mengeksploitasi kelemahan yang dimiliki seorang pria, seorang dokter muda di Kampung Siakwa. Ada misi yang ingin dicapai Lovernia Hay untuk menempatkan perempuan agar tidak lagi berada di posisi sebagai pihak yang inferior.

Di sini kisah itu bermula, pagi itu, Shinta yang membiarkan rambut coklatnya terurai, bergegas cepat menuju Gereja Siakwa, sorot tatapnya membuat hatiku terpanah, mati dan kaku (Hay, 2018: 12).

Kutipan tersebut adalah bukti bahwa Lovernia Hay ingin menunjukkan bahwa laki-laki juga terkadang bisa berada pada posisi yang lebih lemah dari perempuan pada kasus tertentu, terutama soal kasus percintaan. Bagaimana tidak, Lovernia Hay menggambarkan tokoh Aku begitu lemah setelah melihat Shinta yang rambut coklatnya terurai. Tokoh Aku digambarkan seketika kaku setelah melihat Shinta yang bergegas cepat menuju Gereja Siakwa.

Kini aku telah berada di tengah jembatan rotan tersebut, karena gugup bercampur lelah, akhirnya jembatan rotan itu bergerak tak tentu, alhasil jatuhlah aku (Hay, 2018: 13).

Shinta yang sedang bermain di tepi sungai Kamundan rupanya sedang mencari asal suaraku, setelah mengathui bahwa ada yang tenggelam, tanpa pikir panjang, ia langsung saja bergegas melompat ke sungai hendak membantu diriku berenang ke tepi (Hay, 2018: 14).

Melalui kedua kutipan tersebut Lovernia Hay begitu jelas membandingkan kelemahan seorang laki-laki dan kekuatan seorang perempuan. Kelemahan laki-laki tersebut tercermin ketika tokoh Aku tenggelam dan tidak bisa berenang. Hal tersebut langsung ‘diserang’ dengan tokoh Shinta yang datang membantu menyelamatkan tokoh Aku. Lovernia Hay tampaknya betul-betul ingin mengeksploitasi kelemahan laki-laki melalui cerpen “Cinta Bersemi di Tepian Sungai Kamundan” ini.

Walau tak sempat mengungkapkan rasa itu, namun Ia selalu ada dalam hati. Shinta gadis sungai kamundan hanya itu yang selalu kuingat, jika diberi waktu untuk kembali, aku akan kembali ke sana (Hay, 2018: 16).

Tokoh Aku lagi-lagi digambarkan sebagai laki-laki yang tidak mempunyai kuasa atas dirinya untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam perasaannya. Lovernia Hay kemudian menuliskan bahwa jika ada waktu, maka tokoh Aku akan kembali ke Kampung Siakwa untuk menemui Shinta. Padahal jika memang tokoh Aku mau berkorban untuk cintanya, seharusnya tokoh Aku harus berusaha menyediakan waktu untuk bertemu bukan hanya sekadar menunggu

*Artikel ini ditulis oleh  M.Hussen dan dipresentasikan saat acara bedah buku.

Thursday, 12 December 2019

Sedikit Saran Untuk Korban Asuransi


Sumber: http://buahpikiran.student.umm.ac.id/
Beberapa hari yang lalu saya mendapat kabar bahwa tante saya yang ikut prudential mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. Menurut pengakuan beliau sekitar seperempat uangnya hilang. Tidak sedikit tentunya, sekitar puluhan juta lenyap di tangan asuransi. Selang beberapa hari istri kakak saya langsung kebakaran jenggot. Ditengarai ia juga memakai asuransi prudential dan takut menderita kerugian yang sama dengan tante.
Sebagai informasi, kedua orang tersebut panik dan bercerita kepada saya hanya karena saya juga pemegang polis asuransi prudential. Sepertinya mereka sama sekali tidak pernah melihat tulisan saya tentang finansial, jadi kepanikan mereka lebih kepada untuk menakut-nakuti saya terkait kerugian yang mereka derita. Lebih tepatnya bukan menakut-nakuti tapi mengambilkan sedikit pelajaran pahit dari pengalaman mereka untuk saya.
Setelah itu saya mencoba untuk menyadarkan mereka, dengan perhitungan matematik sesuai dengan polis yang mereka tandatangani. Untuk pembaca yang baru mengenal asuransi, perlu diketahui polis asuransi adalah perjanjian antara kita dan pihak asuransi. Seperti halnya kontrak pekerjaan. Semua hal yang anda setujui tersebut adalah hal yang akan berlaku selama masa kontrak.
Banyak yang tidak mengetahui ini, sepertinya memang sengaja untuk tidak diberitahu oleh agen asuransinya. Sehingga agen asuransi (khususnya prudential) akan serta-merta menjejalkan pengetahuan imbal hasil dari ilustrasi yang ia bawa. Dan percaya-tidak percaya, ilmu yang dijejalkan agen asuransi ini sama sekali menjadi salah ketika kondisi pasar sedang turun.
Terbayang bukan? Bagaimana berbunga-bunganya calon pemegang polis jika diberikan informasi imbal hasil yang sangat "WAH" tersebut. Dan asuransi tersebut dalam ilmu keuangan lebih tepat dengan nama unitlink. Sekali lagi untuk para pembaca yang baru tahu unitlink, singkatnya kita berasuransi sembari berinvestasi, jadi tetap dapat imbal hasil. Namun imbal hasil tersebut dibuat sedemikian menarik di kolom ilustrasi yang diberikan agen. Tujuannya? Ya jelas agar calon pemegang polis tertarik dan minat untuk berasuransi.
Saran saya jangan sekali-kali mempercayai secara keseluruhan apa yang dipresentasikan agen. Hasilnya jika mempercayai agen asuransi secara lebay, akan merasa menjadi korban penipuan seperti tante dan kakak saya. Padahal yang mereka terima ya memang yang sesuai di polis asuransi. Tidak ada yang menipu dan tidak ada yang tertipu. Hanya saja harga unitlink yang dimiliki tidak sesuai dengan ilustrasi yang diberikan agen asuransi. Dalam investasi prediksi harga yang salah adalah hal lumrah, yang tidak lumrah adalah tidak memberikan disclaimer bahwa ada kemungkinan pergerakan pasar tidak sesuai prediksi.
Misal seperti pada kasus kakak saya. Agen asuransi menyatakan dalam ilustrasinya, di tahun kelima ini uang yang ada dalam rekening investasi 8,8 juta sampai 10,9 juta. Dalam tabel ilustrasi terbagi menjadi 3 perkiraan yaitu : rendah, menengah, dan tinggi. Seperti halnya pasar, jika pasar reksadana lesu hingga pasar bergairah. Namun saat ini sudah 5 tahun membeli unit link hanya mendapat 8,2 juta. Alias prediksi sang agen meleset.

Lantas apa yang bisa dilakukan?

Terpenting adalah jangan sampai emosi lalu menutup asuransi yang dimiliki. Karena jika asuransi yang anda miliki langsung ditutup kerugian yang masih terbayang-bayang menjadi kenyataan. Jika anda tidak menutup, otomatis bayang-bayang kerugian tersebut masih belum terealisasi. Dan ada keuntungan lagi yang akan saya jelaskan di bawah.
Pun juga jangan hanya berpangku tangan dan tetap menganggap semua itu baik-baik saja. Hitung semua mekanisme pembayaran yang tertulis di polis. Di prudential mekanisme pembayaran asuransinya hanya 5 tahun. Dengan rincian: tahun pertama premi yang anda berikan full untuk asuransi, tahun kedua 60% untuk asuransi dan sisanya untuk investasi, tahun ketiga sampai kelima anda hanya membayar asuransi 15% sisanya untuk investasi. Dan keuntungan yang bisa anda ambil, saat tahun ke 6 hingga ke 15 anda sudah full untuk investasi.
Lantas setelah dihitung dan dijumlahkan, berarti uang investasi anda seharusnya senilai itu (premi dikurang persentase akumulasi asuransi). Jika uangnya menyusut berarti harga unit link anda memang sedang murah. Dari sini akan terlihat uang anda seharusnya berapa. Sekali lagi jangan termakan omongan agen asuransi yang menyatakan uang yang anda keluarkan akan kembali, jangan percaya HOAX seperti itu. Karena mustahil berasuransi tanpa biaya. Pasti ada sekian biaya yang dikeluarkan untuk asuransi.
Lalu setelah mengetahui uang anda yang sebenarnya silahkan lihat tren pasar unit link yang anda pegang. Caranya masukkan nama unitlink investasi anda di web prudential, lalu masukkan tanggal anda daftar di kolom tanggal awal dan isi tanggal akhirnya dengan tanggal saat ini. Sukur-sukur jika anda memiliki dokumen tanggal pembayaran premi tiap bulan, sehingga bisa dihitung harga rata-rata pembelian. Namun jika tidak ada data sama sekali lihat saja harga tertinggi dan terendahnya saja. Jika harga saat ini mendekati harga tertinggi langsung ambil, dengan catatan jangan diambil semua. Sisakan 3 juta. Cara melihat jumlah uang investasi yang anda miliki ada di jumlah investasi unit link yang tertulis di bawah laporan asuransi. Sebaiknya untuk keterangan lebih lanjut tanyakan hal ini kepada agen asuransi.
Kenapa harus sisa 3 juta? Kembali lagi ke polis yang anda miliki. Di dalam polis asuransi tercantum harus tersisa 3 juta dan pengambilan minimal 1 juta dan kelipatannya.

Keuntungannya apa jika dengan mekanisme ini?

Keuntungan pertama anda akan terhindarkan dari kerugian atas turunnya harga unit link. Karena anda sudah melihat harga dahulu sebelum mencairkan uang. Karena jika mencairkan saat harga rendah pasti akan rugi, karena anda membeli unitlink di harga mahal dan menjualnya di harga murah. Keuntungan kedua anda akan tetap mendapat manfaat asuransi meskipun hanya membayar 5 tahun di awal saja. Tentunya setelah mengambil harus tetap rutin membayar premi seperti biasa, lalu jika sudah lebih dari 3 juta diambil lagi. Sehingga anda tetap akan mendapat manfaat asuransi dan uang tetap bisa diinvestasikan di instrumen lain.
Ingat uang ini jangan digunakan untuk konsumsi, karena ada kemungkinan uang pertanggungan asuransi tidak sesuai dengan tarif rumah sakit pada tahun itu. Sehingga tetap harus memiliki uang jaga-jaga atau bisa di backup dengan BPJS. Dengan mekanisme penggantian anda dapat memakai BPJS, lalu kelasnya dinaikan. Selisih kenaikan tersebut dapat diklaimkan ke prudential.
Sekian tulisan untuk memberikan problem solving bagi anda yang merasa menjadi korban asuransi. Sebelum menjalankan saran yang saya berikan sebaiknya tanyakan dahulu ke agen asuransi anda. Dan saran ini sebetulnya hanya untuk anda yang sudah 5 tahun membayar premi prudential. Semoga dapat membantu.

Tuesday, 3 December 2019

Genjotan Menuju Produktivitas Negeri



SDM Unggul Indonesia Produktif
Genjotan Menuju Produktivitas Negeri

Dulu jaman saya kecil pernah diajak kakak untuk berkeliling kios menawarkan keripik usus, setiap senin malam saya dan kakak mengedarkan keripik tersebut. Lain dahulu lain sekarang, di era teknologi 4.0 ini saingan usaha kian ketat, berbagai Negara dapat menjadi pesaing dengan sekali klik di gawai saja. Sejalan dengan adanya internet untuk bisnis, kini jualan dapat dikatakan semakin mudah pun juga sah saja jika kita mengatakan semakin sulit.
Awalnya saingan penjual eceran hanya tetangga kecamatan, kini pesaingnya langsung dari tempat antah berantah yang tidak kita ketahui. Tapi tunggu dulu, meskipun pesaingnya lintas negara, kita bisa memenangkan persaingan usaha dengan berbagai ilmu. Ibarat kata kita akan berperang di dunia internet dalam menawarkan barang, bagaimana caranya agar dapat menjangkau setiap orang yang ada di seluruh jagat melalui dunia maya? Ada ilmu bahasa yang harus kita kuasai dahulu, agar komunikasi lancar. Pun juga ada ilmu-ilmu lain yang seharusnya kita kuasai untuk memenangkan pertarungan. Setidaknya berikut adalah beberapa ilmu yang wajib dikuasai selain bahasa.

Search Engine Optimization (SEO)

Mesin pencari ibarat traktor ladang internet, semua orang pasti akan menanyakan berbagai hal di internet. Jika sudah menang di mesin pencari (katakanlah Google) kita sudah dikatakan separuh memenangkan pertarungan. Tinggal bagaimana kita memenangkan setengahnya lagi, dengan cara memberikan kualitas yang bagus dan pelayanan yang baik saja.
Mesin pencari yang saya maksut adalah mesin pencari yang hingga saat ini masih belum tergantikan, ya benar Google. Sekali tayang di halaman pertama Google dengan strategi yang tepat pasti akan membuat produk lebih dikenali. Menjadi terkenal hanya butuh strategi yang ampuh, lain halnya dengan jaman dahulu kita harus beriklan di televisi dahulu baru produk kita dapat dikenali masyarakat luas. Meskipun akhir-akhir ini juga ada penawaran untuk beriklan di Google, tapi tetap jika berangkat tanpa strategi akan sia-sia.
Hal ini terbukti ampuh untuk mendatangkan pesanan yang lebih banyak. Karena mayoritas milenial (sebutan untuk anak kekinian) sebelum membeli barang pasti akan bertanya ke Google dahulu. Mulai dari jenis, kualitas, sampai pada ujungnya dimana membeli barang tersebut. Pasti akan banyak sekali pembeli jika kita menjual pada website yang dibangun dengan bungkus SEO. Websitenya akan semakin terkenal dan produknya pun juga akan laku keras. Sekali lagi meskipun tidak ada jaminan.

Internet Marketing

Sebetulnya internet marketing ini sangatlah luas. Semua hal yang menjadi prospek bisnis untuk berjualan di internet dapat dikatakan internet marketing. Seiring berjalannya waktu cara berjualan di internet semakin berkembang, tidak hanya menawarkan barang saja tapi hingga pada taraf membuat influencer baru lalu mempromosikan barang dagangannya sendiri.
Berbagai macam strategi untuk menggaet pembeli di internet hendaknya sudah dikuasai penjual sebelum meluncur ke pasar daring. Banyak negara yang saat ini sudah membuka diri untuk mendatangkan mentor bisnis dalam hal internet marketing. Hendaknya jika Indonesia mengikuti jejak langkah negara-negara tersebut untuk menjadi maju. Banyak negara sudah meyakini ilmu yang satu ini memang sangat fleksibel, sehingga mereka tidak cukup mendatangkan pakar hanya sekali saja. Setiap ada update informasi mereka undang pakar untuk belajar. Memang terlihat akan menghabiskan uang besar, tapi jika tidak mengikuti perkembangan jaman Indonesia akan ketinggalan jaman.

Expor-Impor

Setelah memberikan pembelajaran dalam hal berjualan hendaknya SDM Indonesia diberikan informasi terhadap hukum ekspor maupun impor. Karena seperti yang sudah saya tuliskan di atas, SDM kita seharusnya diberikan ilmu tentang berjualan di pasar global. Dengan menggunakan internet tak ayal SDM Indonesia akan dapat menjual produknya ke benua lain.
Mungkin tidak hanya dicukupkan dalam ilmu hukum impor yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia saja, tapi hendaknya juga mempelajari cara ekspornya juga. Bukankah negara akan maju jika bisa menjadi penjual, neraca perdagangan akan menjadi surplus bila kita terus-terusan ekspor barang ke luar negeri. Maka dari itu sangat mengherankan bila ilmu untuk step by step dalam berjualan di luar negeri tidak diajarkan.
Mungkin juga pemerintah baru dapat mendorong ekspor dengan cara bekerjasama dengan toko online yang berskala international. Seperti Alibaba, Amazon, dan toko online lain. Menjadi keuntungan besar sepertinya jika kita dapat bekerjasama dengan toko online lain, sembari membangun toko online yang berskala Internasional seperti yang dilakukan Bukalapak. Menurut saya dukungan penuh pemerintah dalam menembus kerjasama internasional ini dapat lebih cepat, dari pada setiap perusahaan swasta membuat kerjasama sendiri-sendiri.

Memang ketiga pengajaran ataupun eksekusi tersebut akan hanya menjadi angan-angan tidak nyata secara online saja. Karena memang dunia saat ini sudah bertransformasi semenjak adanya internet. Semua hal akan dipaksa untuk bersentuhan dengan ilmu online yang dapat saja berubah setiap saat. Mulai dari ilmu SEO sampai Internet marketing pastilah akan bersinggungan langsung dengan hal yang dapat disebutkan dengan daring.
Risiko pemerintah baru jika mengeksekusi ide dan gagasan yang saya sebutkan adalah menyiapkan anggaran yang lumayan besar. Karena setiap waktu ilmu perinternetan berkembang, perkembangan ilmu tersebut berjalan secara lebih cepat, dan otomatis setiap waktu harus ikut perkembangannya dengan berinvestasi ilmu secara rutin. Tidak bisa dengan cara pengajaran sekali saja lantas tidak menghadirkan mentor lagi karena berharap ilmu yang sudah dikuasai saat ini sudah cukup.
Jika boleh mengambil contoh nyata pembekalan SDM yang nyata seperti kebijakan Kadin dalam sosialisasi Paspor Barang ke daerahyang tercetus dalam rapimnas yang tersenggelenggara kemarin di Bali. Dengan sosialisasi seperti yang dilakukan Kadin Indonesia ini rasanya akan memperoleh dampak nyata pada daerah-daerah di  Indonesia. Pasalnya selama ini pembangunan SDM dalam hal perdagangan International hanya berpusat pada Jawa Sentris. Sehingga potensi 40% Populasi ASEAN ada di Indonesia, 36% GDP ASEAN ada di Indonesia, dan 42% Wilayah ASEAN ada di Indonesia ini menjadi kurang maksimal. Karena pembangunan SDM saat ini hanya berpusat di Jawa. Jikalau dari 40% populasi ASEAN yang ada di Indonesia tersebut pemerintah dapat menyiapkan SDM sekitar 30%  saja, negeri ini sudah dapat dikatakan sangat maju.
Karena jika 30% populasi sudah bisa dimaksimalkan untuk menguasai pasar dagang ASEAN, pastilah sekitar 50% perputaran uang di ASEAN akan berfokus di Indonesia. Dengan syarat tidak adanya Jawa sentris dalam share ilmu maupun pasar. Katakanlah setiap daerah di Indonesia sudah menguasai ketiga ilmu yang saya katakan di atas, ditambah adanya kerjasama dari pemerintah dengan toko online yang sudah mendunia pasti akan menjadi kombinasi jitu dalam membangun SDM Indonesia.

Sebagai pesan penutup saya ingin mengatakan bahwa Indonesia sudah memiliki wilayah yang luas dan penduduk yang banyak. Secara kuantitas kita sudah menang banyak, hanya mendobrak kualitas yang dapat dibangun dengan cara daring. Sayang rasanya jika hanya menjadi pembeli saja tanpa memanfaatkan potensi yang kita miliki. Toh dengan online sudah bisa memangkas ongkos transportasi dalam mengembangkan SDM. Hanya butuh silabus pendidikan yang digarap secara serius dan tidak hanya berhenti di teori saja. Karena jika SDM Unggul Indonesia Produktif. 


Info Grafis Indonesia Di Banding Asia Tenggara
Info Grafis Peluang Indonesia Di Mata ASEAN
*Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog yang diadakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)