Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Monday, 17 August 2020

Jastip Manokwari Mendisrupsi Jasa Kirim Mahal


jastip manokwari
Pengiriman Kapal Lebih Murah (Sumber Fb akun: ASDP Sowi Manokwari)

Akhir-akhir ini mulai bermunculan inovasi usaha baru di Manokwari. Namanya biasa disebut di facebook sebagai jastip alias jasa titip. Dengan memanfaatkan semangat bersama jastip mulai muncul ke permukaan sebagai sebuah hal yang sama sekali baru dan memberikan keuntungan ke berbagai pihak.

Jastip sendiri bukan hanya jasa titip yang seperti kita kenal di Jawa. Jika di Jawa kita mengenal jastip sebagai jasa titip kepada orang yang sedang melancong. Sekalian jalan-jalan sekalian membelikan titipan pelanggan. Namun di Manokwari jastip sendiri ialah jasa titipan pengiriman untuk memangkas ongkos kirim yang terkenal mahal jika hanya membeli barang dibawah 100 kilogram. Bayangkan saja mengirim barang dengan berat satu kilogram saja ongkos kirimnya bisa sampai 140 ribu dengan menggunakan JNE. Tapi jika menggunakan jasa titip akan terpangkas habis dengan harga 20 ribu perkilo.

Kok bisa?

Jelas bisa, karena pengusaha jastip mengumpulkan kiriman hingga satu minggu dahulu lalu baru mengantar ke jasa pengiriman yang melayani pengiriman dengan bobot lebih dari 100 kilogram. Biasanya mereka menyebutnya dengan cargo. Harganya juga lebih murah dari pengiriman biasanya. Bisa jadi perkilo dapat harga 15 ribu. Tapi hitungan tersebut biasa langsung dikali 100 kilo. Sangat tidak memungkinkan bagi usaha eceran untuk mendatangkan barang langsung 100 kilo. Maka dari itu ada jasa untuk menitipkan pengiriman kepada jastip agar lebih murah.

Tapi kelemahannya mengirim lewat jastip tidak secepat pengiriman melalui jasa pengiriman kiloan seperti JNE. Karena operator jastip akan mengumpulkan barang dahulu di pengepul yang ada di Jawa. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas pengumpulan tersebut untuk memenuhi berat minimal yang kemudian dialihkan ke jasa kargo.

Sepertinya kehadiran jastip ini berhasil mendisrupsi kiriman mahal seperti JNE dan merk kiriman lainnya. Karena berhasil memotong harga yang lumayan tinggi dengan prinsip gotong royong. Mahalnya harga toko online karena ongkir, rasanya lambat laun akan menghilang di papua. Tinggal kita simak saja jastip ini akan dapat bertahan atau tidak. Sepengetahuan saya hal yang akan mengancam jastip hanyalah sistem manajemen saja yang terlihat masih sangat tradisional.

Untuk melihat betapa tradisionalnya managemen usaha satu ini, saya akan menjelaskan cara menggunakan jastip. Jika kita ingin menggunakan jasa, wajib memberikan konfirmasi ke jastip dahulu. Nanti jasa tersebut akan memberikan kode dan alamat di Jawa. Nantinya saat kita order ke penjual barang, alamat inilah yang kita bubuhkan sebagai alamat penerimaan. Setelah barang diterima di alamat Jawa operator jastip akan memberikan konfirmasi penerimaan barang. Lalu kita tunggu barang sampai di Manokwari kemudian kita bisa ambil di alamat pengambilan di manokwari.

Dengan menggunakan sistem seperti ini sangat mungkin barang yang diterima di manokwari diambil orang yang salah. Hanya bermodalkan kode saja sudah bisa mengambil barang. Tapi mungkin dapat dimaklumi, karena usaha ini memang masih terbilang baru. Sangat butuh banyak masukan untuk lebih diperbaiki dalam sistem.

Tapi dengan hadirnya usaha satu ini, rasanya cukup menjadi alat bantu untuk memangkas biaya yang terlalu mahal. Sekali lagi dengan semangat bergotong royong akan dapat memberikan subsidi pada ongkos kirim.

0 comments:

Post a comment