Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Sunday, 26 September 2021

Menjadi Calon Bapak


Dua Garis Merah namun masih gelap

 Di tengah maraknya orang mendiskusikan topik negatif, ternyata istri yang baru saya nikahi sebulan yang lalu sudah positif. Sengaja saya singgung pernikahan dahulu, agar tidak dikira istri saya positif covid. Awalnya memang sang istri mengajak untuk membeli test pack, di bulan pertama hal ini dilakukan untuk sekedar coba-coba saja. Karena memang sama sekali tidak ada tanda-tanda kehamilan Disebabkan kami berdua penasaran, istri penasaran status kehamilannya dan saya juga penasaran bagaimana cara pemakaiannya, jadilah kami membeli hanya untuk mengobati rasa penasaran ini.

Bulan agustus kemarin mencoba tes ternyata hasilnya masih garis satu, alias negatif. Seminggu yang lalu kai membeli alat itu lagi, karena istri sudah terlambat masa haidnya. Di Manokwari harga test pack yang murah (harus test pagi hari) harga lima ribu rupiah, sedangkan yang setengah mahal (bisa digunakan kapanpun) seharga tiga puluh ribu rupiah. Kami memilih untuk membeli yang agak mahal, karena masih ada stok yang murah untuk uji coba kemarin. Benar saja, setelah kami melakukan tes urin hasilnya dua garis namun sedikit terlihat kabur.

Karena saya merasa jijik, disebabkan alat ini kan konsepnya menyerap urin dan urin tersebut yang menjadikan warna-warna tersebut keluar, maka saya menyarankan istri untuk memfotonya saja dulu. Kemudian nanti saya konsultasikan ke teman-teman kantor yang mayoritas ibu-ibu. Singkat cerita setelah pulang kantor saya menyimpulkan bahwa harus ke puskesmas, untuk mendapatkan kepastian penanganan, kalau memang hamil setidaknya ada nutrisi yang tercukupi.

Keesokan harinya kami ke puskesmas, setelah menunggu hasil tes urin di lab, kami pun mendapat penanganan yang cukup mencengangkan. Istri masuk di ruang ibu dan anak hanya untuk diukur dan ditimbang saja. Saya kira akan mendapat jatah baju, seperti halnya anak baru masuk sekolah, ternyata penanganannya memang seperti itu. Kemudian data yang sudah diambil dituliskan di dalam buku, untuk menjadi data dasar di pemeriksaan berikutnya. Kami dianjurkan untuk memeriksakan kandungan sebulan sekali, dan sebelum pulang kami diberi obat penambah darah.

Mual

Sepulang dari puskesmas saya mengajak istri untuk membeli susu kehamilan, setidaknya jika ada apa-apa dengan kandungannya dapat diantisipasi dengan susu kehamilan sebagai asupan nutrisi. Minggu pertama kami lalui dengan suka cita, sampai kemudian istri mulai mual-mual. Saya yang tidak pernah menghamili wanita manapun tentulah panik. Karena tidak adanya pengalaman mengurus wanita hamil. Saya carilah berbagai referensi untuk mengatasi mual dan pusing ini. Berbagai referensi yang saya peroleh hanya menganjurkan untuk minum vitamin B6. Vitamin ini diklaim dapat mengurangi mual, syukurnya vitamin ini sudah terkandung di dalam susu kehamilan yang sudah terbeli. Tapi jika memang paten B6 ini harusnya tidak membuat istri mual setiap hari, tapi apadaya memang kehamilan lumrahnya dibarengi dengan Mual.

Parenting

Saya sebagai suami sebetulnya kasian, tapi apa daya, kehendak alam memang mengijinkan untuk begitu. Saya berinisiatif untuk menepis rasa kasian ini dengan membaca buku parenting. Memang terlihat random namun berbobot, setelah saya membaca pengantar buku yang menyatakan parenting dapat diawali dengan sebuah nama, maka secara spontan saya menginginkan nama Rasuna Said jika perempuan dan Umar Said jika laki-laki.

Sejalan dengan kerandoman saya untuk membaca buku, saya menginginkan nama perempuan Rasuna Said agar ada nilai perjuangan yang dulu pernah Dilakukan Hajah Rangkayo Rasuna Said. Pun begitu pula dengan nama Umar Said, agar nilai perjuangan Haji Umar Said Tjokroaminoto.

Dalam buku tersebut nama adalah hal sakral untuk menanamkan nilai, bukan hanya bagaimana orang lain mengerti maksut dari nama itu, tapi bagaimana anak itu mengetahui arti dari namanya sendiri. Pasti ada dialog pembuka pertanyaan “kenapa aku diberi nama ini?”. Di situlah nilai-nilai dari kedua pahlawan nasional tadi dapat ditanamkan. Semoga saja kelak ada nilai yan tertanam dan ada istri yang tidak mual.

0 comments:

Post a Comment