Setelah saya membuat tulisan Sewa Atau Beli Rumah kini saya membuat artikel dengan judul yang saya balik, tujuannya mengutamakan kalimat beli daripada sewa sebagai tanda bahwa artikel ini berkebalikan dari artikel yang saya tulis sebelumnya. Beberapa hari yang lalu saya membaca beberapa artikel yang dikutip dari buku The Automatic Millionaire. Dalam buku tersebut, David Bach merekomendasikan membeli rumah sebagai aset awal yang dapat membawa pemiliknya ke kekayaan lainnya.
Bach menyebut rumah sebagai awal dari kekayaan lainnya, karena manusia cenderung kurang disiplin dalam mengumpulkan kekayaan. Cara terbaik untuk mengumpulkan kekayaan adalah dengan memaksa kedisiplinan tersebut, salah satu caranya adalah dengan membeli rumah dengan mekanisme kredit. Jika anda mengkredit rumah, maka anda akan terpaksa menyisihkan uang untuk membayar cicilan tersebut dalam jangka panjang. Minimal cicilannya biasanya 10 tahun, sehingga mustahil bisa dilakukan dalam teori Nick yang sempat saya tulis sebelumnya.
Nick menganggap hitungan tersebut sudah benar di atas kertas, tanpa mempertimbangkan faktor psikologis manusia yang mustahil akan menabung sebesar itu dalam jangka waktu belasan tahun. Secara hitungan mendetil memang menyewa rumah menjadi hal yang bagus dalam memupuk kekayaan, seperti yang telah saya tulis sebelumnya, bahwa harga sewa akan lebih relevan jika ditambahkan dengan instrumen investasi. Sehingga instrumen investasi kita akan naik, namun tidak dengan mereka yang membeli rumah di pelosok dan justru harus mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos transportasi ke tempat kerja.
Selain menekankan bahwa kredit rumah dapat memaksa kita untuk disiplin, Bach juga mengasumsikan kredit jangka panjang ini akan menguntungkan di masa mendatang. Karena setiap tahun penghasilan pasti akan naik, sebagai konsekuensi dari inflasi. Namun cicilan KPR kita tidak akan naik drastis (bila mengambil rumah subsidi), kalaupun naik dengan mekanisme floating penghasilan kita akan tetap seimbang dengan kewajiban mencicil rumah.
Adanya kebutuhan untuk tetap membayar cicilan karena dipaksa oleh pihak bank, membuat psikologi kita tetap akan menabung meskipun bunga mengambang. Sehingga kita tetap akan tenang dan disiplin untuk menabung, karena memang dipaksa untuk membayar dan kita akan kehilangan rumah yang kita tempati, jika kita menolak untuk membayar cicilan tersebut.
Di saat yang sama, penyewa rumah tidak akan merasakan hal tersebut. Saat gaji sudah meningkat, penyewa rumah akan mendapati harga sewanya juga meningkat dikarenakan harga inflasi. Sehingga gaji akan terpotong sama secara persentase hingga kapanpun. Meskipun penyewa memiliki aset investasi yang dapat menyokong selisih kenaikan tersebut, namun lambat laun bila tidak disiplin dalam menyisihkan uang maka aset tersebut juga akan tergerus pula.
Di sisi lain, pembeli rumah akan mendapat hunian yang dimiliki sendiri pada akhir masa cicilan. Meskipun ekuitas tersebut akan dimiliki pula oleh penyewa rumah, namun dalam bentuk aset lain (seperti emas, saham, dan aset lainnya). Tapi Bach tetap bersikukuh mengkategorikan memiliki rumah lebih baik daripada memiliki aset lainnya. Karena kebutuhan akan rumah sebagai kebutuhan primer akan tetap ada, sehingga untuk memiliki rumah menjadikan ketenangan secara psikologi dan akan menambah kekayaan lain sebagai efek dari ketenangan tersebut.
Sehingga jika disimpulkan maka David Bach ini memberikan konteks dan solusi dari kebanyakan manusia, yaitu susah untuk disiplin menabung. Dalam membeli rumah secara kredit, memang akan sangat salah keputusan jika dinilai pada masa sekarang, namun dalam jangka panjang akan ada kenaikan gaji dan cicilan tersebut akan terasa sangat ringan.

Komentar
Posting Komentar