Coro merupakan bahasa jawa dari kecoak, omong coro bermakna omongan ngelantur tapi dapat dinyatakan jujur. Maka ketenangan serupa apa lagi yang dicari di dunia yang fana ini selain kejujuran. Tulisan berikut merupakan contoh dari omong coro.

Search This Blog

Translate

About Me

My photo
Hi, saya pungkas nurrohman yang mencoba dewasa dengan jalan-jalan

Sunday 29 October 2023

Ekonominya Lesu, Tapi Surveinya Bagus


Pada bulan-bulan ini di tahun 2023, banyak keluh kesah yang muncul terkait sepinya usaha-usaha UMKM yang berada di seluruh penjuru Indonesia. Khususnya di Pulau jawa, per 30 Oktober 2023 ini banyak keluhan terkait sepinya pembeli barang dagangan yang mereka jual. Berbagai keluhan dari penjual maupun pengamat dagangan (bukan penjual tapi sering jalan-jalan ke pasar) mulai dicuitkan dengan indah di platform X.


Karena adanya fakta tersebut, saya tergelitik untuk mengamati lebih jauh, laporan-laporan yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintah pembuat kebijakan. Apakah sepinya konsumen ini merupakan hal yang sudah terlacak oleh pemerintah atau malah belum terlacak sama sekali? Hingga tulisan ini dibuat, saya mencoba untuk melihat diagram-diagram yang mencerminkan minat konsumen. Seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Purchasing Manufacture Index (PMI).

Dari pelacakan secara cepat, saya mengambil data dari BI, BPS dan Data Indonesia. Dari ketiga Lembaga tersebut, saya mendapati konsumsi Indonesia dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan lebih jauh, banyak media yang menyikapi dari hasil IKK, Pertumbuhan ekonomi dan PMI dari konsumen Indonesia ini teramat baik, Hingga memberikan kesimpulan bahwa saat ini para pengusaha dalam kondisi ekspansi besar-besaran.

Hal ini berkebalikan dengan banyak cuitan pedagang, bahkan keluarga istri saya sendiri juga merasakan, betapa sepinya usaha bakso yang digeluti. Hingga tiga hari belakangan saya dengar usahanya tidak ada yang mampir seorang pun. Dalam berbagai diskusi saur manuk di platform X mengatakan bahwa sepinya penjualan merupakan efek dari ditutupnya fitur penjualan dari sosial media Tiktok. Sehingga para penjualan yang sudah laku keras dengan menggunakan strategi marketing tertentu, harus beradaptasi lagi dengan strategi lainnya.

Selain ditutupnya fitur jualan di Tiktok, juga saya dengar dari youtube bahwa ini adalah dampak dari maraknya judi online. Ferry Irwandi memiliki asumsi bahwa judi online yang saat ini marak dimainkan semua orang, merupakan penyebab lesunya ekonomi. Karena uangnya diambil begitu saja ke luar negeri, hingga uang tersebut tidak berputar lagi di dalam negeri.

Secara asumsi dan logika kedua hal ini masuk akal dan sangat mungkin terjadi. Namun kenapa lesunya pasar tidak terekam oleh data survei ekonomi dari Lembaga pemerintah maupun non Lembaga pemerintah? Pak Pura mengatakan ini hanya cara pemerintah menutupi resesi ekonomi agar masyarakat tidak panik. Asumsi seperti ini ada benarnya juga, namun masih belum terbukti.

Akan tetapi secara konspirasi ucapan pak Pura juga tidak sepenuhnya salah. Dalam bulan oktober ini ada beberapa hal yang menggambarkan ekonomi lesu, bukan dari data, tapi dari cara beberapa Lembaga mengeluarkan kebijakan. SepertiBank Indonesia yang menaikkan BI Repo menjadi 6%, Menko perekonomian juga mengumumkan akan menanggung PPN 100% atas pembelian properti dibawah 2 Miliar, dan Kemensos menggelontorkan BLT untuk dampak El nino.

Berbagai Tindakan yang diambil pemerintah ini merupakan Langkah yang diambil karena adanya kelesuan ekonomi. Meskipun secara data tidak tercermin adanya pelemahan ekonomi, tapi secara nyata sudah terlihat didepan mata dan pemerintah juga melakukan Langkah penyelamatan. Ini hanya opini saya saja, karena memang hal ini terjadi di depan mata namun tidak terbukti secara survei yang berlandaskan metode ilmiah.

Tapi bisa jadi beberapa hal yang diobrolkan di X adalah anomali dari beberapa survei. Karena survei/sampling hanya mengambil satu sendok kuah soto untuk merasakan satu kuali soto ini sudah pas atau belum. Bisa jadi yang disurvei ini dapat mewakili rasa satu kuali soto, atau bisa jadi satu sendok ini tidak mewakili rasa satu kuali soto karena diaduknya kurang merata.

0 comments:

Post a Comment